
Pembagian sembako berlangsung sangat tertib dan rapi. Senyum para warga tercetak dengan jelas ketika menerima bantuan tersebut. Setidaknya dengan adanya bantuan tersebut, para warga bisa menghemat uang mereka hingga beberapa hari ke depan. Para warga pulang dengan hati riang.
Namun sayang, diantara keramaian yang terjadi di rumah Pak Kades, mereka tidak menyadari ada dua orang yang sedang mengawasi kegiatan tersebut dengan bersembunyi di salah satu tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon. Keduanya cukup terkejut saat mereka melihat dua bule yang ada disana.
"Apa itu orang asing yang dimaskud oleh bos kita, Bro?" tanya salah satu dari mereka dengan suara sedikit lirih.
"Sepertinya iya orang itu, tapi kenapa sikapnya sudah kayak penduduk warga negara ini? Bahkan pakaian yang dia kenakan biasa saja," sahut rekannya.
"Aku juga merasa aneh, lihat! Mereka bahkan terlihat akrab ngobrol bareng para warga. Seperitinya mereka bisa bahasa negara ini?"
"Kalau begitu orang asing itu sudah sangat lama tinggal di kampung ini. Gimana? Kita laporkan saja nggak pada bos kita?"
"Laporkan saja. Daripada nanti kita disalahkan."
"Baiklah."
__ADS_1
Dua orang itupun kembali terdiam dan masih mengawasi apa yang terjadi di depan rumah Pak kades. Hingga para penduduk berangsur angsur pulang dan keadaan menjadi sepi, kedua orang itu baru keluar dari persembunyiaannya dan pergi dari tempat itu. Mereka kembali menuju tempat dimana bos mereka sedang menunggu untuk memberi laporan tentang apa yang mereka saksikan.
Red cukup terkejut dengan semua yang dia dengar dari anak buahnya. Dua orang itu memang langsung memberi laporan begitu mereka menghadap bos. Awalnya Red yakin kalau yang dilihat anak buahnya adalah Josh dan Mike, tapi mendengar cerita selanjutnya, dia jadi ragu kalau dua pria asing yang dilihat anak buahnya adalah orang yang Red cari.
"Kalian yakin, orang asing itu berbicara dengan para warga?" tanya Red memastikan.
"Sangat yakin, Bos. Kampung itu kan kampung tertinggal, jadi mana mungkin warganya bisa memakai bahasa inggris? Pasti orang asing itu yang memang sudah lama berada di sini."
"Apa mungkin orang asing itu merupakan blogger, Bos? Bukankah banyak orang asing yang sengaja datang ke sini untuk membuat video tentang kehidupan di negara ini?"
Mendengar perkataan anak buahnya membuat Red berpikir keras. Tentu saja yang dikatakan mereka memang masuk akal. Red sendiri tahu kalau banyak orang asing yang berdataangan ke negara ini dari berbagai negara untuk membuaat video di akun tutube yang memang bisa menghasilkan uang.
"Baiklah, nanti kita selidiki lagi. Sekarang, kalian kembali ke kampung itu dan cari tahu tentang berlian kepada salah satu warga. Pastikan kalian mencari informasi yang akurat."
"Siap, Bos!"
__ADS_1
Sementara itu, begitu acara pembagian bantuan telah selesai, Mike dan Josh memilih beristirahat di kediamannya. Sedangkan Ken tadi sempat bergabung dengan mereka tapi dia pergi ke rumah Pak kades karena merasa tidak enak dengan sikap yang ditunjukan oleh Josh. Entah sampai kapan permusuhan Josh dan Ken berakhir, dan sepertinya memang tidak ada harapan kalau perselisihan yang terjadi diantara mereka akan usai.
Di saat Josh dan Mike sedang asyik berbincang, keduanya dikejutkan dengan suara sapaan dari depan rumah. Setelah dilihat siapa yang datang, Josh dan Mike mengerutkan keningnya, di depan rumahnya ada dua wanita dari pondok janda.
"Maaf, Tuan bule, apa kedatanagn kami mengganggu Tuan bule?" tanya salah satu dari wanita dengan wajah twrlihat begitu canggung.
"Tidak, silakan masuk," jawab Mike mencoba bersikap biasa saja. Padahal dia tahu kalau dua wanita itu semalam ikut mengabaikan dirinya saat berada di pondok janda. Kedatangan dua janda disana juga cukup membuat Josh merasa heran, tapi Josh berusaha bersikap biasa saja. Dia bahkan terlihat memasang senyum yang begitu ramah.
Sikap kedua bule yang masih hangat, tentu saja membuat perasaaan tak enak dalam hati dua janda itu. Mereka sadar kalau sejak penolakan cinta yang mereka terima telah merubah sikap mereka kepada dua bule itu. Tapi saat ini, dua bule itu malah masih bersikap hangat kepada mereka, seakan akan tiak pernah terjadi apapun diantara mereka.
"Ada apa? Tumben kalian siang hari kesini? Apa ada hal penting yang akan kalian sampaikan?" tanya Josh dengan lembut seperti biasa yang dia lakukan kepada para wanita agar wanita itu lebih bisa bersikap santai.
"Benar, Tuan, ada hal yang ingin saya sampaikan kepada Tuan bule."
"Apa itu? Apa masih soal perasaan kalian?" tanya MIke.
__ADS_1
Kedua wanita itu menggeleng, semakin membuat membuat dua bule yang ada disana merasa penasaran.
...@@@@@...