BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tuan Bule Tersisih


__ADS_3

Apa yang dikatakan Josh memang ada benarnya. Orang orang yang menginginkan berlian bulan biru kini telah berdatangan ke negara itu. Selain Red yang sudah mengetahui keberadaaan Ken, saat ini di sebuah bandara, terlihat dua bule baru saja memasuki tempat kedatangan. Dengan mengatas namakan wisatawan, mereka datang ke negara ini dengan tujuan untuk mendapat berlian juga.


Bule bernama Daniel dan Alex itu adalah dua orang yang sempat berbincang dengan Arnold dan membujuk sang bilioner untuk membiayai keberangkatan dua bule itu ke negara dimana berlian itu berada. Entah tujuan mereka karena ingin membantu Arnold atua hanya akal licik mereka demi bisa menguasai berlian itu untuk kepentingan mereka.


Di tempat lain, Red memilih kembali ke hotel. Karena sebentar lagi petang akan menyapa, Red dan anak buahnya memutuskan akan melakukan penyelidikan kembali esok hari. Pria bule yang memiliki kulit eksotik itu masih diliputi rasa penasaran dengan pria asing yang dikabarkan berada di kampung tujuan dirinya mencari berlian. Entah kenapa Red sangat meyakini kalau pria asing yang dilihat anak buahnya itu adalah Mike dan Josh.


Di kampung janda sendiri, Ken saat ini sedang berada di pondok janda. Selain di pondok itu, Ken memang tidak memiliki tempat tujuan untuk sekedar singgah. Hanya rumah pak Rt dan pondok janda yang bisa Ken singgahi. Dia tidak berani singgah di tempat Josh, karena sikap dua bule yang menempati rumah di sebelah pak kades, selalu memasang wajah permusuhan.


Ken saat ini sedang menikmati sore yang hampir petang di depan pondok janda. Tepatnya saat ini dirinya sedang duduk santai di teras bersama beberapa janda termasuk wanita yang kemarin menginap di hotel bersamanya.

__ADS_1


"Tuan, kok aku nggak dibeliin baju? Aku juga mau loh di ajak jalan jalan dan menginap di hotel," rengek salah satu janda dalam tulisan yang tertera pada layar ponsel.


Senyum Ken terkembang saat membacanya, lalu dia mengetik kata dengan ponsel yang dia pegang sendiri. "Ya nanti gantian ya kalau ada waktu."


Mendapat jawaban seperti itu, beberapa wanita terlihat girang bukan main. Mereka bahkan berebut ponsel untuk mengatakan kalau mereka siap diajak pergi kapanpun juga. Ken hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Sekarang dia tahu kenapa Josh dan Mike betah berada di tempat seperti ini, karena wanitanya sangat agresif dan rasanya memang enak.


Sudah ada dua wanita yang berhasil Ken nikmati lubangnya, dan kedua wanita itu masih sangat serat meski mereka sudah tidak bermahkota. Dari sana Ken jadi tahu, para wanita di kampung itu memang menjaga dirinya agar tidak selalu disentuh tiap batang milik orang sembarangan. Ken tentu senang, jarang jarang dia menemukan lubang yang masih terasa sempit di negaranya atau negara barat lainnya.


"Josh, tunggu! bukan seperti itu!" teriak Ken denga perasaan yang tidak enak.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Ken. kamu memang sudah bakat untuk mempengaruhi orang lain, lanjutkanlah," ucap Josh dengan wajah yang cukup kecewa dan kesal. Josh langsung melangkah pergi.


"Kalian kenapa sih? Kok sama Tuan bule begitu banget?" protes salah satu wanita yang merasa kesal dengan sikap teman temannya. Wanita itu baru saja keluar terus menyaksikan kejadian yang tidak mengenekkan. "Tuan bule datang kemari kan untuk menjaga kita?"


"Loh, emang kita ngapain? Kita nggak ngapa ngapain. Tuan bule aja yang baper," jawab salah satu wanita tanpa merasa bersalah.


"Bukan Tuan bule yang baper, tapi kalian yang keterlaluan. Harusnya kalian mikir, kalian yang rame rame maksa Tuan bule buat jaga kita disini, tapi setelah cinta kalian ditolak, sikap kalian berubah. Kalian kayak anak kecil. Nanti kalau Tuan Ken juga menolak kalian, kalian juga akan bersikap seperti itu kan?"


Ken yang tidak tahu dengan yang dibicarakan di depan matanya, tentu saja merasa bingung. Dia juga tidak enak hati melihat Josh pergi begitu saja. Sudah pasti Josh salah paham atas sikapnya saat ini. Walaupun Ken sedikit tahu kalau sikap wanita berubah karena masalah penolakan yang dilakukan Josh, tapi Ken tidak menyangka kalau mereka akan bersikap seperti itu saat ada dirinya disana.

__ADS_1


Wanita yang masih membela Josh itu masih menunjukkan amarahnya. "Kita lihat saja, jika ada penyusup disini, siapa yang akan menolong kalian?"


...@@@@...


__ADS_2