BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Misi Penyelamatan


__ADS_3

Dorr!


"Suara apa itu?" pekik wanita yang berada di dalam salah satu kamar. Kepanikan mereka semakin bertambah besar saat mendengar bunyi senapan meletus. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang menangis saat itu juga. Suara kegaduhan yang terjadi diluar kamar, terdengar sangat menakutkan dan menggelisahkan.


Selain suara gaduh, mereka juga mendengar teriakan teriakan yang membuat para wanita semakin bergidig ngeri. Mereka juga mendengar suara menjerit dari mulut wanita yang tadi dibawa dua orang penjahat. Pikiran mereka langsung kacau dan mereka benar benar tidak bisa berbuat apa apa kali ini. semua wanita itu hanya butuh keajaiban agar mereka bisa selamat dari hal mengerikan seperti sekarang ini.


Hingga beberapa menit kemudian, semua kembali dibuat menegang ketika pintu kamar sebagai tempat penyekapan para janda terbuka. Mereka bahkan saling peluk dengan segala rasa takut yang mendera benak mereka. Sampai mereka melihat dua bule muncul dan mata mereka langsung membelalak.


"Tuan bule!" semua memekik bersamaan dengan ekspresi wajah hampir sama semuanya yaitu terkejut, tak percaya tapi senang. Para janda tak percaya kalau saat ini yang berdiri di hadpan mereka adalah tuan bule idaman mereka yang sempat pergi meninggalkan kampung ini. Semua janda langsung saja berhamburan dan berebut memeluk Tuan bule


Ya, kegaduhan dan keributan yang baru saja terjadi adalah karena datangnya Mike dan Josh di pondok janda. Setelah mendapat informasi dari anak buah yang ditangkap oleh dua bule itu, mereka langsung bergerak dan memutuskan kalau yang harus mereka tolong terlebih dahulu adalah para wanita yang ada di pondok janda.


Dengan menyelinap lewat pintu belakang yang kebetulan belum terkunci, Josh dan Mike berhasil melumpuhkan dua anak buah Red. Bahkan saat ini salah satu anak buah Red terkapar karena Josh berhasil mengambil alih senjata yang mereka pegang. Dua wanita yang hampir diperkosa berteriak saat terjadi adu jotos dan berakhir dengan salah satu kaki penjahat terkena timah panas.

__ADS_1


"Satu satu dulu dong peluknya. Jangan berebut kayak gini," ucap Mike yang terlihat kewalahan menghadapi serangan para janda.


"Makasih, Tuan. Makasih sudah kembali untuk kami. terima kasih telah menolong kami," ucap salah satu wanita dan disusul oleh yang lainnya sampai saling menyahut.


"Ya sudah ngucapin kata makasihnya nanti dulu ya? Soalnya ini belum semuanya beres. kita amankan dua penjahat itu terlebih dahlu."


Para janda langsung menurut dan mereka semua keluar kamar menuju ruang tengah dimana dua penjahat kini telah terkapar dan terikat. Mulut mereka pun sudah ditutup perekat agar mereka tidak berteriak.


"Sekarang kalian sudah bisa membuktikan sendiri bukan? Kalau apa yang saya katakan itu benar?" ucap Mike kepada para janda yang saat ini wajahnya tidak trlihat panik lagi. "Beruntung tadi kami datang tepat waktu. Coba kalau kami terlambat, pasti dua wanita itu sudah diperkosa dan kalian akan digilir satu persatu. Apa kalian mau? Kalian digilir terus kalian dibawa pergi dari sini untuk diperdagangkan?"


"Ya maka itu, siapa yang menemukan berlian itu, mengakulah. Jika kalian tidak ada yang mengaku, kalian hanya akan mendapat masalah yang lebih besar lagi. Apa kalian mau?" semua wanita menggeleng.


"Ya sudah, siapa yang menemukan berlian itu, katakan saja dengan jujur, selagi kami masih berada disini," kini Josh yang membuka suara.

__ADS_1


Semua terdiam dan saling pandang hingga salah satu dari mereka ada yang mengangkat tangan. "Berliannya ada di kamar saya, Tuan."


semua mata langsung tertuju pada wanita itu. Josh dan Mike diam diam saling pandang dan tersenyum penuh arti. "Apa saya bisa melihatnya?" tanya Josh.


Wanita itu mengangguk. "Boleh, Tuan. Kita bisa bersama melihatnya." Wanita itu berdiri dan beranjak menuju kamarnya. Josh tanpa menunggu perintah, langsung saja mengikuti langkah wanita itu. Sesampainya di kamar, Josh duduk di atas ranjang disebelah wanita itu duduk. tangan si wanita meraih gagang laci dan menariknya hingga terlihatlah kotak kayu di dalam sana.


"Ini berliannya, Tuan," wanita itu mengambil kotak kayu dan memperlihatkan isinya.


Mata Josh langsng berbinar dan tangannya meraih kalung yang berhiaskan berlian bulan biru. "Maha karya yang sangat indah."


Josh dan wanita itu lalu keluar kamar bersama kotak kayu berisi berlian dan dia menyerahkan kotak kayu tersebut kepada rekannya. reaksi Mike pun sama, matanya berbinar saat melihat keindahan brlian tersebut.


"Sekarang apa rencana selanjutnya, Josh?"

__ADS_1


Josh manatap lekat ke arah Mike dan tak lama setelahnya dia tersenyum penuh arti.


...@@@@@...


__ADS_2