BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Para Janda Bertengkar


__ADS_3

"Nona!" teriak Ken dengan tangan melambai. Salah satu janda yang masih berkerumun di sana, langsung mendekat lalu menerima ponsel Ken yang berisi satu pertanyaan. Wanita itu mengangguk dan mengambil alih ponsel ken kemudian merangkai kata kata. Ken dengan santai membalas tatapan dua bule yang ada di sana.


Wajah Daniel dan Alex terlihat jelas rasa paniknya. Mereka memandang ken penuh dengan rasa benci. Padahal keduanya adalah anak buah orang yang sama. Tapi entah kenapa, keduanya malah seakan bersaing untuk mendapatkan berlian yang ada di sana.


"Ini, Tuan," ucap Wanita itu begitu selesai merangkai kata kata yang lumayan panjang sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan ken. Pria bule berwajah oriental itu nampak menyeringai saat membaca tulisan dari wanita yang sekarang berdiri didekatnya. Matanya langsung menatap Daniel dan Alex dengan menunjukkan senyum kemenangan.


Sikap para bule yang ada di sana, tentu saja menjadi perhatian Pak Kades. Benak pemimpin kampung itu lantas bertanya tanya, apa mereka saling kenal? Tapi dari sikap antara Ken dan dua bule dihadapannya nampak tidak bersahabat. Apa ada sesuatu diantara mereka?


Di saat Pak kades tenggelam dalam banyak pertanyaan dari benaknya, salah seorang warga mendekati tempat dimana kepala kampung itu duduk. "Pak kades, apa Pak kades tidak mencurigai sesuatu?"


Pertanyaan penduduk dengan bahasa lokal tentu saja mengejutkan Pak kades saat itu juga. "Mencurigai bagaimana?"


"Bapak tahu kan kalau dalam berita yang tersebar tadi pagi, kalau disini ada orang asing yang pura pura baik demi sebuah berlian?"


Pak kades langsung dibuat terkejut. Pertanyaan penduduk seketika membuat Pak Kades berpikir keras. Apa yang dikatakan penduduk tersebut ada benarnya juga. Lalu kalau memang mereka benar benar menyelamatkan dua wanita itu, kenapa dua bule itu tidak langsung mengantarkannya ke kampung sejak kemarin? Apa lagi dua wanita itu nampak baik baik saja dan tidak terlihat ada tanda tanda penyiksaan.

__ADS_1


"Kamu diam saja. Biar nanti aku yang selidiki," ucap Pak Kades. Penduduk itu mengangguk dan dia memutuskan pergi meninggalkan rumah Pak kades.


"Pak kades," celetuk salah satu janda korban penculikan saat para warga mulai berangsur angsur meninggalkan rumah pemimpin kampung.


"Ya, ada apa?" tanya Pak kades, ramah seperti biasanya.


"Boleh tidak, dua bule ini berjaga di pondok janda menggantikan Tuan bule?" pinta janda itu.


Lagi lagi pak kades merasa terkejut. Keningnya bahkan langsung berkerut. "Kenapa kamu bisa meminta seperti itu?"


Kali ini bukan hanya Pak kades yang dibuat terkejut, tapi para janda yang masih ada disana juga cukup terkejut mendengar penuturan wanita itu.


"Darimana kamu bisa mengatakan seperti itu? Tuan bule kurang bailk?" tanya janda yang lainnya.


"Ya aku ngerasa aja kalau mereka bukan orang yang baik. Buktinya mereka tidak menolongku," wanita itu membela diri.

__ADS_1


"Hah! Kamu sadar dengan apa yang kamu omongin? Aneh banget," jawaban wanita itu jelas membuat para janda yang ada disana dibuat tercengang. Para janda yang sebagian memang memihak pada Josh dan Mike tentu saja tidak terima dengan ucapan wanita korban penculikan tersebut.


"Kenapa baru sekarang kamu ngerasa Tuan bule itu tidak baik? Kemarin kemarin kenapa tidak mengatakannya?" cecar janda yang lain.


"Iya, kemarin kemarin kamu kemana saja? Lagian kamu itu aneh. Bagaimana Tuan bule bisa menolong kamu kalau Tuan bule tidak tahu kamu diculik? maksud kamu apa sih mengatakan hal kayak gitu? Pasti kalian berdua sudah tidur dengan mereka dan langsung jatuh hati gitu? Iya kan? Astaga! Mudah banget ya hati kalian berpaling?"


"Loh, emang apa salahnya? Kan ini hati kita, ya suka suka kita kan?" sahut wanita lain korban penculikan.


"Pokoknya saya tidak setuju kalau dua bule ini menjaga pondok janda. Kalian pikir nggak sih? baru kenal kemarin sudah meminta hal aneh seperti itu. Lagian masih ada Tuan Ken, jadi kami nggak menerima orang lain."


Dua wanita korban penculikan langsung memasang wajah tak suka. "Kalian kenapa sih? Kenapa kalian tidak mau menerima dua bule itu? Setidaknya kalian harus berterima kasih juga karena mereka menyelamatkan kita," seru salah satu dari mereka masih teguh pada keinginannya.


"Ngucapin terima kasih nggak harus dengan meminta seperti itu, paham!" bentak salah satu janda dengan suara yang lantang dan cukup membaut semua yang ada di sana tecengang.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2