
Plak! Plok! Plak! Plok!
suara benturan dua tubuh yang sedang melakukan penyatuan, terdengar menggema dari salah satu kamar di sebuah rumah pada satu kampung. Dua tubuh penuh keringat itu juga sesekali mengeluarkan suara sebagai ungkapan kenikmatan dari kegiatan yang saat ini sedang mereka lakukan.
Suara keenakan memang lebih sering keluar dari mulut si wanita yang terbaring pasrah, menerima setiap sodokan dari pria bule yang nampak lebih gagah disaat melakukan penyodokan dengan penuh kelembutan. Si pria begitu nampak lebih tenang dengan pinggang yang terus bergerak maju mundur ke dalam lubang milik wanita yang sudah beberapa kali meraih puncak dan mendapat kepuasan dari pria bule itu.
Di tengah tenngah permainan yang sedang mereka lakukan, kedua orang itu mendengar suara kendaraan berhenti tak jauh dari rumahnya. Karena suasana kampung yang sangat sepi, menyebabkan setiap ada suara yang datang lebih jelas terdengar menggema saat itu. Keduanya yakin kalau itu adalah suara mobil yang berhenti di dekat lapangan dan juga dekat dengan rumah yang sedang digunakan dua orang itu untuk brcinta.
"Sepertinya ada suara mobil di depan, Tuan?" ucap si wanita yang saat ini sedang terbaring pasrah dengan posisi tubuh yang miring.
"Iya, aku juga mendengarnya," jawab si pria yang terus menyodokan miliknya dari belakang dalam posisi miring juga. kaki si wanita terangkat satu hingga memudahkan milik si pria menyodok lubangnya.
"Mobil siapa kira kira itu?"
"Sudah, jangan dipikirkan. kita tuntaskan dulu permainan kita, nanti kalau sudah selesai kita selidiki."
Si wanita langsung tersenyum dan dia hanya mangangguk. Karena memang permainan sudah berlangsung cukup lama, akhirnya beberapa menit kemudian pria bule itu menuntaskan permainan dengan menyemburkan tetesan air putih nan kental di dalam lubang si wanita. Mereka lalu memutuskan istirihat dalam beberapa menit.
__ADS_1
"Sepertinnya bukan mobil orang sini," bisik si wanita saat mereka memutuskan segera memakai baju dan mengintip dari balik jendela rumahnya.
Pria bule yang ada ada di rumah itu juga menajamkan pandangannya. "Apa mungkin itu adalah mobil yang menyelamatkan dua penghuni pondok janda?"
"Kayaknya bukan deh, Tuan. Kalau mobil yang digunakan mereka bukan mobil seperti itu. Lagiah mobilnya juga sudah pergi. Sepertinya dua bule yang menolong wanita di pondok janda kayaknya nginep di rumah Pak kades."
Di saat bersamaan, terlihat dua orang asing keluar dari salah satu mobil yang ada disana. Meski pencahayaan tidak terlalu terang, tapi sorot lampu yang terpancar dari depan gedung sekolah mampu memberi cahaya yang cukup jelas pada dua orang asing yang berada di sana.
"Itu kan!" Josh bergumam. Matanya hampir tak percaya saat melihat orang yang dia kenal berada di kampung yang sama. "Sepertinya para penduduk sedang dalam bahaya."
"Apa! Yang benar, Tuan!" si wanita nampai terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Josh,
"Tuan mau pergi?" tanya si wanita dengan wajah berubah menjadi panik.
"Nggak perlu khawatir. kamu di rumah aja dan biarkan lampunya menyala. Kalau ada yang mengetuk pintu jangan dibuka kecuali saya, oke."
Wanita itu mengangguk pasrah. Josh bersiap diri untuk menyelinap keluar rumah. Beruntung sisi lapangan yang lainnya lebih gelap dan berupa tanah kosong yang di tumbuhi pepohonan. Josh menggunakan keadaan itu untuk menyelinap menuju rumah Marina.
__ADS_1
Tok! Tok! Tok!
"Mike! Mike!" Josh memanggil Mike dengan suara pelan. Tak lama kemudian, pintu terbuka dan ada wanita yang menyuruh Josh segera masuk dan memberi kode agar Josh jangan bersuara. Dari sikap wanita itu, Josh mengerti kalau Mike sudah tahu, sesuastu sedang terjadi di kampung tersebut.
"Kalian sudah tahu kalau ada orang asing datang ke sini?" tanya Josh.
"Sudah, tadi aku sempat ngintip. Di depan rumah Pak kades benar benar menegangkan saat ini," balas Mike dan itu memang cukup mengejutkan bagi Josh.
"Bagaimana bisa? Memang apa yang sedang terjadi di sana?" tanya Josh.
"Kurang tahu. Yang jelas disana ada Red dan anak buahnya serta ada Ken dengan Daniel dan juga Alex," terang Mike dan sukses membuat Josh kembali terkejut.
"Astaga, ini bisa berbahaya, Mike. Di sana dekat lapangan, anak buah Red juga sedang berjaga. Pasti Red sudah merencanakan sesuatu yang sangat licik."
"Aku tahu. Makanya aku tadi hendak menyusul kamu. Untungnya kamu lebih dulu kesini. Sebaiknya apa yang harus kita lakukan?"
Josh terdiam. Otaknya brpikir cepat mencari jalan keluar untuk menyelamatkan penduduk kampung. Begitu juga dengan Mike.
__ADS_1
...@@@@@...