BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Dua Janda Dan Dua Hule


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lamanya, mobil yang membawa dua wanita penghuni pondok janda sampai di hotel tempat menginap dua bule yang membawanya. Meski diliputi dengan perasaan takut dan bingung, dua wanita itu pasrah saja saat mereka di bawa masuk ke dalam hotel tersebut. Apa lagi supir yang membawa mereka menyarankan agar dua wanita itu jangan takut dengan alasan bule yang bersama mereka itu orang baik.


Karena terkendala bahasa, Alex dan Daniel merasa bingung, bagaimana caranya mereka berkomunikasi? Dua bule itu meski pernah berkunjung ke negara ini, tapi tidak mahir menggunakan bahasa negara ini. Mereka pun teringat dengan aplikisi penerjemah bahasa. Mereka langsung mencari aplikasi tersebut dan mengunduhnya. Setelahnya mereka mencoba menggunakannya. terlihat merepotkan tapi itu lebih baik daripada nanti mereka tidak bisa berkomunikasi dengan wanita itu.


"Lex, apa kita jadikan mereka satu kamar saja?" tanya Daniel sambil menikmati hidangan yang ada di hadapannya. Ya, mereka saat ini berada di restoran yang ada di hotel tempat mereka menginap.


"Loh, kok rencananya berubah lagi? Tadi di mobil kamu katanya mau apa?" Alex cukup terkejut dengan usulan yang dilontarkan oleh rekannya.


"Hehehe ..." Daniel malah terkekeh. "Ya kali aja mereka susah untuk dipancing."


"Kita coba dulu. Aku yakin kalau mereka nyaman sama kita pasti mereka mau memberikan informasi yang kita butuhkan."

__ADS_1


Sedangkan dua wanita yang sedang mereka bicarakan, menikmati hidangan mereka dengan perasaaan was was, mereka juga cukup tidak percaya diri berada di dalam restoran yang terlihat mewah. Apalagi penampilan mereka saat ini terlihat kacau, semakin membuat keduanya merasa tidak layak berada di tempat itu.


"Apa ini hotel yang Meisin datangi bersama Tuan Ken?" tanya salah satu wanita itu dengan suara berbisik.


"Sepertinya iya," jawab rekannya.


"Pasti sangat mahal ya ongkos sewanya? berarti Tuan Ken sangat kaya dong?"


Kening dua wanita itu sontak berkerut saat membaca pertanyaan yang terpampang dilayar ponsel. Keduanya lantas mengangguk. Jawaban mereka cukup membuat kedua bule yang ada disana kembali merasa terkejut. Mereka lantas melempar pertanyaan lagi dan mengarahkan mereka menggunakan aplikasi yang sama untuk menjawa pertanyaan.


Daniel dan Alex lagi lagi dibuat terkejut ketika dua wanita itu ternyata sudah bisa menggunakan aplikasi penerjemah dengan baik. Saat mereka bertanya darimana mereka bisa menggunakan plikasi tersebut, dua wanita itu menjawab kalau Tuan Ken yang mengajarinya. Hingga beberapa saat kemudian dua wanita itu merasa lega saat mereka tahu kalau dua bule yang bersamanya adalah teman Tuan Ken.

__ADS_1


Sesuai rencana yang Daniel ucapkan pada saat mereka di dalam mobil, setelah acara makan selesai, kini dua wanita itu berada di dalam kamar yang terpisah dengan dua bule yang terpisah juga. Satu wanita bersama satu bule di dalam satu kamar.Awalnya kedua wanita itu menolak karena takut terjadi apa apa pada mereka. Tapi setelah dua bule itu meyakinkan kalau mereka bukan orang jahat, kedua wanita itu akhirnya setuju berada di kamar terpisah dan satu kamar dengan bule.


salah satu dari wanita itu duduk di sofa yang ada di sana dengan perasaan canggung dan bingung. Sedangkan bule yang bersamanya saat ini sedang berada di dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, wanita itu dibuat salah tingkah ketika matanya melihat seorang bule keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. Terlihat sangat seksi dan tentunya meresahkan.


Awalnya wanita itu memandang tubuh indah milik bule yang ada disana dengan mata yang hampir tak berkedip, tapi setelah ketahuan oleh si pemilik tubuh, wanita itu langsung berpaling dengan perasaaan yang tak menentu. Wanita itu tidak sadar kalau bule yang ada disana tahu apa yang sedang dirasakan si wanita. Dengan senyuman nakal, bule itu duduk didekat si wanita dengan handuk yang masih terlilit di pinggang.


"Apa yang dilakukan Ken selama di kampung itu?" bule bernama Daniel melempar pertanyaan lewat ponsel.


Wanita itu merasa sangat canggung jadi matanya tidak berani menatap pria yang senyumnya begitu manis. Dengan jari tangan agak gemetar, wanita tu merangkai huruf demi huruf menjadi sekumpulan kata yang banyak, menjelaskan apa saja sesuai dengan pertaanyaan yang diajuakan.


Daniel nampak menganggukkan kepalanya beberapa kali begitu membaca jawaban yang cukup panjang dari wanita yang kadang mencuri pandang ke arahnya. Pria itu lantas kembali menyodorkan pertanyaan dan mata wanita itu langsung membulat saat membaca pertanyaan tersebut.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2