BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Dalam Sepinya Malam


__ADS_3

Suasana malam di sebuah kampung terasa begitu hening. Angin yang berhembus pelan mengalirkan hawa dingin hingga menembus ke dalam pori pori kulit. Kampung itu nampak begitu sepi. Hampir semua penduduk sudah berada di dalam rumahnya tiap malam menjelang.


Suasana hening juga terasa di sebuah bangunan yang cukup luas dan besar yang ada di kampung itu. Bangunan yang dilkenal dengan sebutan pondok janda, mendadak terasa sepi dan kehilangan suara tawa yang biasa menggema dan menghangatkan suasana. Padahal jam yang menempel di dinding baru saja menunjukkan pukul tujuh malam, tapi hampir semua wanita yang ada di sana sudah berada di dalam kamarnya msing masing.


Satu pria yang ada di sana beberapa kali mengusap wajahnya yang nampak sedikit frustasi. Dia termenung sendirian di teras bangunan tersebut sambil menikmati heningnya malam yang cukup gelap. Hanya satu gelas kopi yang sudah kehilangan rasa hangatnya karena cukup lama dibiarkan tergeletak di atas lantai di sebelah pria itu duduk.


"Tuan Josh, kenapa masih duduk di luar? Udah malam loh," suara salah satu penghuni pondok yang tiba tiba terdengar membuat pria yang sedari tadi terdiam dalam lamunan langsung menoleh. Pria itu lantas tersenyum kepada wanita yang sedang mendekat ke arahnya terus duduk di sampingnya.


"Kamu kenapa keluar, Nona?" bukannya menjawab, pria yang akrab dipanggil Josh malah melempar pertanyaan kepada wanita itu.


"Kalau aku sudah ngantuk juga aku pasti bakalan tidur. Lagian mana mungkin aku bisa tidur saat ada tamu di tempat saya dan tamu itu malah duduk sendirian, tidak ada yang menemani," jawab wanita bernama Mina dan jawabannya memang cukup masuk akal.

__ADS_1


Josh lantas tersenyum dan meraih gelas kopi di sampingnya lalu menyeruput isinya yang sudah dingin. "Nona nggak ikut marah seperti yang lain?"


Kening wanita itu sejenak nampak berkerut lalu tak lama setelahnya senyumnya terkembang. "Buat apa marah, Tuan? Aku itu udah tahu kalau Tuan tidak ingin menjalin hubungan khusus dengan wanita, mereka saja yang tidak mau mendengarkan."


Josh lantas tersenyum tipis dan melempar pandanganannya ke arah kegelapan di depannya. Meski ada cahaya di beberapa sisi, tapi cahaya itu tidak sepenuhnya menerangkan semua wilayah sekitarnya. "Tidak enaknya kalau sudah berususan dengan masalah hati ya seperti ini. Hubungan yang semula nampak hangat dan akrab menjadi canggung dan seperti ada jarak, hanya gara gara salah satunya mematahkan harapan yang dibuat mereka sendiri."


Mina menatap pria tampan di sampingnya. Sambil tersenyum. Wanita itu lalu mengalihkan arah pandangnya ke halaman pondok tersebut sama seperti yang Josh lakukan saat ini. "Urusan hati memang cukup rumit, Tuan. Di satu sisi kita melepas pria dengan dalih lebih bahagia hdup sendiri, tapi seiring perjalananya waktu, saat hati kembali tertarik dengan lawan jenis, dia merasa akan bahagia dengan pria itu. Emang aneh sih, tapi namanya juga hati, kapanpun bisa berubah ubah."


Josh tertawa kecil. "Nona sendiri gimana? Apa Nona sama sekali tidak menaruh hati sama saya?"


"Hahahah ... Nona Mina cukup bijak juga. Nyatanya salah satu tujuanku menolak hubungan dengan seseorang ya memang seperti itu. Di negara manapun yang saya singgahi, sebenarnya saya tidak pernah mendekati wanita, tapi yang terjadi malah sebaiknya, mereka yang mendekat sendiri dan menyerahkan tubuhnya. Saya lelaki normal ya wajar kan kalau saya mau. Dan semuanya menjadi berantakan gara gara perasaan sudah ikut campur dalam hubungan yang awalnya sangat baik baik saja."

__ADS_1


Kening Mina sontak berkerut. telinganya sedikit tergelitik dengan apa yan dikatakan pria bule di sebelahnya barusan. "Berarti tiap tuan Josh singgah di suatu negara, Tuan josh selalu melakukan hubungan badan?"


Josh mengangguk diiringi dengan senyum tipis. "Ya begitulah. Saya menjijikan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi, saya hanya ditawari makanan enak, mana sanggup saya menolak."


Mina sontak mencebikkan bibirnya. "Berarti saya wanita ke berapa yang sudah anda masuki? Astaga!"


"Hehehe ... kenapa? Nyesel?"


"Nggak sih, orang sudah terjadi. Malah malam ini saya pengin melakukannya lagi."


Josh malah menyeringai. "Kalau mau ya ayok, kita masuk."

__ADS_1


Mina langsung tersenyum lebar dan dia mengangguk dengan antusias.


...@@@@@...


__ADS_2