
"Sepertinya tuan bule sangat peduli dengan para wanita yang ada di pondok janda ya?"
Celetukan yang keluar dari mulut seorang wanita yang ada disana, seketika membuat gerakan tangan bule yang sedang menikmati hidangan langsung berhenti. Matanya menatap lekat wanita yang sedang tersenyum kepadanya setelah melempar perkataan yang terkesan seperti ungkapan wanita yang sedang merasa cemburu.
"Kenapa? Bukankah Nona tahu alasannya?" tanya Mike lalu dia kembali memasukan sesendok makanan yang tadi sempat terhenti.
"Ya, saya tahu. Makanya saya merasa tuan bule sangat mengistimewakan para wanita itu. Apa lagi pak kades mendukung. Wanita yang tidak tinggal disana jadi merasa tidak penting untuk dilindungi."
Lagi lagi ucapan wanita itu membuat Mike terdiam sejenak. Jujur, hatinya merasa tersentil dengan ucapan wanita yang rumahnya terletak tak jauh dari rumah yang ditinggali oleh sang bule. Mike lantas memilih tersenyum tanpa berniat membalas ucapan si wanita. Mike yakin kalau dia meladeni ucapan wanita yang terdengar iri, hanya akan menumbuhkan perdebatan yang bisa saja membuat hubungannya dengan warga lain menjadi tidak baik.
"Apa Nona di rumah sendirian?" Mike melempar pertanyaaan untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak terjadi perdebatan.
"Sejak pagi saya memang di rumah sendirian. tadi siang saya kesini malah dusir para janda. Mereka kayak takut banget saya merebut Tuan bule dari mereka."
Mike menyeringai lalu mengambil air minum yang sudah disiapkan oleh wanita bernama Lalita. Dia sejenak tediam sembari meneruskan menikmati hidangannya yang tinggal beberapa sendok lagi. Dan tidak butuh waktu terlalu lama, makanan dalam piring itu telah berpindah tempat ke dalam perut pria bule semua.
__ADS_1
"Setelah dari sini, apa yang akan Nona lakukan?" Mike kembali mencari bahan obrolan yang tidak fokus ke arah janda. Dilihat dari sikap wanita itu, jelas sekali ada kesenjangan yang terjadi antara para janda dan penduduk lainnya setelah diadakannya penjagaan di pondok janda. Kemarin tasa iri dan cemburu terlihat dari sikap Marina, dan sekarang satu lagi wanita yang menunjukkan rasa yang sama.
"Tidak ada, paling setelah ini saya akan pulang lalu tidur. Kenapa? Apa Tuan setelah ini mau pergi?"
Mike malah tersenyum lebar disertai suara kekehan kecil. "Tidak. Mau pergi kemana malam hari disini?"
"Kenapa tidak ke pondok janda saja? di sana Tuan tidak merasa kesepian bukan?"
Mike langsung mendengus. Lagi lagi wanita mengaitkannya dengan penghuni pondok janda. "Kalau aku memilih menginap di rumah Nona saja bagiamana?"
Kening Lalita sontak berkerut sejenak. "Apa tidak ada penghuni pondok janda yang marah? Saya tidak mau nanti dianggap wanita yang suka merebut pria lain."
Mike dan Lalita sudah pasti terkejut mendengarnya. Sama seperti tadi, Mike memerintahkan wanita yang baru saja menyapa untuk masuk saja karena pintu memang tidak dikunci. Wanita itu segera masuk setelah mendapat perintah dari tuan rumah. Senyum yang tadi sempat terkembang di bibir wanita itu, langsung surut begitu dia melihat wanita lain sedang bersama Mike.
"Oh sudah ada temannya? Aku kira Tuan bule di rumah sendirian," ucap wanita yang akrab di panggil Sansan.
__ADS_1
"Silakan, kamu temani saja Tuan bule, aku sebentar lagi akanpulang kok," ucap Laltia berusaha bersikap manis sembari merapikan sisa makanan.
"Tidak perlu, saya saja yang pulang. Lagian saya lihat Tuan bule sudah makan. Tadinya saya kesini hanya akan mengantar makanan saja," balas Sansan yang juga berusaha bersikap manis.
"Nggak usah! Aku saja yang pulang. Kamu temani saja Tuan bule. Dia pasti lebih senang kamu ada disini," tolak lalita.
"Kamu aja! Aku yang ..."
Tidak boleh ada yang keluar dari rumah ini!" gertak Mike lantang dan mengejutkan bagi dua wanita yang sedang berdebat. Mereka terbungkam dan langsung menatap pria bule dengan perasan sedikit takut.
Melihat dan mendengar dua wanita itu saling melempar kata dan pura pura saling mengalah, tentu saja membuat Mike merasa kesal. Mau tidak mau, daripada dua wanita itu bersikap seakan akan saling rela melepaskan, Mike memilih untuk mengmbil sikap tegas.
"kenapa?"
"Nggak usah tanya kenapa! Kalian tetap berada disini menemani saya, paham!" bentak Mike.
__ADS_1
Melihat wajah Mike yang tampak murka, kedua wanita itu pun langsung menciut nyalinya. Mau tidak mau keduanya patuh untuk tetap berada disana. Mike sendiri langsung menyeringai melihat wjah takut dua wanita itu. "Saya tahu, kalian menginginkan isi celana saya, bukan?"
...@@@@@...