BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Patah Hati Masal


__ADS_3

Setelah terjadi penolakan masal, para janda yang sedari awal berangkat dengan wajah ceria dan penuh dengan harapan yang tinggi, kini mereka harus pulang dengan wajah murung dan penuh kekecewaan.Mereka tidak menyangka niat baik mereka untuk mengungkapan rasa cinta yang tumbuh dalam hati, ditolak langsung oleh dua pria bule saat itu juga.


Para janda sungguh tidak menyangka kalau dua bule yang mereka puja sepenuh hati, akan menolak cinta mereka tanpa basa basi dan tanpa mau memikirkannya terlebih dahulu. Para janda merasa kalau mereka sudah cukup baik dalam menyenangkan hati para bule, tapi nyatanya, hanya rasa kecewa yang harus mereka dapatkan pada akhirnya.


JIka menurut sudut pandang para janda, sikap Josh dan Mike cukup kejam, tapi berbeda jika dilihat dari sudut pandang dua bule itu sendiri. Mereka seketika menolak pernyataan cinta para janda karena mereka tidak ingin membuat para janda sakit hati nantinya. Apa lagi dua bule itu bukan penduduk negara ini dan mereka di kampung itu sedang ada maksud terselubung, pasti akan sangat menyakitkan jika pada akhirnya dua bule itu harus pergi meninggalkan mereka jika ada ikatan.


Maka itu kedua bule berpendapat dan mengambil keputusan, lebih baik menyakiti diawal daripada menjalaninya terlebih dahulu dan akan terasa sakit pada akhirnya. Sedangkan selama menjalani hubungan, akan ada banyak harapan yang terus menumpuk.


"Apa yang kalian lakukan pada wanita cantik itu? Kok mereka pulang dengan wajah kecewa?" tanya Ken yuang sedari tadi diam dan duduk di luar rumah. Wajar jika Ken bertanya. Walaupun Ken berada di sana, tapi dia tidak tahu pembicaraan yang baru saja terjadi anta dua bule dan para janda.


"Bukan urusan kamu!" jawab Josh dengan suara kesal dan dia langsung bangkit menuju kamarnya. Suasana hatinya menjadi tidak baik dengan kejadian tadi dan juga semakin tidak karuan saat melihat wajah Ken.


Ken hanya memandang kepergian Josh dengan pura pura cuek, meski hatinya sangat ingin minta maaf kepada bule itu atas apa yang menimpa Charli.

__ADS_1


"Lebih baik kamu jangan menampakkan wajah kamu disini, daripada kamu menjadi pelampiasan emosi kami, Ken!" ucap Mike memperingati. Dia juga langsung beranjak menuju kamarnya dan meninggalkan Ken yang ternganga.


Ken lantas memutuskan untuk pergi. karena tidak ada tujuan lain, Ken memilih kembali ke pondok janda. Setidaknya di sana, Ken bisa membuang rasa kesepaian karena para janda suda mengenalnya. Kening Ken berkerut begitu langkah kakinya sampai di halaman depan tempat tujuannya, dia melihat beberapa janda sedang duduk di depan pondok dengan wajah yang sama saat mereka kembali dari rumah dua bule.


Melihat kedatangan Ken, wajah para janda yang tadi murung, langsung berubah sedikit ceria. Mereka ingin melempar pertanyaan kenapa Ken ada disini tapi mereka tidak tahu bahasa inggris dari kata itu jadi mereka hanya mampu menampilkan senyum manis mereka.


Ken mengambil dua ponsel di dalam saku celananya dan salah satunya dia berikan kepada para janda. Kemudian Ken langsung mengetik beberapa kata lewat aplikasi penerjamah dan menunjukkannya pada para janda itu "Apa yang terjadi? kok tadi kalian pulang dari rumah itu dengan wajah murung?"


Setelah membaca pertanyaan dari Ken, salah satu janda itu langsung mengetik beberapa kata pada aplikasi yang sama. Tentunya mereka sudah diajari semalam oleh Ken jadi mereka tahu cara menggunakan aplikasi penerjemah sekarang. "Cinta kami ditolak oleh dua bule itu."


Mendapat jawaban dari Ken, rasa kecewa dalam hati para wanita yang ada di sana kembali muncul. Mereka lantas kembali mengetik sebuah pertanyaan. "Sepertinya Tuan ken tahu banyak tentang mereka. Apa Tuan Ken telah lama, mengenal dua bule itu?"


Ken kembali dibuat terkejut dengan pertanyaan tersebut. Seketika dia bingung untuk menjawan pertanyaan itu. Untuk sesaat dia mencoba mengetik beberapa kata sambil memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab prtanyaan mereka. Ken tidak menyangka jawaban spontan yang dia berikan tadi malah membuatnya terjebak seperti ini.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, di dalam sebuah pesawat terbang.


"Bos, apa Bos yakin akan turun langsung ke kampung itu?"


"Apa kamu meragukanku?"


"Tentu tidak Bos, cuma disana tidak ada fasilitas mewah yang biasa bos nikmati."


si bos menyeringai. "Kamu tidak perlu khawatir, yang penting aku bisa menemukan apa yang aku cari di sana, itu sudah cukup bagiku, mengerti!"


"Siap Bos, mengerti."


Sang bos tersenyum miring menatap angkasa. "aku yakin kalian berdua ada di kampung itu. Tunggulah kedatanganku Josh!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2