
Kali ini Pak kades terlihat lebih syok dari yang yang sebelumnya. Informasi mengenai dua pria yang pernah dia tolong di dalam satu pulau tak berpenghuni dan sampai dia membawa mereka ke kampungnya, membuat mulut kepala kampung itu terbungkam, tak bisa mengatakan satu patah katapun.
Saat itu juga, hati Pak Kades langsung diliputi amarah dan kekesalan. Jika benar Josh dan Mike adalah penipu, berarti dia selama ini tertipu oleh dua bule itu. Dalam benak Pak kades terus saja bertarung. Ada sisi hati yang ingin menolak untuk percaya informasi tersebut, tapi sisi hati yang lain seperti memaksanya untuk percaya dengan apa yang dikatakan dua bule tamunya.
Setelah mengatakan jati diri Josh dan Mike, dua bule yang baru saja menyambangi desa tersebut terlihat tersenyum tipis. Senyum mereka mengandung arti kalau mereka berhaasil menyingkirkan lawan tanpa harus berbuat curang dan mengotori tangan mereka.
Sedangkan satu bule berwajah oriental yang ada di sana juga nampak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Daniel dan Alex. Ken ingin mengeluarkan suaranya, tapi Ken takut terjadi salah paham kepada dua belah pihak. Ken sendiri juga datang ke sini diawali dengan kebohongan jadi dia tibak bisa membela Josh dan Mike.
"Apa ada masalah Pak kades?" tanya salah satu janda yang masih ada disana. Meski mereka tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Pak kades dan para bule, tapi mereka merasa ada yang tidak beres saat mereka melihat raut wajah Pak kades dan juga ken.
"Tidak, lebih baik kalian pulang dulu. Nanti urusan berikutnya saya yang akan sampaikan ke pondok," balas Pak kades yang belum siap mengatakan kepada para janda tentang jati diri dua bule yang sekarang sudah pergi dari kampung tersebut.
Para janda pun dengan berat hati menyetujui perintah Pak kades. Mereka satu pesatu pulang ke pondok janda. Sedangkan Bu kades sendiri sudah masuk ke dalam sejak tadi, karena memang dia juga tidak mengerti dengan pembicaraan suaminya dengan para tamu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya juga tidak bisa membiarkan Tuan tuan untuk tinggal di tempat saya ini," ucap Pak kades kepada para bule yang ada disana. Tentu saja ketiganya langsung menunjukkan rasa terkejutnya.
"Kenapa, Tuan? Bukankah saya sudah mengatakan yang sebenarnya?" tanya Daniel.
"Anda memang sudah mengatakan semuanya dan saya sangat berterima kasih untuk itu. Dan saya juga juga tidak ingin para warga termasuk saya tertupi lagi dengan kedatangan bule yang memiliki maksud terselubung saat datang ke kampung ini."
"Apa! Maksud terselebung?" Alex dan Daniel menatap tak percaya pada pria dihadapannya.
Alex dan Daniel semakin terperangah mendengarnya. "Tapi kami sudah mengatakan yang sebenarnya, bukan?" Alex berusaha membela diri.
"Memang, kalian sudah mengatakan yang sebenarnya. Tapi kalian mengatakan yang sebenarnya setelah kalian ketahuan tentang alasan kalian menolong dua warga saya. Seandainya saya percaya begitu saja dengan alasan anda menolong warga saya, saya yakin anda akan meneruskan kebohongan itu bukan?"
Alex dan Daniel terbungkam. Apa yang dikatakan Pak kades memang benar. Semua tidak akan terkuak jika tujuan mereka berdua datang ke kampung ini juga tidak terbongkar senelumnya. Sedangkan Ken, diam diam malah tersenyum. Menurut Ken, setidaknya ini salah satu tindakan yang tepat dari Pak kades.
__ADS_1
"Warga kampung disini memang warga kampung yang bodoh termasuk saya, tapi bukan berarti kalian bisa berbuat sesuka hati untuk membodohi kami. Saya tahu negara asal kalian lebih maju dan kalian punya banyak kuasa untuk berbuat apa saja. Tapi saya tidak terima jika warga saya terus terusan dibodohi dengan nama kebaikan. Saya minta dengan segala rasa hormat, tolong tinggalkan kampung saya. Untuk masalah berlian, biar nanti saya yang usahakan untuk berbicara dengan para warga."
Alex dan Daniel masih terdiam dalam duduknya. Sepertinya mereka tidak memiliki kesempatan untuk mencari alasan agar bisa berada di kampung ini lebh lama. Begitu juga dengan Ken, tapi Ken malah terlihat lega dengan keputusan Pak kades yang menurutnya sangat tepat dan sangat adil.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Josh dan Mike masih asyik duduk di depan sebuah warung sambil memikirkan tempat untuk menginap malam ini.
"Apa kita diam diam kembali ke kampung itu saja, Josh?"
"Diam diam bagaimana?"
"Kita diam diam kembali kesana dan memantau keadaan. Kita bisa menggunakan wanita yang pernah kita tiduri agar kita bisa bermalam di rumah mereka, bagaimana?"
...@@@@@@...
__ADS_1