
Brak!
"Hati hati, beggo!"
"Sorry nggak sengaja, hehehe ..."
Dua orang yang baru saja membuka pintu secara paksa itu berbicara dengan cara saling berbisik. Mereka langsung berjongkok di di dekat pintu yang baru terbuka. Di dalam kegelapan, mereka memasang tatapan waspada ke sekitarnya. Mereka khawatir suara yang baru saja mereka timbulkan akan menyadarkan penghuni bangunan yang mereka masuki saat ini.
Seharusnya mereka terdiri dari tiga orang, tapi salah satu dari tiga orang tersebut, mendapat tugas untuk berjaga di luar, mengawasi kondisi sekitar meski dalam keadaan sepi. Sedangkan dua yang lainnya bertugas masuk ke dalam untuk melaksanakan tugas yang telah mereka rencanakan.
Keadaan di dalam bangunan yang mereka masuki juga cukup gelap. Hanya ada beberapa ruang yang lampunya menyala termasuk kamar yang dihuni seorang pria bule. Begitu suasana terpantau dalam keadaan aman, dua orang tersebut kembali mengendap untuk mencari sasaran sesuai dengan tugas yang mereka emban.
Sedangkan di tempat yang sama, tapi di salah satu ruangan yang lampunya menyala, pria bule dan seorang wanita yang tadi cukup terkejut saat mendengar suara yang keras, memilih diam dan mengamati keadaan. Keduanya lantas berbicara dalam suara yang lirih.
"Sepertinya itu suara dari pintu belakang, Tuan." ucap si wanita bernama Melan. Wajahnya terlihat sangat takut sampai dia memeluk lengan pria bule yang bersamanya dengan sangat kencang.
"Apa mungkin ada orang yang masuk?" tanya Bule bernama MIke dengan suara lirih. "Biar aku memeriksanya."
__ADS_1
Melan langsung mengeratkan pelukannya. "Jangan, Tuan! Tuan di sini saja. Saya takut."
"Nggak perlu takut, ada saya, oke? Nona disini dulu. Saya akan melihat keadaan di luar."
Walaupun ada sedikit negoisasi, akhirnya Melan menuruti ucapan Mike. Dia memilih bersembunyi di belakang pintu sedangkan Mike juga perlahan mengendap mengawasi keadaan dari pintu kamar.
Dari arah luar memang keadaan terlihat sepi. Bangunan berbentuk kotak dengan tengah tengahnya sebuah taman kecil itu terlihat mencekam di malam seperti ini. Mike terus menajamkan tatapannya ke arah dapur sesuai arahan Melan.
"Benar, sepertinya aku melihat seseorang," bisik Mike yang saat ini masih mengintai di dekat pintu kamar.
"Benarkah? Terus kita gimana? Apa aku membangunkan yang lainnya saja?" tanya Melan dengan rasa takut yang semakin bertambah.
Sementara itu dua orang yang sedari tadi berjalan mengendap, melihat salah satu kamar baru saja mematikan lampunya. Keduanya lantas saling memberi kode hingga salah satunya memutuskan untuk mendekati kamar tersebut.
"Kenapa nggak kamar yang lain saja?"
"Kalau kamar lain pasti penghuninya sudah pada tidur, nanti kita kelamaan ketuk pintunya. Kamu tadi lihat kan, beberapa kamar yang sudah kita coba buka, di kunci dari dalam semuanya."
__ADS_1
Salah satu dari mereka nampak mencerna ucapan temannya dan apa yang dikatakannya memang benar. Orang yang baru saja mematikan lampu bisa jadi baru akan tidur. Begitu pintu kamarnya diketuk, pasti penghuni kamar itu akan kembali bangkit untuk membuka pintu.
"Baiklah, ayo kita kesana." Dua orang itu akhirnya kembali mengendap ke arah kamar yang mereka incar.
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kediaman yang ditinggali dua bule, seorang wanita nampak tersenyum senang dengan apa yang sedang dia lakukan bersama pria bule yang duduk di sebelahnya. Mata wanita yang akrab dipanggil Sansan itu, terus memandang pada sesuatu yang ada di balik kolor, yang tercetak dengan jelas. Sesuatu milik pria bule yang menjadi idaman para wanita yang ada di sana.
"Tuan," panggil Sansan sambil menatap pria yang sedang duduk disampingnya.
"Hum? Ada apa?" pria bule bernama Josh membalas tatapan wanita itu.
"Kenapa Tuan hanya memakai satu celana?"
Kening Josh sontak berkerut lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah kolor yang dia pakai. Senyum Josh langsung terkembang saat dia menyadari kalau isi kolornya terlihat jelas sangat menonjol.
"Apa sedari tadi, Nona melihatnya?" dengan malu malu, Sansan mengangguk. Senyum Josh langsung melebar. "Saya memang suka begini, Nona. Kalau di dalam rumah atau di pantai. lebih nyaman hanya memakai satu celana yang longgar. Kenapa? Apa Nona ingin melihatnya tanpa ditutupi? atau Nona pengin memegangnya?"
"Waduh!"
__ADS_1
...@@@@@...