BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Rencana Berikutnya


__ADS_3

Masih di malam yang sama, di teras rumah Pak kades, ketegangan juga masih terasa sampai malam ini. Perdebatan antara kubu Red dan kubu Ken masih kerap sekali terjadi. Meski perdebatan diantara mereka hanya sebatas sindiran atau kecaman, tapi mereka melakukannya seperti layaknya orang berbincang.


hal itu mereka lakukan karena disana ada pemimpin kampung. Sebagai tamu, Red, Ken, Daniel dan Alex masih bisa menjaga emosinya masing masing meski percikan amarah sesekali mewarnai benak mereka disaat kedua kubu sedang saling menyindir.


"Kemana perginya anak buah kamu, Red?" tanya Daniel. Itu sebenarnya bukan prtanyaan biasa. Dari pertanyaan tersebut, Daniel sudah curiga kalau Red memang sedang merencanakan sesuatu.


Red yang memang dalam hatinya ada perasaan was was, terlihat terkesiap begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Daniel. Salah satu anak buah Red memang pergi sudah cukup lama dan Red juga sedang menunggu kabar dari anak buahnya. Tapi sayang, sejak anak buah yang berasal dari dalam negeri itu pergi, sampai sekarang dia belum mengetahui kabar berikutnya.


"Mungkin lagi berjaga di tempat mobil kami. Kalian tahu bukan, kalau tempat ini sepi?" Red mencoba memberi alasaan yang terbilang masuk akal. Namun, ucapannya sama sekali tidak menumbuhkan rasa percaya pada diri tiga bule yang ada di sana. Hanya Pak kades yang merasa berada di tengah tengah kubu itu, antara percaya atau tidak percaya.


"Memang kamu dapat bawa mobil berapa kesini?" tanya Alex, karena kalau soal itu alex dan yang lainnya tidak mengetahui kalau Red membawa mobil tiga dan dua anak buahnya sedang beradaa di sana.


"Ada beberapa, karena saya tidak datang sendiri," jawab Red sesantai mungkin. Nyatanya memang Red tidak datang sendiri

__ADS_1


Bahkan dua anak buah lainnya berada di di sekitar mobil dan mereka saat ini menjadi sasaran Mike dan Josh berikutnya.


Setelah melumpuhkan tiga anak buah Red dan menjadikan mereka berada di satu tempat yang dijaga oleh para janda, sekarang Mike dan Josh bergerak menuju ke tempat mobil milik Red terparkir. Tempat yang gelap menjadi keuntungan tersendiri bagi dua bule itu saat mendekati dua pria yang saat ini sedang duduk di bawah lampu dekat gerbang sekolahan dan menghadap ke arah lapangan.


"Bukankah kita sebaiknya tembak mereka aja, Josh?"


"Jangan!" tolak Josh. "Jangan sampai mengundang perhatian warga. Ingat, Red masih berada di rumah Pak kades. Jangan sampai kita membuat dia bertindak di luar batas. Jangan sampai Red mengetahui kalau anak buahnya telah lenyap."


Entah apa yang sedang menjadi bahan pembicraan anak buah Red saat itu, yang pasti pada saat mereka asyik bercerita yang diselingi dengan suara tawa, mereka begitu terkejut ketika tiba tiba kepala mereka sudah ditodong dengan senjata api.


"Kalian siapa hah?" bentak salah satu pria itu dengan mata melirik rekannya dan memberi kode untuk melakukan perlanawanan.


"Siapa pun kami, itu tidak penting bagi kalian. Sekarang ikut kami," titah Josh.

__ADS_1


Bukannya takut, tapi dua anak buah Red terlihat sangat meremehkan. Bahkan hanya dengan sekali anggukan, anak buah red langsung melakukan perlawanan. Lagi lagi pertarungan dua kubu terjadi dengan sengitnya. Kali ini keduakubu terlihat sangat imbang.


Sambil bertarung, Mike dan Josh berpikir cepat agar bisa melumpuhkan lawan mereka secepatnya, tapi pihak lawan malah sedang memikirkan cara merebut senjata yang ada di tangan dua bule itu. Tendangan, hantaman, dan pukulan bertubi tubi dilakukan oleh kedua kubu hingga beberapa lama berselang Josh dan Mike melihat peluang kemenangan untuk pertarungan itu.


Josh berhasil menendang paha, betis serta beberapa hantaman pada dada, perut dan wajah lawannya, begitu juga dengan Mike. Dua bule juga mendapat serangan yang sama tapi tidak separah yang diterima lawan sehinga lawan akhirnya berhasil ditumbangkan dan dibungkam.


Setelah lawan dinyatakan tak berdaya, Josh segera memberi tanda pada beberapa janda yang sedari tadi bersembunyi untuk mengawasi keadaan. Dua bule itu memang mengajak beberapa janda untuk berjaga kalau terjadi hal buruk maupun hal baik pada dua bule. Dengan peralatan yang mereka bawa, dua anak buah Red berhasil diamankan.


"Sekarang rencana selanjutnya, Mike," ucap Josh begitu urusan anak buah Red selesai.


"Yang mana dulu?" tanya Mike agak bingung. Josh sontak menyeringai dan dia mengatakan kembali rencana selanjutnya yang sudah dirancang sangat rapi. Mike mengerti dan mereka meminta bantuan para janda untuk menjalankan rencana berikutnya.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2