
Di pagi harinya, kehebohan kembali menerpa penduduk kampung janda. Bukan karena adanya warga yang hilang, tapi karena sebuah informasi yang mereka temukan dalam selembar kertas di depan rumah masing masing. Para warga benar benar terkejut membaca berita itu dan mereka berbondong bondong ke rumah Pak Kades untuk meminta penjelasan.
di rumah Pak Kades sendiri juga saat ini suasana cukup tegang. Berita yang entah darimana sumbernya membuat kapala kampung itu merasa serba salah. Entah dia harus percaya dengan berita itu atau dia mengabaikan berita dan memilih percaya pada tiga bule yang ada disana.
Ya, karena berita yang tersebar melalui lembaran kertas itu, tiga bule yang harusnya masih tidur nyenyak, kini di kumpulkan oleh Pak kades di rumahnya untuk dimintai keterangan. Josh dan Mike yang memang mengerti bahasa negara ini juga cukup terkejut dengan berita yang mereka baca. Ken yang belum lama bergabung dengan mereka, nampak bingung dengan apa yang terjadi.
Tak perlu menunggu lama, para warga pun kini mulai berdatangan. Suara suara mereka juga mulai menggema saat mereka melihat tiga bule yang sudah terduduk di depan rumah Pak kades. Berbagai lontaran makian dan kekecewaan warga terarah pada bule yang menurut mereka telah membohongi para warga.
"Tenang, tenang! Saya harap kalian tenang! Kalian jangan terpancing dengan berita yang belum tentu benar!" teriak pak kades dengan lantang.
"Gimana kami bisa tenang, Pak Kades. Selama ini kita ternyata ditipu oleh mereka. Mereka datang kesini ternyata ada maksud tersembunyi," balas salah satu warga dengan lantang.
__ADS_1
"Benar, Pak kades. Kami pikir mereka tulus menolong kami, tapi nyatanya, mereka tahu juga tentang berlian yang ada disini. Mungkin kejadian penculikan yang terjadi di kampung ini, ada camnpur tangan dari bule itu," sahut penduduk yang lain penuh dangan amarah. Warga yang lain juga ikut mengeluarkan amarahnya sampai suasana di depan rumah Pak Kades sangat ribut.
"Tunggu dulu! Dengarkan saya ngomong bisa tidak. hah!" bentak Pak Kades yang tidak sanggup membendung emosinya karena para warga terus menerus merongrong. Melihat pak kades yang sudah murka, sontak membuat semua warga yang tadi bersuara langsung terdiam. "Biarkan saya ngomong terlebih dahulu, bisa!"
"Bisa, Pak," jawab warga lirih.
"Lihat berita baik baik! disitu hanya tertulis, hati hati dengan orang asing yang ada disana! Orang itu sedang mengincar berlian! Jadi jangan menerima kebaikan apapun dari orang asing itu! Kalian bisa mencerna kata kata itu nggak, hah!" teriak Pak kades lantang dan nampak sangat emosi. warga yang ada disana hanya terdiam lalu menggeleng.
Para warga saling tatap. Setelah mencerna kata kata yang keluar dari mulut Pak kades, para warga menyadari apa yang dikatakan kepala kampung itu memang ada benarnya. Dari mana orang itu tahu di kampung itu ada orang asing kalau tidak menyelidikinya terlebih dahulu.
"Mereka itu sengaja membuat berita bohong seperti ini, agar tuan bule pergi dari sini dan mereka aman melakukan apa saja di kampung ini, termasuk melakukan penculikan!"
__ADS_1
Para warga membisu. Amarah yang tadi terpancar di wajah mereka langsung menghilang dan berganti wajah penuh rasa sesal dan malu. Di saat seperti itu, Josh dan Mike yang sedari tadi menyimak kemarahan warga nampak saling berbisik, lalu mereka berdiri dari duduknya dan menghadap para warga.
"Kami minta maaf, jika kedatangan kami di kampung ini malah menyebabkan kalian merasa tidak aman dan mencurigai kami hanya dari selembar berita. Maka itu karena adanya ketidak percayaan kalian kepada kami, maka itu, saya dan teman saya sudah memutuskan, hari ini saya akan pergi dari kampung ini."
"Apa!" para warga memekik hampir bersamaan. Mata mereka sontak membulat dan menatap tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Para warga saling pandang dan bahkan ada beberapa warga yang langsung menunjukkan rasa menyesalnya.
"maaf, Tuan bule, jika sikap kami keterlaluan. Kami terpancing hanya gara gara berita yang belum tentu kebenarannya. tuan tidak perlu mengambil keputusan itu. Kami akui kami salah karena terlalu gegabah menuduh Tuan bule."
Josh dan Mike saling pandang dan tersenyum penuh arti. Entah apa yangb sedang mereka rencanakan. Hanya mereka yang tahu. Josh kembali menatap warag. " Maaf keputusan saya sudah bulat, kami akan tetap pergi dari kampung ini."
...@@@@@@...
__ADS_1