BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Taktik Dua Bule


__ADS_3

Bukan hanya ketegangan yang sedang terjadi di rumah Pak kades, tapi ketegangan juga terjadi di pondok janda malam ini. Wajah wajah pucat para wanita kini sedang dalam ketakutan karena mereka kedatangan tamu tak terduka dengan senjata api di tangannya.


Sebuah alarm ponsel berbunyi. Salah satu anak buah Red yang sedang menemani Red langsung melihat alarm itu lalu dia berbisik kepada sang bos. Red tersenyum sangat tipis sebab dia tahu, alarm itu tanda kalau anak buah Red sedang bergerak. Red berusaha bersikap biasa saja karena gerak gerik pria itu saat ini juga sedang diawasi oleh tiga bule yang ada di sana.


Red memberi kode kepada anak buahnya dengan mengatakan agar dia terlebih dahulu kembali ke tempat mobil terparkir. Sang anak buah menuruti, dia segera saja pergi meninggalkan rumah Pak kades. Di luar dugaan, anak buah yang merupakan penduduk asli negara ini tidak pergi ke tempat mobil mereka terparkir. Dia justru memilih jalan lain untuk menyusul rekannya yang sudah berada di pondok janda.


Alarm yang tadi sempat berbunyi itu adalah sebuah pemberitahuan kalau pondok janda saat ini sudah dalam penyerangan anak buah Red. Mereka tidak bisa memberi ancaman ataupun menekan para janda karena terkendala bahasa, maka itu anak buah Red yang asli warga negara ini langsung meluncur ke tempat kejadian untuk mengintrogasi.


Namun sayang. anak buah Red memilih jalan yang yang salah. Saat langkah kakinya tepat menginjak kaki di depan rumah salah satu warga, pria itu langsung diserang dan disekap oleh dua orang dan memasukannnya ke dalam rumah tersebut. Tentu saja yang melakukan itu semua adalah Josh dan Mike.


Sambil merencanakan sesuatu, Mike dan Josh juga mengawasi keadaan yang terjadi di depan rumah Pak kades. Bahkan mereka sempat mendengar kekecewaan Pak kades yang seperti tertipu oleh kedatangan Josh dan Mike. Tapi untuk saat ini keduanya lebih memilih mengamankan warga terlebih dahulu dari rencana Red yang sedang berjalan.


Mata anak buah Red membelalak saat mengatahui siapa orang yang menyekapnya. Kini dia terikat dengan mulut tersumpal kain agar tidak banyak bicara. Wajahnya yang tadi terlihat garang sedikit berubah menjadi rasa panik. Josh dan Mike duduk dihadapan orang itu dengan merebut senjata yang dia miliki


"Katakan pada kami? Apa rencana kalian sebenarnya, hah!" tanya Josh sambil membuka kain yang menutup mulut tawanannya.

__ADS_1


"Kami tidak merencanakan apa apa," kilah sang tahanan.


"Hahaha ..., dikiranya saya tidak tahu. Kalian datang kesini untuk merebut berlian bulan biru juga bukan?"


Sang anak buah memilih diam. Dii saat bersamaan, ponsel anak buah itu berbunyi lagi. Mata sang anak buah membelalak, dan reaksi yang dia tunjukkan tentu saja membuat Josh dan Mike penasaran. Mike langsung merogoh kantung celana anak buah Red dan mengambil ponsel di dalamnya.


"Josh lihat!" Mike menghadapkan layar ponsel ke wajah Josh. Bule itu seontak saja membelalak saat membaca rencana yang tertera pada alarm tersebut.


"Jadi pondok janda saat ini tidak aman?" ucap Josh memberi kesimpulan setelah membaca rencana dalam ponsel tersebut.


"Buat apa?" tanya josh, dan Mike mengangkat kedua bahunya karena mereka tidak tahu. Lalu dia menatap tajam.


"Apa maksud dari rencana ini?" tanya Mike. tapi sayangnya anak buah Red itu memilih diam sebagai bentuk perlawanan. "Sepertinya aku harus melakukan sesuatu agar kamu bisa mengatakan rencana kalian."


Anak buah Red hanya tersenyum sinis dan dia yakin Mike dan Josh tidak akan mendapatkan apa apa dari mulutnya. Orang itu juga sangat yakin, tanpa dirinya pun, Red juga pasti akan berhasil sesuai dengan rencana yang sudah tersusun sangat rapi. Namun mata anak buah Red seketika membelalak saat seorang wanita memberikan sebuah pisau yang cukup besar dan kelihatan tajam kepada Mike.

__ADS_1


Mike memang menyuruh Marina yang sedari tadi hanya diam untuk mengambil senjata yang paling tajam dan saat ini senjata itu sudah ada di tangan Mike. "Lebih baik kamu katakan, apa rencana kalian atau aku bertindak sesuatu yang tidak kamu duga," ancam Mike.


"Jangan harap. Sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya," balas si anak buah terlihat mengejek dua bule dihadapannya.


"Baiklah, sepertinya kamu sudah menentukan pilihanmu," ucap Mike lalu dia menoleh ke arah Josh. "Josh, buka celananya."


Kening Josh awalnya berkerut, mencoba mencerna perintah Mike. Tapi tak lama setelah itu senyum Josh terkembang dan dia segera melaksanakan perintah rekannya itu.


"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya anak buah Red dan kini wajahnya sudah berubah panik.


"Lihat aja! bukankah kamu rela mati demi melindungi Red. jadi nggak apa apa kan kalau kamu kehilangan batang berhargamu."


"Tidak! jangan!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2