BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Isi Hati


__ADS_3

"Apa Tuan Ken masih tidur?"


"Masih, sepertinya dia sangat lelah."


"Sampai berapa ronde semalam kamu main dengan Tuan Ken?"


Bukannya langsung menjawab, Mengyi malah tersenyum dengan wajah bersemu merah. yah, memang sudah bukan rahasia lagi kalau setiap wanita yang menemani para bule berjaga pasti akan berakhir dengan berhubungan badan.


Mungkin saja jika semua orang tahu apa yang terjadi pada wanita wanita d kampung itu, mereka akan menganggap kalau wanita wanita disana seperti tidak punya harga diri karena dengan gampangnya mereka membuka kakinya lebar lebar untuk pria yang jelas jelas bukan suami mereka.


Namun yang namanya hasrat, jika tidak dilandasi pengendalian diri dan iman yang kuat, semua pasti akan terjadi tanpa ada yang mencegahnya. Bahkan seorang pemuka agama pun banyak yang kalah dengan yang namanya hasrat. Apa lagi para wanita yang haus akan belaian seperti mereka.


Wanita wanita di sana sebenarnya sadar betul kalau perbuatan mereka itu salah, tapi mereka menutup mata karena hasrat mereka lebih berkuasa dengan alasan rindu sentuhan pria. Dan kini semua wanita terutama para penghuni pondok janda sedang membicarakan tentang hasrat yang mereka dapatkan dari tiga pria asing yang berada di kampungnya.


"Eh, punya Tuan Ken gede nggak?"


"Gede dong, mungkin sama gedenya dengan batangnya Tuan bule. Aku aja pas main batang milik Tuan Ken pake mulut sampe mulutku pegel," jawab Mengyi sangat antusias.

__ADS_1


"Loh, bukannya Tuan Ken itu orang china ya? katanya batangnya orang china itu nggak kalah jauh sama batangnya laki laki di sini?"


"Kata siapa? Tuan Ken memang wajahnya wajah orang china, tapi dia aslinya keturunan amerika. batangnya hampir sejengkal kok panjangnya, terus gemuk gitu. Kalau kalian nggak percaya ya sana lihat saja. mumpung orangnya masih tidur."


"hahaha ... penasaran. Yang udah pada jatah sih enak bisa cerita. Nah kita kita yang belum, cuma ngimpi doang. Mana suara kalian kalau lagi keenakan sangat mengganggu lagi."


beberapa janda yang memang sudah merasakan batang para bule sontak tertawa serentak. Wajar sih sebagin dari wanita itu tumbuh rasa iri, sebab mereka memang seperti menunggu giliran hanya untuk bisa merasakan batang milik para bule. Meski sekarang bulenya bertambah satu, tetap saja para janda harus antri menunggu giliran satu persatu.


"Pernah nggak sih kalian berpikir, untuk menjadi istri mereka?"


"Ya kalau aku pribadi sih pernah. Sering aku membayangkan jika aku jadi istri salah satu dari Tuan bule, pasti hidupku akan sangat bahagia. Tuan bule bukan hanya tampan wajahnya, tapi hatinya sangat baik. Wanita mana coba yang tidak jatuh cinta sama mereka."


Mina yang namanya baru saja disebut, sontak keningnya langsung berkerut. "Kamu jatuh cinta sama tuan Josh?" tanya Mina pada wanita yang baru saja mengatakan cemburu padanya.


"Iya, Nama asli dia tuan Josh?"


Mina lantas mengangguk. "Kalau yang tatonya lebih banyak namanya Tuan Mike. Aku tahu nama Tuan bule karena tidak sengaja mendengar obrolan mereka dan keduanya saling memanggil nama mereka satu sama lain saat mereka akan pergi ke kota."

__ADS_1


"Berarti aku jatuh cinta sama Tuan Josh, dong. Wahh, pasti bahagia banget jika bisa menjadi bagian dari hidup dia ya?" janda lain ikut menimpali dengan wajah yang berbinar dan karena ucapan janda itu, janda yang lainnya pun satu persatu mulai mengungkapkan perasaan mereka yang terpendam sejak bule itu datang. Masing masing dari mereka jatuh cinta pada bule pilihan masinmg masing.


"Tapi, kan, mereka nggak ada niat buat menjalin hubungan serius dengan para wanita? apa kalian belum dengar tentang hal itu?" beberapa janda terlihat terkejut mendengar ucapan seorang wanita salah satu dari mereka. "Tuan Mikke pernah cerita loh sama aku, mereka tidak ingin terlibat dengan urusan hati dengan cewek manapun."


"iya, aku juga dengar dari Tuan Josh. Entah alasannya apa, tapi mereka nggak mau menjalin hubungan spesial dengan wanita."


"Masa sih? Tapi kok setiap dengan wanita, mereka sangat lembut?"


"Ya kan karena mereka ingin merasakan lubang kita. Biar bagaimanapun mereka laki laki normal, wajarlah jika mereka lembut pada kita. Apa lagi mereka tamu."


"Tapi kok aku ragu yah kalau mereka nggak mau menjalin hubungan khusus dengan seorang wanita?"


"Iya, sama, aku juga. Sepertinya kita harus membuktikan sendiri nih. Bagaimana kalau kita bersaing untuk menaklukan hati Tuan bule agar mereka jatuh cinta pada salah satu diantara kita?"


"Wahh, ide bagus tuh, aku setuju."


Dan akhirnya para janda kompak untuk bersaing dan mengejar cinta para bule.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2