BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Sebuah Fakta


__ADS_3

Josh mendengus sebal saat langkah kakinya mamasuki rumah dan melihat Ken yang sedang terbaring di atas kuris kayu. Sejak ada pria itu, emosi Josh memang tidak stabil. Dia selalu menunjukkan wajah kesal bercampur benci kapada pria berwajah oriental itu. Rasa benci itu sudah lama ada sejak Ken membuat kesalahan yang menyebabkan hubungan mereka renggang.


Berbeda dengan MIke. Meski dia juga membenci Ken, tapi pria itu masih bisa mengatur emosinya. Biar bagaimanapun, Mike yang sudah lama bersama Josh dan tahu apa yang terjadi diantara Josh dengan Ken, Mike tetap bisa sedikit lebih santai dalam menghadapi Ken. Mike cuma merasa tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi antara dua orang itu.


"Bukankah saat kalian menghilang, berlian merah jambu ada pada kalian? lalu dimana berlian itu? Nnggak mungkin hilang, Kan?" pertanyaan yang terlontar dari mulut Ken langsung menghentikan langkah dua bule dan membuat mereka menatap tajam ke arah si pemberi pertanyaan.


"Bukan urusan kamu!" hardik Josh. "Kamu mau mengatakannya pada Red? Cuma itu kan ancaman yang bisa kamu berikan?"


Kening Ken sontak berkerut. dia hanya sekedar bertanya tapi tanggapn Josh selalu seperti itu. Berpikiran buruk kepadanya. Ken sadar mungkin dulu dia salah. Bahkan dia menjadi orang kepercayaan Tuan Arnold juga gara gara melakukan kesalahan. Tapi Ken tidak menyangka, rasa benci Josh kepadanya benar benar mendarah daging.


"Apa kamu sangat takut kepada Red?" pertanyaan Ken tentu saja seperti sengaja menyulut amarah dalam diri Josh. beruntung di saat Josh hendak meluapkan amarahnya, di sana ada Mike yang berusaha menenangkan rekannya.


"Tenang, Josh, tenang. Nggak perlu meladeni ucapan dia. Tenang," ucap Mike sambil menahan tubuh Mike.


"Dia memang harus dikasih pelajaran, Mike. Mulutnya nggak pernah bisa dijaga," sungut Josh berapi api.

__ADS_1


"Jangan, biarkan saja. jangan sampai mengundang perhatian warga dan Pak Kades, Josh."


"Justru itu yang Ken inginkan. Dia ingin rencana jahatnya berjala lancar dan menindas penduduk disini. Dia ingin menyingkirkan kita dulu sebelum rencananya lancar. Dia memamg sepicik itu demi mendapat kepercayaan dari Arnold, Sampai orang yang telah menolong ibunya saja dia korbankan!"


Deg!


Mata Ken sontak membulat. Dia bahkan sampai bangkit dari berbaringnya dan menatap penuh tanya pada ke arah Josh. "Apa maksud kamu, Josh?"


"Asal kamu tahu, orang yang mendonorkan ginjal kepada ibu angkatmu adalah charli, puas!" ucap Josh lantang dan dia langsung pergi keluar rumah dengan segala amarah yang merasuk di dadanya.


"Tapi aku harus minta penjelasan pada Josh, Mike. Apa maksud yang dia katakan barusan!"


"Tidak perlu! Biar aku yang mengatakan semuanya!"


Ken yang sedari tadi berontak langsung terdiam dan menatap nyalang ke arah Mike. "Kamu tahu hal itu, Mike?"

__ADS_1


"Ya, aku tahu."


Sementara Josh, memilih melangkahkan kakinya ke sembarang arah untuk meredam emosinya. Hingga tanpa terasa, langkah kaki Josh menginjak area perkebunan di mana terlihat sayur mayur tumbuh dengan lebatnya. Josh nampak tertegun menatap hamparan pohon sayur itu. Matanya mengedar dan dia melihat sebuah gubug diantara rimbunnya pohon sayur. tanpa berpikir panjang, Josh mendatangi gubug itu dan duduk disana untuk menenangkan diri.


Josh terdiam. Meski matanya mengedar melihat pemadangan yang begitu indah di sana, namun pikiran Josh melayang ke arah masa lalu. Tentu saja melihat wajah Ken, membuat dia teringat kembali satu nama yang pernah menjalani hidup bersama Josh di waktu dia masih berusia dua puluh tahunan.


"Eh ada Tuan bule," sebuah suara tiba tiba muncul setelah Josh terdiam dalam gubug dalam waktu yang cukup lama.


Josh nampak terkejut dan dia segera saja menoleh ke arah sumber suara di balik punggungnya. Terlihat seorang wanita tersenyum manis di sana dan melangkah ke arah bule yang sedang duduk. Wanita itu menaruh bekal yang dia bawa di dalam gubug tersebut.


"Apa yang Nona lakukan disini?" tanya Josh dengan tatapan heran dan sedikit menyelidik.


"Harusnya saya yang bertanya kepada Tuan bule, kenapa Tuan bule ada dikebun saya? Apa lagi tadi saya melihat Tuan bule sedang melamun? Apa Tuan bule sedang ada masalah?" tanya wanita itu setelah duduk di sisi yang lain dari gubug tersebut.


sejenak Josh nampak tertegun, tapi tak lama setelahnya senyum manisnya terkembang hingga membuat wanita itu terpesona. "Ternyata dipandang dari dekat, anda begitu sangat tampan, Tuan. duh, meresahkan."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2