BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tujuan Terselubung


__ADS_3

"Oh iya, Pak. Saya mau tanya, apa Bapak pernah melihat pria asing di kampung ini?" tanya Ken selanjutnya. Sengaja pertanyaan itu dia lontarkan agar Pak Kades tidak melempar pertanyaan lain yang menyinggung tujuan utama pria bule itu datang ke kampung tersebut.


"Saya rasa, saya tidak pernah melihatnya, Tuan," Pak Kades menjawab begitu saja. Pikirannya yang terlalu bahagia karena kampungnya akan mendapat bantuan, membuat Pak Kades lupa kalau di kampungnya itu ada pria asing. Untung saja yang tahu bahasa inggris hanya Pak Kades saja jadi yang lain hanya bisa menyimak tanpa mengerti apa yang dibicarakan Pak Kades dan tamunya.


"Oh, begitu ya?"


"Iya, tuan."


Setelah merasa cukup berbasa basi dan menyampaikan tujuannya, Ken segera saja pamit meninggalkan kampung tersebut. Melihat kepergian Ken, Josh dan Mike yang masih bersembunyi tentu saja langsung merasa lega. Kedua bule itu langsung keluar dari persembunyiannya begitu mobil yang membawa Ken dan rombongannya menghilang dari kampung tersebut.


"Menurut kamu, apa yang dilakukan Ken menemui Pak Kades, Josh?" tanya Mike saat mereka kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.


"Paling juga niat terselubung. Kamu tahulah, Mike, apa saja yang mereka bisa lakukan untuk mendapatkan tujuannya."


Mike tersenyum masam. "Kasihan warga kampung jika hanya diperalat nantinya. Arnold adalah miliarder yang tidak mau merasakan rugi besar. Pasti akan ada timbal balik yang mereka minta suatu saat nanti."


Di saat keduanya sedang asyik mengobrol dan melewati halaman kantor desa, Pak Kades berteriak memanggil keduanya. "Tuan Amerika!" Josh dan Mike serentak menoleh dan melihat Pak Kades memberi kode agar mereka mendekat.

__ADS_1


"Ada apa, Pak Kades? Sepertinya anda sedang bahagia?" tanya Mike begitu mereka mendekat dan duduk bersam di kursi yang ada di depan kantor desa.


"Tentu saja saya sangat bahagia. Tadi ada tetangga kalian datang ke kempung kita. Dia akan memberi bantuan untuk warga kampung ini," balas Pak Kades dengan sangat antusias. Sedangkan Mike dan Josh hanya saling tatap dan pura pura ikut senang mendengar kabar baik tersebut.


"Tetangga kita? Siapa, Pak?"


"Namanya Ken, katanya orang amerika. Apa kalin saling kenal?"


Josh dan Mike mengerutkan keningnya. Entah apa yang ada dipikiran mereka saat ini, yang pasti mereka harus bisa menjawab dengan kompak. Jangan sampai Pak kades tahu kalau mereka mengenali Ken.


"Amerika itu luas, Pak Kades, dan yang namanya Ken juga banyak."


Josh dan Mike kembali saling lirik dan senyum terbesit pada bibir mereka. Setidaknya mereka bisa bernafas lega karena persembunyiannya masih aman. Namun kabar yang Pak Kades sampaikan juga cukup membuat dilema. Kedua bule itu ingin mengatakan kalau Pak Kades dan warganya harap berhati hati saat menerima bantuan dari Ken. Tapi mereka tak mampu mengatakannya karena mereka khawatir tumbuh kecurigaan pada diri Pak Kades.


"Oh Iya, Pak Kades, mengenai tawaran untuk menjaga para janda, apa itu masih berlaku?"


"Tentu saja masih, gimana? Apa kalian sudah mengambil keputusan? Oh iya, untuk menjaga warga lainnya, kita sudah mengambil keputusan. Kalau warga tetap melibatkan kalian, apa nggak masalah?"

__ADS_1


"Untuk urusan di pondok janda, mungkin nanti akan menjaganya secara bergantian, Pak Kades. Mungkin malam ini saya dulu, baru malam besok gantian Mike. Tapi untuk urusan menjaga warga lainnya, kita belum memutuskan. Nggak apa apa sih jika kita harus terlibat."


Pak Kades kembali tersenyum senang, tapi tak lama setelah itu senyumya memudar saat hatinya menemukan sebuah ganjalan. "Tapi apakah ini tidak terlalu merepotkan buat Tuan Bule?"


"Merepotkan bagaimana maksudnya, Pak?"


"Bukankah kalian sejak pertama datang, kalian hanya akan tinggal sementara di kampung ini? Saya pribadi sebenarnya bingung. Saya takut bagaimana tanggapan warga jika kalian pergi dari kampung ini."


Untuk ke sekian kalinya, Mike dan Josh kembali saling pandang tersenyum miring. "Pak Kades tenang saja. Kami sudah memikirkn hal itu beberapa hari ini," ucap Josh.


"Benarkah? Lalu, apa keputusan kalian?"


"Sebelum kami mendapat informasi yang kami butuhkan, kemungkinan kami akan cukup lama menetap di kampung ini."


"Benar, Pak Kades," Mike menimpali. "Selagi kampung ini belum aman, kami akan berusaha tetap berada di kampung ini. Pak Kades nggak perlu khawatir."


"Wah! Baiklah. terima kasih Tuan tuan."

__ADS_1


Josh dan Mike hanya tersenyum lebar. Mereka memang tidak akan pergi sebelum mendapatkan berlian bulan biru.


...@@@@@...


__ADS_2