
"Tuan, apa boleh saya bertanya?"
"Tanya tentang apa, Tuan?"
"Apa mungkin yang anda katakan tentang Josh dan juga Mike adalah sebuah kebohongan juga?"
Kening Daniel dan Alex sontak berkerut. Mereka saling pandang lalu kembali menatap kepala kampung tersebut. "Maksud, Tuan?" Daniel mencoba memastikan.
"Seperti yang anda katakan, Pekerjaan tuan Josh dan Tuan Mike adalah menipu dan pencuri profesional barang mahal. Tapi melihat kejadian ini, kenapa saya jadi ragu dengan pernyataan anda."
Mata Daniel dan Alex sontak membelalak. sekarang mereka tahu ke arah mana pertanyaan orang nomer satu di kampung itu. "Kami mengatakan yang sebenarnya, Tuan. Mereka memang penipu dan juga pencuri. Nama mereka bahkan sudah terkenal dikalangan para penjahat di beberapa dunia," balas Alex.
"Benarkah?" tanya Pak kades memastikan. Alex dan Daniel mengangguk dengan sangat antusias. "Tapi kenapa, Tuan Josh dan Tuan Mike tidak membawa kabur berlian tersebut? Mereka malah menyerahkan berlian ke polisi? Kenapa mereka tidak membawa lari saja berlian itu? Padahal kata orang yang menemukan, semalam berlian itu sudah diserahkan kepada Tuan Josh dan juga mike."
"Apa!" Daniel dan Alex memekik hampir bersamaan. Meraka kembali saling pandang dan langsung merasa tidak nyaman dengan pandangan yang dilakukan Pak kades terhadap mereka. "Bisa saja, ini hanya tipuan, Tuan. Mereka itu punya banyak akal untuk menipu targetnya," Alex mencoba memberi alasan yang memanmg terdengar masuk akal.
__ADS_1
"Menipu tergetnya? Berarti ini akal akalan mereka untuk menipu kami gitu? Apa ini tidak aneh. Malah menurut saya, kalian lah yang inginm menipu kami."
Deg!
Wajah kedua bule kembali dibuat terkejut. sedangkan memilih tetap diam sembari menyaksikan sesuatu yang sedang terjadi di depanm matanya. Dalam benak, Ken sebenarnya cukup merasa senang dengan tindakan Pak kades. Pemimpin kampung tersebut tidak percaya begitu saja dengan alasan yang dibuat Daniel dan Alex.
"Bagaimana kami bisa menipu, Tuan?" Alex kembali mengeluarkan suaranya. "Bukankah kami sudah mengakui semuanya?"
"Memang benar, kalian memang sudah mengakui semuanya. Tapi menurut anda, apa yang akan Josh dan Mike curi dari kami? Sedangkan kan mereka tahu, bahkan Tuan Ken juga tahu kondisi penduduk di sini bagaimana. JIka memang kami adalah target mereka, apa yang akan mereka lakukan untuk menipu kami?"
Diam, cuma itu yang bisa dilakukan oleh Daniel dan Alex saat ini. Mereka tidak bisa berkata kata lagi untuk mencari alasan yang sangat tepat demi bisa menguatkan pendapat mereka. Biar bagaimanapun kedua bule itu cukup tahu dengan kondisi penduduk kampung ini hanya dengan melihatnya. Jadi saat ini terlihat wajar kalau pada akhirnya Daniel dan Alex terlihat sudah berbohong.
"Tuan, bangun. Sudah siang ini," seru soerang wanita dengan lembutnya begitu memasuki kamar lalu dia duduk di tepi ranjang. "Apa Tuan tidak lapar?"
Mata bule itu terbuka lalu senyumnya terkembang saat menatap wanita si pemilik rumah. "Lapar, tapi aku tidak mau makan yang lain."
__ADS_1
Kening si wanita sontak berkerut. "Tidak mau makan yang lain? tapi saya sudah masak loh?"
Bule bernama Mike malah tersenyum lebar lalu tangannya bergerak dan jarinya menempel pada benda penting yang ada di tubuh si wanita. "Aku ingin makan ini."
"Astaga!"
Meski cukup mengejutkan tapi terlihat jelas kalau wanita itu pasti akan mengabulkan permintaan Mike dengan senang hati. Karena kondisi rumah yang memang selalu sepi, tanpa pikir panjang, wanita itu langsung menyerahkan dirinya kepada Tuan bule untuk dinikmati.
Hal serupa juga terjadi pada Josh. Jika Mike baru saja memulai permainnanya, Josh malah sudah menyelesaikan ronde pertamanya. Kini dua tubuh penuh keringat itu masih dalam posisi berpeluk dan terbaring melepas lelah.
"Setelah ini, apa yag akan Tuan bule lakukan?" tanya wanita beranak satu yang saat ini sedang dipeluk perutnya dari belakang oleh seorang pria bule.
"Mungkin aku akan menemui Pak kades, " jawab Josh tenang meski hatinya ada sedikit rasa khawatir karena Pak kades sudah mengetahui latar belakang dan pekerjaan Josh serta Mike, saat mereka menguping pembicaraan Pak Kades dan tamunya semalam.
"Saya harap, semuanya akan baik baik saja ya, Tuan?"
__ADS_1
Josh sontak tersenyum sembari mengencangkan pelukannya dan mengecup pundak wanita itu. "Aku juga berharap demikian."
...@@@@@...