BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Kemarahan Tuan Bule


__ADS_3

"Apa sebaiknya saya pergi dari kampung ini?"


"Jangan!" seru dua orang wanita secara bersamaan.


"Kenapa? daripada saya melihat kalian bertengkar gara gara saya?"


Dua wanita yang sekarang terbaring di sisi kanan dan kiri seorang pria itu hanya terdiam. Sisa sisa keringat setelah melewati permainan penuh nikmat hampir mengering di tubuh mereka. Ya, mereka baru saja bermain tiga orang, dua wanita dan satu pria.


Meski dua wanita yang ada di sana baru pertama kali merasakan bermain seperti itu, nyatanya selama permainan berlangsung mereka berdua terlihat sangat menikmati. Namun saat permainan selesai, mereka kembali ribut hanya gara gara masalah benih pria bule yang tidak masuk ke dalam lubang milik mereka.


"Saya tuh paling tidak suka loh jadi bahan rebutan seperti ini. Saya tidak melarang kalian suka sama saya, ada perasaan khusus sama saya, saya tidak melarang. tapi kalian juga harus tahu posisi saya. Saya memakai pengaman itu agar kalian tidak hamil dan tidak menanggung malu."


"Tapi kan saya pengin punya anak dari Tuan bule," cicit Lalita.


"Aku juga. Aku pengin jadi wanita yang sempurna," Sansan tak mau kalah.

__ADS_1


"Apa kalian sudah gila? kalian pengin punya anak tanpa seorang suami? nggak nyangka kalian sampai segitu terobsesinya sama saya. Kalian pikir saya tidak tahu, nanti dengan adanya anak, kalian mau mengikatku gitu? Nyuruh aku untuk tanggung jawab? Astaga!" hardik Mike lantang. Karena merasa kecewa dengan sikap dua wanita itu, Mike lantas langsung bangkit dan pergi keluar kamar dengan kesal.


"Tuan mau kemana?" dua wanita yang ada disana tentu saja kaget dengan sikap Mike yang langsung meninggalkan mereka. Keduanya berhambur mengikuti Mike yang memilih berpindah ke kamar sebelah.


"Kenapa kalian ngikutin saya? Keluar!" bentak Mike yang tidak bisa menahan amarahnya. sebagai pria yang pernah mengalami ditelantarkan oleh orang tua sejak lahir, tentu saja Mike merasa tersinggung dengan keinginan dua wanita itu.


Tidak salah jika seorang wanita ingin memiliki keturunan, karena sudah menjadi kodratnya, wanita akan merasa sempurna jika bisa melahirkan seorang anak. Tapi yang membuat Mike marah adalah cara berpikir mereka yang ingin memiliki anak dari Mike. Bagaimana bisa mereka berpikiran seperti itu? Sedangkan mereka tahu, Mike tidak ada hati sama mereka.


Wajah kedua wanita itu pucat melihat wajah penuh amarah pada diri Mike. Bentakan yang cukup keras sangat mengejutkan dua wanita yang saat ini terpaku di ambang pintu. Meskipun begitu, Lalita dan Sansan memilih menghampiri Mike daripada menuruti perintah pria itu.


"Karena saya tahu jalan pikiran kalian! Jika kalian punya anak dari saya, kalian akan menuntut tanggung jawab dari saya, bukan? Jika saya tidak mau bertanggung jawab, nanti saya dikatakan pria brengsek, pria tak tahu diri, hanya mencari enaknya saja. Saya sudah sering menghadapi wanita wanita dengan pemikiran picik seperti kalian.Kalau kalian berbuat baik sama saya dengan mengharap imbalan, lebih baik kalian nggak usah berbuat baik sekalian. Mulai besok nggak usah kirim kirim makanan lagi."


"bukan begitu, Tuan. Saya hanya ..."


"Sudah, stop. Saya tidak mau mendengar alasan apapun lagi. Saya mau tidur!" Mike langsung kembali berbaring dan memunggungi keduanya. Dalam hati Mike, sebenarny tidak tega bersikap kasar seperti itu pada dua wanita yang ada di sana. Biar bagaimanapun keduanya memang wanita yang baik. Hanya saja menyinggung soal anak, membuat Mike menjadi teringat masa lalunya yang pahit. Mike tahu betul, bagaimana rasanya tidak memiliki orang tua.

__ADS_1


Dua wanita itu terdiam. Mau tidak mau, Sansan dan Lalita kembali ke kamar yang tadi mereka tempati. Kedua wanita itu tidak menyangka kalau pria bule akan tahu jalan pikiran mereeka. Dan yang paling mengejutkan bagi keduanya, Mike terlihat sangat marah saat mereka menyinggung soal anak.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan bule ya? Kenapa dia sangat marah saat kita ngomong soal anak?" tanya Sansan.


"Apa mungkin Tuan bule pernah punya anak dan menelantarkannya? Jadi dia tidak mau hal itu terulang lagi?" sahut Lalita.


"Bisa jadi. Mungkin dia trauma kali yah? Makanya dia sangat marah begitu."


"Mungkin. Kok aku jadi merasa nggak enak gini."


"Ya sama, padahal kalau dipikir pikir salah aku juga yang mau diajak berhubungan badan sama Tuan bule, eh malah aku mengharap lebih. wajar jika Tuan bule marah."


Keduanya sontak tersenyum getir. mereka terbaring dengan pemikiran yang berkecamuk.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2