BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

Sore itu, di sana, di salah satu dapur sebuah rumah, dimana dapur itu terlihat tidak begitu banyak barang yang khas berada di dapur, seorang wanita nampak sedang melamun. Wanita itu berdiri dan bersandar di dekat pintu yang sengaja dia buka saat dia selesai berurusan dengan kamar mandi. Entah apa yang sedang dipikirkan wanita itu saat ini, yang pasti dia berdiri di sana lumayan cukup lama.


"Loh, kok malah bengong disini, Nona?" sebuah suara berat khas pria, tiba tiba muncul dan tentu saja mengejutkan si wanita. Wanita bernama Rafiya itu langsung menoleh dan tersenyum cangggung. "Lagi ngapain disini, Nona cantik?"


"Nama saya Rafiya, Tuan. Bukan Nona cantik. Lagi memandang alam saja. Alamnya di sini nampak indah," balas Rafiya.


"Tapi lebih indah memandang kamu, Nona. Makanya aku memanggil kamu Nona cantik," bule bernama Mike itu terus saja menggodanya sampai Rafiya salah tingkah sendiri.


"Tahu ah, huu!" Rafiya langsung saja berjalan cepat menuju ruang tamu, meninggalkan Mike yang sedang tersenyum nakal memandangnya. Mike lantas kembali ke ruang tamu dengan menenteng dua gelas dan wadah air minum.


"Tuan, disini kan nggak ada kompor? Terus tuan dapat air minum dari mana?" tanya Rafiya saat melihat Mike kembali.


"Dari Bu Kades, tiap pagi kan dia yang isi," jawab Mike.


"Oh iya, Nona Rafiya, apa disini ada persewaan mobil?" tanya Josh.


"Mobil? Buat apa?" Rafiya bertanya balik sembari mengerutkan keningnya.


"Rencananya kita ingin membeli barang kebutuhan. Berhubung yang dibeli banyak jadi kita butuh mobil untuk membawa barang kita."

__ADS_1


"Ada sih, tapi bukan mobil yang bagus. Adanya mobil yang bagian belakangnya terbuka. Mau?"


"ya nggak apa apa, Nona. Dimana yang ada mobil seperti itu?"


"Biar saya saja yang bilang, saya mengenal orangnya," Rafiya langsung bangkit dan hendak pergi.


"Jangan!" cegah Josh. "Nona jangan pergi sendiri! Kan kami yang butuh. Nanti Nona pergi sama Mike aja, gimana Mike?" ucapnya sambil memberi kode kepada Mike melalui mata.


Mike menatap Josh dengan kening yang berkerut. Dia mencerna kode yang Josh tunjukkan. Dengan cepat, Mike mengerti tentang kode yang Josh tunjukan. "Iya, Nona, nanti pergi sama saya saja. Jangan terlalu terburu buru."


Rafiya kembali duduk di tempat semula. Kini dia dihadapkan pada dua bule yang sedari tadi bertelanjang dada. Alasan kenapa dia ingin menghindari dua bule itu karena Josh dan Mike benar benar sangat meresahkan. Sejak wanita itu datang, matanya sudah disuguhi dua tubuh pria yang sangat terbentuk sempurna. Belum lagi tattto yang menempel pada tubuh mereka, semakin menegaskan kalau dua pria itu memang sangat meresahkan.


"Daripada melamun, mending Nona ikut makan," tawar Mike.


"Baiklah," ucap Mike dan melanjutkan menikmati hidangannya.


Tidak butuh waktu lama, Mike dan Josh sudah menghabiskan hidangannya.Setelah semua makanan kembali dirapikan, kini ketiganya duduk bersama dengan berbagi cerita sampai akhirnya Mike dan Rafiya memutuskan untuk pergi menuju ke rumah si pemilik mobil.


"Apa rumahnya sangat jauh?" tanya Mike di tengah perjalanan mereka.

__ADS_1


"Tidak. Di ujung setapak ini ada jalan belok kanan, udah dekat rumahnya," jawab Rafiya.


Ternyata memang benar, rumah si pemilik mobil tidak terlalu jauh. Mike dan Rafiya lantas langsung menemui si pemilik mobil dan mengutarakan tujuan mereka datang kesana. Begitu terjadi kesepakatan harga dan sebagainya, Mike dan Rafiya langsung pulang.


"Tuan, saya langsung kembali saja ke pondok ya? Sudah hampir gelap ini," ucap Rafiya saat mereka sampai di depan rumah yang di huni bule itu.


"Nggak mau mampir dulu? Saya sendirian loh di rumah. Nggak ada temennya," cegah Mike.


"Loh, kan ada tuan bule yang satunya? Emang dia nggak di rumah?"


"Apa Nona lupa? Mulai malam ini kan, dia berjaga di pondok janda."


"Ah iya!" seru Rafiya sembari menepuk keningnya sendiri. "Kok aku bisa lupa yah?"


"Makanya Nona di sini saja dulu, nemenin saya. Nanti pulangnya saya anterin deh, oke?"


Melihat wajah Mike yang penuh dengan permohonan, menumbuhkan rasa tidak tega dalam hati. Rafiya akhirnya luluh dan mereka berdua langsung masuk ke kamar.


"Sepertinya Josh sudah berangkat ke pondok janda," ucap Mike begitu masuk ke dalam dan mendapati rumah sudah sepi. Mike lantas melepaskan kembali kaos yang dia pakai, tanpa Mike sadari ada jiwa yang langsung resah hanya gara gara melihat tubuh Mike itu.

__ADS_1


"Ahh, sial! Jadi berdenyut kan!" gumamnya.


...@@@@@...


__ADS_2