BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Makin Menegangkan


__ADS_3

Suasana tegang masih menyelimuti halaman rumah kemimpin kampung yang lebih tenar disebut kampung janda. Beberapa janda yang tadi sempat berdebat, menatap serius ke arah Pak kades, menunggu jawaban yang keluar dari mulut pria itu. Sedangkan tiga bule yang ada di sana ikutan merasa tegang meski mereka tidak mengetahui apa yang sedang diperdebatan para penduduk asli kampung ini.


"Gimana, Pak kades? Pasti jawabanku sama dengan jawaban dua bule itu, kan?" tanya salah satu wanita korban penculikan.


Pak kades menghembuskan nafasnya secara kasar. "Sayang sekali, jawaban kalian beda."


"Apa!" dua korban penculikan memekik hampir secara bersamaan. "Mana mungkin beda, Pak?"


"Ya kalau kalian nggak percaya? tanya saja, pinjam ponsel milik Tuan Ken."


Kening kedua wanita itu berkerut dan mereka saling pandang sejenak. Keyakinan yang sedari tadi menguasai kedua wanita itu secara berangsur menjadi memudar. Namun karena merasa tidak yakin juga dengan jawaban Pak kades, wanita itu lantas meminjam ponsel milik Ken untuk menanyakan kepada Daniel dan Alex tentang apa yang tadi ditanyakan Pak kades menggunakan aplikasi penerjemah.


"Tadi Tuan jawab apa, saat ditanya tentang bagimana cara Tuan menolong kami?" mata Daniel dan Alex terlihat membelalak saat membaca pertanyaan yang disodorkan salah satu wanita yang mereka tolong. Dua bule itu sejenak saling pandang dan dengan ragu mereka mengambil alih ponsel yang disodorkan kepada mereka.

__ADS_1


Kini gantian dua janda korban penculikan yang dibuat terkejut setelah mengetahui jawaban yang diketik oleh satu bule itu. Seketika keyakinan mereka saat itu juga langsung runtuh. Berbeda dengan kubu janda yang sedari tadi menentang usulan itu. Mereka sangat senang meski dua wanita itu belum menjelaskan apa apa. Dari raut wajah dua korban penculikan sudah jelas terlihat kalau kubu janda yang menentang keinginana mereka telah menang menang.


"Gimana? Beda kan?" tanya Pak kades. Karena dua wanita itu terdiam, maka Pak kades yang memastikan kalau dia tidak berbohong. "Sekarang wajar kalau kami curiga sama mereka. Dua bule itu datang ke tempat ini juga pasti ada hubungannya dengan berlian itu."


dua korban penculikan tidak lagi mampu membalas perkataan Pak kades. Kini yang jadi pertanyaan, darimana dua bule itu tahu kalau dua wanita itu diculik dan sejak kapan dua bule itu mengetahuinyaa. Mereka juga teringat, sebelum kedua wanita itu diselamatkan, dua bule itu sempat berdebat dengan salah atu penculik mereka yang berwajah bule juga. Salah satu dari mereka lantas mengetik pertanyaan dan menyodorkannya kepada dua bule tersebut.


"Apa Tuan kenal dengan penculik yang menculik kami?"


"Baiklah, saya akan memberi tahu kepada anda, siapa kami sebenarnya," tiba tiba alex mengeluarkan suaranya dan menatap Pak kades yang memang mengerti dengan apa yang mereka katakan.


Kini gantian Pak kades yang terkejut mendengar ucapan tamunya. Namun pak kades segera menggunakan moment tersebut untuk mengorek informasi yang memang sangat dibutuhkan biar semuanya menjadi jelas dan terbuka.


Sedangkan disisi lain, wajah tenang Ken kini malah berubah menjadi wajah panik. Ken juga sama teerkejutnya dengan Pak kades dan kali ini sepertinya jati diri bule berwajah oriental itu akan terbongkar gara gara kasus ini. Ken tak bisa bertindak apa apa kali ini.

__ADS_1


"Baik, katakanlah!" titah Pak kades.


Alex menatap Daniel sejenak dan saat Daniel mengangguk sekali, Alex kembali menatap Pak kades dan menceritakan semuanya dengan jujur. Pak kades dibuat tercengang dengan fakta yang baru saja mereka dengar dan itu hampir saja membuat jantung Pak kades seperti mau terlepas dari tempatnya.


"Jadi kalian saling kenal dengan penculik tersebut?" tanya pak kades menjelaskan.


"Ya, seperti yang anda dengar, kami memang saling kenal, tapi kami beda aliran. Kami datang kesini semata mata hanya demi menemukan berlian milik tuan kami, tidak ada niat untuk berbuat kejahatan. Tapi pria bernama Red mengacaukan segalanya. Pria itu sangat berbahaya, dia mau mengorbankan orang yang tidak bersalah seperti menculik dua wanita ini."


Pak kades nampak manggut manggut tapi dia tidak menimpali ucapan bule itu karena masih cukup terkejut mendengar sebuah fakta sehingga Pak kades tidak sanggup merangkai kata kata untuk membalas ucapan Alex.


"Anda juga perlu tahu, kalau bukan kami dan penjahat itu saja yang menginginkan berlian itu, tapi ada orang lain juga yang menginginkannya," ucapan Alex langsung membuat wajah Ken panik seketika.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2