
Heran, cuma itu yang ada di pikiran Mike dan Josh saat ini. Mereka pasti tahu, kedatangan Ken disini demi sebuah berlian yang harganya memang sangat fantastis. Tapi kenapa Ken harus sampai memakai topeng dan mengatas namakan kebaikan? Bukankah jika para penduduk tahu, itu hanya akan melukai perasaan mereka?
Walaupun Mike dan Josh juga akhirnya bertahan disana karena mendengar sebuah berlian yang hilang, tapi setidaknya, mereka dari awal berada di sana karena memang dalam masa kesulitan. Bahkan para penduduk tahu keadaan dua bule itu saat baru datang.
"Kenapa kamu kesini harus memakai topeng, Ken?" tanya Mike setelah beberapa menit lamanya mereka terjebak dalam keheningan. Ken yang tiba tiba mendapat pertanyaan yang seakan menyindir, tentu saja langsung bereaksi dan menatap tajam pria yang baru saja melempar pertanyaan..
"Maksud kamu?" Ken masih belum mengerti apa maksud dari pertanyaan Mike sehingga dia memilih bertanya untuk mempertegas apa yang ditanyakan oleh Mike.
Mike menghela nafasnya pelan dan menghembuskannya secara kasar lalu membalas tatapan mata Ken. "Kenapa kamu harus berpura pura datang kesini sebagai pahlawan untuk menolong pennduduk? Sedangkan kamu kesini hanya demi sebuah berlian? Ngg perlu memaikai topeng segala!"
Ken tertegun. Hatinya bertanya tanya, darimana Mike tahu kalau dia di sini akan menebar kebaikan? Tidak dipungkiri tujuan Ken kesini memang dengan dalih menolong penduduk yang kurang mampu, tapi yang jadi pertanyaan kenapa Mike bisa tahu?
__ADS_1
"Tidak perlu heran, Pak kades sudah pernah bercerita tentang kedatanganmu beberapa waktu yang lalu," ucap Mike lagi, seakan dia mengerti apa yang ada dalam pikiran Ken. "Asal kamu tahu, sejak berlian itu dikabarkan berada di kampung ini, keadaan di kampung ini sungguh sangat tidak nyaman. Apa lagi dengan adanya penculikan wanita yang terjadi beberapa kali di sini, semakin menambah rasa takut para penduduk, Ken."
Lagi lagi Ken tertegun dengan cerita yang terlontar dari mulut Mike. Ken juga baru saja mendengar hal itu saat tadi bercengkrama dengan Pak Kades. Bahkan saat dia datang, dia melihat dua orang yang babak belur dan dari mulut Pak Kades, Ken tahu, dua orang yang tadi dia lihat adalah orang yang berniat menculik warga.
"Kamu tahu, Ken, sudah ada tiga wanita yang di culik dari kampung ini, dan salah satunya bahkan berakhir tragis. Dia dipaksa untuk melayani para laki laki dan diperjual belikan hanya karena dia tidak mengetahui tentang berlian itu. Apa itu perbuatan oknum kamu, Ken?"
Untuk kesekian kalinya Ken dibuat terkejut mendengar sebuah fakta, tapi Ken masih terbungkam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Memang benar Ken pernah menyuruh penduduk lokal dari daerah lain untuk meneror warga kampung ini, tapi Ken tidak tahu apa yang dilakukan oleh orang suruhannya tersebut, karena Ken hanya menerima laporan kalau tugas yang mereka lakukan gagal. Makanya Ken memutuskan untuk datang ke kampung ini.
Ken juga tadi sempat mendengar dari Pak Kades, sejak kedatangan dua bule, kampung ini lumayan aman terkendali. Penduduk sangat terbantu dengan kehadiran dua bule itu. Maka itu Ken penasaran siapa dua bule itu. Setelah bertemu, Ken jadi tahu dua bule yang dimaksud Pak Kades.
"Apa dua orang tadi juga suruhanmu, Ken?"
__ADS_1
Ken tersentak. Segala apa yanh dia pikirkan langsung buyar. "Bukan!" bantah Ken tegas.
"Lalu yang kemarin kemarin, apa kamu juga menyuruh orang?"
"Ya, aku akui, aku memang membayar penduduk lokal. Tapi aku tidak pernah memberi perintah langsung. Aku bahkan tidak tahu, kalau wanita yang diculik malah dijadikan budak pencetak uang."
"Dan kamu kesini ingin menjadi pahlawan atas apa yang sudah kamu lakukan? Apa kamu benar benar sudah tidak punya hati setelah menjadi orang kepercayaan Arnold?" suara Mike kali ini terdengar lebih lantang dengan kembali menatap tajam ke arah Ken.
"Tapi aku tidak pernah menyuruh mereka untuk menjual wanita yang mereka culik!" Ken pun dengan lantang membantah tuduhan Mike.
"Apapun alasan kamu, tapi kamu sudah berhasil membuat penduduk merasa tak aman dan ketakutan! Kamu paham tidak!"
__ADS_1
Ken terlihat tidak terima. Namun di saat dia akan membalas ucapan Mike, sebuah suara tiba tiba mengejutkan mereka. "Kalian?"
@@@@@