
Apa yang terjadi jika dua orang berbeda jenis dan sama sama dewasa berada di dalam satu tempat yang sepi? Sudah pasti sesuatu yang sangat nikmat lebih banyak terjadi daripada harusmenghindarinya, bukan? Apa lagi keadaan mereka saling mendukung untuk melakukan permainan meski sebenarnya itu perbuatan yang salah.
Pria dengan wajah tampan, tubuh yang kekar, serta wanita cantik yang lapar dan haus belaian seorang pria, menjadi faktor pendukung utama permainan yang diawali dengan saling rayu dan saling memberi kode dalam bentuk jandaa. Entah bagaimana awal ceritanya dan siapa yang memulainya, yang pasti saat ini dua orang itu sudah saling tindih satu sama lain dengan bibir yang saling menempel.
Pengaruh hasrat memang begitu sangat hebat. Jika tidak bisa menahannya, maka hubungan terlarang pun akan terjadi demi hasrat yang terus melonjak. Seperti yang dirasakan dua orang tersebut. Tak peduli udara panas cukup menyengat, di antara rimbunnya tamanan kebun, dan juga keduanya baru saling kenal beberapa saat yang lalu, tapi saat hasrat sudah merasuki tubuh, mereka bisa melebur jadi satu dalam permainan penuh rasa nikmat. Yang ada dipikiran mereka hanya satu, ingin menuntaskan hasrat yang terlanjur meronta selagi ada kesempatan.
"Nona yakin tempat ini sangat aman?" tanya pria berparas bule yang kini sedang mengungkung seorang wanita yang sudah pasrah di bawahnya.
"Sangat aman, Tuan, kan saya sudah sering ke sini," jawab si wanita dengan sangat yakin. Wanita itu tentu saja lebih tahu tentang keadaaan tempat itu. Karena hasrat yang terlanjur meninggi, wanita itu juga harus bisa meyakinkan pria bule itu agar mau memuaskannya saat itu juga. Makanya si wanita meyakinkan si bule kalau kebun itu aman dari gangguan.
__ADS_1
Josh langsung saja kembali melancarkan aksinya. Bagi Josh, bermain diluar kamar atau tempat terbuka memang lebih menantang dan sangat menyenangkan. Dia sendiri tentu saja pernah melakukannya. Entah itu di atas gedung, di tepi pantai, bahkan di tempat wisata atau sarana umum. Pesona Josh yang tak terbantahkan daya pemikatnya, membuat banyak wanita gelap mata dan mau melakukan permainan penuh kenikmatan dimanapaun tempatnya berada.
"Akhhh ..." rintihan panjang keluar dari mulut si wanita saat lubang nikmatnya mulai dimasuki sesuatu yang sudah sangat menegang dan cukup besar. Antara perih dan nikmat berbaur jadi satu saat benda itu perlahan mulai masuk ke dalam lubang yang telah lama tak disentuh.
Di tempat lain, tepatnya di kediaman yang ditinggali Josh, terlihat Ken masih terpaku berada di tempatnya. wajahnya masih menunjukkan raut penyesalan yang luar biasa, dengan kenyataan yang baru saja dia dengar. batinnya terus berteriak dan mengucap kata maaf pada seseorang yang telah berada di alam lain karena kebodohannya.
Beruntung, karena beberapa hari diajari bahasa inggris oleh MIke dan Josh, salah satu warga berhasil bisa sedikit berkomunikasi dengan Ken. Ken cukup terkejut saat warga itu bertanya dalam bahasa inggis. Meski agak terbata tapi Ken mengerti apa yang ditanyakan warga itu. Apa lagi warga itu juga berbicara sambil menunjukkan isyarat menggunakan tangan membuat Ken semakin memahami apa yang dikatakan warga yang seorang wanita itu.
"Apa Tuan sudah makan?" tanya si wanita itu sambil memperagakan orang yang sedang menyuapi makanan ke mulutnya. Ken sontak saja menggeleng dengan wajah sedikit malu. Pada kenyataannya memang dia belum makan sejak pagi dan saat ini dia cukup lapar. Wanita itu lantas mengajaknya untuk mampir.
__ADS_1
Dengan rasa canggung Ken mamasuki rumah yang berdinding dari papan kayu dan juga anyaman bambu. Ken duduk di salah satu kursi yang ada di satu ruang. mata Ken mengedar ke segala penjuru ruang. Tidak ada barang mewah yang terlihat di sana. Para penduduk benmar benar hidup dalam kesederhanaan.
Ken makin merasa terharu saat melihat wanita itu menyediakan makanan dengan senyum yang terlihat begitu tulus. Meski lauknya sangat sederhana, Ken sungguh sangat merasakan kehangatan yang begitu tulus disana. Dengan segala rasa canggung yang ada, disertai obrolan ringan yang diirngi dengan isyarat, Ken bersama wanita itu menikmati hidangan yang ada.
Ken mengambil ponselnya. Meski tidak ada sinyal, tapi di dalam ponsel itu ada aplikasi penerjemah seperti kamus yang biasa Ken gunakan setiap berkunjung ke negara lain. Ken akan menggunakan aplikasi itu untuk berbincang dengan wanita yang ada di hadapannya nanti.
Saat menikmati hidangannya, si wanita diam diam mencuri pandang pada Ken dengan segala khayalan khas seorang wanita. "Orang ini tak kalah tampan dengan tuan bule. meresahkan."
...@@@@@...
__ADS_1