
"Daniel! Alex!" pekik Ken lirih.
"Loh itu kan penghuni pondok janda? Mereka selamat!" seru salah seorang warga begitu melihat dua wanita turun dari dalam mobil dan tersenyum kepadanya. Mereka juga cukup terkejut saat ada dua bule yang turun bersama dua wanita itu dan mereka tentunya bertanya tanya, siapa mereka.
Dua janda itu langsung disambut dengan suka cita oleh penghuni pondok janda lainnya. Bahkan mereka juga saling mengeluarkan airmata sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia karena dua wanita itu pulang dengan selamat.
Daniel dan Alex sendiri lebih memilih diam sembari menebarkan senyum manis dan ramahnya. Mereka juga melihat Ken yang terpaku dan terbungkam disana. Keduanya hanya menyeringai tanpa berniat menyapa bule berwajah oriental tersebut.
"Kalian selamat?" ucap Pak Kades.
"Iya, Pak kades," jawab dua wanita korban penculikan hampir bersamaan saat mereka berjabat tangan dengan pemimpin kampung itu.
"Lalu mereka siapa?" tanya Pak kades sambil menunjuk ke arah dua bule yang terdiam dan berdiri tak jauh dari para warga.
__ADS_1
"Mereka yang menyelamatkan kita pak Kades," balas salah satu wanita lalu dia memberi kode kepada dua bule itu dengan lambaian tangan agar dua bule itu mendekat. begitu Daniel dan Alex mendekat, wanita itu langsung memperkenalkan keduanya. " Pak kades, ini Tuan Daniel dan yang itu Tuan Alex. Pak kades kan bisa bahasa inggris jadi pak kades bisa tanya tanya dengan bahasa inggris."
Pak kades mengangguk lalu dia mengulurkan tangan dan mengucapkan beberapa kata dengan menggunakan bahasa inggris. daniel dan Alex cukup terkejut dengan kefasihan Pak kades dalam menggunakan bahasa keseharian mereka. Jadi mereka lebih mudah dalam berinteraksi dengan sang pemimpin kampung.
warga yang masih ada di sana terlihat pada kasak kusuk sambil menatap dua bule yang sedang bercengkrama dengan pak Kades. kedatangan dua bule tersebut langsung menghadirkan tanda tanya besar dalam benak warga saat ini.
"Apa mungkin orang asing yang dimaksud dalam berita tadi adalah dua bule ini?" bisik salah satu warga pada warga yang lain.
"Bisa jadi. Aku yakin mereka tiudak kebetulan dalam menolong orang dari pondok janda itu."
Karena mereka cukup lama berdiri di halaman rumah orang sejak mengantar kepergian Josh dan Mike, pak kades mengajak dua bule itu ke beranjak rumahnya. Beberapa penduduk yang menaruh curiga juga memilih ikut ke rumah Pak kades bersama para janda. Ken sendiri masih terdiam dengan pikiran berkecamuk.
"Terima kasih karena sudah menyelamatkan dua warga saya. Kami sangat khawatir dengan hilangnya mereka," ucap Pak Kades tulus saat mereka sudah duduk di teras depan rumah Pak kades. Daniel dan Alex hanya tersenyum menanggapi ucapan Pak kades. "bagaimana ceritanya tuan bisa menyelamatkan mereka berdua?"
__ADS_1
Daniel dan Alex cukup terkejut mendengar pertanyaan yang baru saja terlontar untuk mereka. Keduanya saling lirik, ini diluar rencana yang telah mereka susun dengan dua wanita itu. Ken yang sedari tadi diam, menangkap gelagat aneh pada dua bule yang dia kenal.
"Tuan, lebih baik anda bertanya langsung sama dua wanita itu," celetuk Ken dan celetukannya berhasil membuat due bule yang ada disana menatap tajam ke arah ken. Sedangkan ken terlihat acuh.
"Memang kenapa, Tuan Ken? Bukankah jawabannya akan sama saja?" tanya Pak Kades yang merasa cukup heran dengan sikap dan pertanyaan bule yang sudah beberapa hari tinggal di rumahnya itu.
"Ya apa salahnya Tuan bertanya pada mereka? Kan mereka warga Tuan. Lihat, yang lain pasti sudah bertanya tentang kejadian yang menimpa mereka."
"Kami tak sengaja bertemu mereka di jalan, Tuan." Daniel langsung mengeluarkan suaranya. Dia mencoba mencegah Pak Kades agar tidak bertanya langsung pada dua wanita korban penculikan.
"Tidak sengaja bertemu di jalan? Bagaimana ceritanya?" Tanya Pak kades penasaran tanpa menaruh curiga sama sekali. sedangkan Ken langsung tersenyum menyeringai.
"Jadi begini. Saat itu saya dan teman saya sedang duduk di tepi jalan pada sebuah warung. kami mendengar teriakan wanita yang seperti sedang ketakutan dari dalam sebuah bangunan tak jauh dari tempat kami berada. Kami mendekat dan mengintai. Kami melihat mereka hampir dilecehkan, Tuan," Daniel berdusta dengan lancar dan dua bule itu cukup lega saat melihat kepala Pak kades manggut manggut nampak begitu percaya dengan cerita tersebut.
__ADS_1
Ken lagi lagi menyeringai dan dia menoleh ke arah para janda lalu berteriak, "Nona!" Ken memberi kode agar janda korban penculikan itu mendekat. Perbuaatan Ken langsung membuat wajah Daniel dan Alex diserang rasa panik.
...@@@@@...