BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Setelah Makan Siang


__ADS_3

"Tuan."


"Hum?"


"Kemarin saat kita berhubungan badan, kenapa Tuan mengeluarkan benihnya di luar, bukan di dalam lubang nikmat saya?"


Kening Josh sontak berkerut. Dipandanginya wajah wanita yang sedang menatapnya dengan lekat, lalu dia mengalihkan pandangan matanya ke hamparan tanaman sayur sembari tersenyum tipis. "Apa Nona kecewa, saya tidak menanam benih dalam lubang Nona?"


Meski heran dengan pertanyaan yang terlonta dari mulut Josh, wanita itu juga ikut tersenyum tipis dan juga mengedarkan pemandangan ke arah yang sama dengan yang Josh lakukan saat ini. "Ya agak kecewa sih, bukankah kalau keluar di dalam lubang itu sangat nikmat? Tapi Tuan malah mengeluarkannya di luar."


Josh jadi terkekeh sejenak. "Maaf jika apa yang saya lakukan cukup mengecewakan. saya hanya tidak mau tumbuh benih dalam rahim kamu, Nona."


Si wanita dibuat terkejut mendengarnya. Dia kembali memandang ke arah Josh. Di saat dia hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan, Josh terlebih dahlu menceritakan alasannya tidak menanam benih dalam lubangnya. Meski mengejutkan, sepertinya wanita itu cukup mengerti dengan alasan yang diutarakan Josh.


"Oh seperti itu? Ya, aku mengerti. Maaf loh, gara gara rasa penasaran saya, Tuan jadi membuka masa lalu Tuan bule," ucap wanita itu merasa tak enak hati begitu Josh selesai bercerita.

__ADS_1


Josh memasang senyum lebarnya yang diiringi kekehan kecil. "Tidak perlu minta maaf. Itulah sebabnya saya juga menolak cinta para janda karena saya tidak mau ada keterikatan. Saya bukan orang sini dan saya juga belum tentu akan datang kesini lagi. Makanya jangan terlalu berharap saya membuka hati."


Wanita itu mengangguk beberapa kali tanda mengerti. "Tapi seandainya ingin mencicipi isi celana tuan bule, apa masih boleh?"


Josh memandang lekat wanita yang sat ini sedang senyum senyum sambil salah tingkah dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Senyum josh kembali melebar, gemas melihat tingkah wanita beranak satu itu. "Mau mencicipi sekarang atau bagaimana?"


"Terserah tuan bule saja, bisanya kapan."


Josh mengedarkan pandangannya ke sekitar perkebunan. Suasannya cukup sepi. "Apa tempat ini kalau siang memang sepi?"


Josh mengangguk tanda mengerti lalu dia menggeser duduknya ke arah belakang gubug hingga dia bersender di dinding gubug yang tingginya sekitar lima puluh meter itu. "Kalau mau sekarang ya silakan," ucap Josh sambil mengeluarkan isi celananya.


"Astaga! tuan serius? Main disini?" tanya wanita itu dengan wajah terkejutnya.


Josh mengangguk. "Mau tidak? Katanya sepi, mumpung aman, ayok."

__ADS_1


Wanita itu mendadak dilema. Tapi karena hasratnya yang sudah mulai meronta begitu melihat isi celana Josh keluar dari sarangnya, wanita itu lebih memilih menuntaskan hasratnya daripada menundanya. Dirapikannya tempat bekal dan disingkirannya ke bawah gubug, lalu wanita itu bergeser mendekati Josh.


"Mau langsung masuk ke dalam lubang saya, Tuan?"


"Jangan dong, Sayang. Kan belum tegang. mainkan dulu pake mulut kamu ya?"


Wanita itu mengangguk. tangannya bergerak menggengam beda milik Josh yang masih terkulai lemas. Wajahnya juga turut mendekat hingga mulutnya tepat berada di dekat benda milik Josh. tanpa basa basi, ujung batang milik josh langsung dinikmati oleh wanita itu. Tidak hanya bagian ujung yang terkena mulut, lidah milik wanita itu juga menjalar hingga ke bawah dan ke daerah kantung yang berisi dua telur.


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di hotel yang cukup mewah di sebuah kota, Red nampak baru saja keluar dari kamarnya. Hari ini rencananya dia dan anak buahnya akan kembali ke kampung untuk menyelidiki Ken dan yang lainnya. Red juga penasaran dengan dua orng bule yang ada disana. Dia ingin memastikan sendiri siapa orang asing yang dilihat anak buahnya. Apakah itu Josh dan Mike atau orang lain, karena dari laporan yang dia terima, orang itu katanya sangat akrab dengan warga.


Red melangkahkan kakinya menuju restoran yang ada di sana untuk mengisi perut sembari menemui dua anak buahnya yang juga ada tempat tujuan pria itu. Setelah mengetahui dimana anak buahnya duduk, Red terlebih dahulu mengambil beberapa makanan yang sudah tertata rapi di salah satu sisi restoran tersebut. Setelah merasa cukup dalam mengambil hidangannya, Red segera bergabung dengan anak buahnya untuk membahas rencana yang akan mereka lakukan hari ini.


Tanpa Red sadari, di salah satu meja yang ada di sana, ada dua orang yang terlihat terkejut saat melihat kebaradaan Red di tempat yang sama dengan mereka. "Red?"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2