
Siang itu di sebuah warung yang letaknya tidak terlalu jauh dengan kampung para janda, tapi dekat dengan jalan raya umum yang biasa dilewati kendaraan menuju kota, dua bule yang baru saja pergi dari kampung janda nampak sedang menikmati kopi dan beberapa makanan ringan.
"Sampai kapan kita kan disini, Josh?" tanya Mike setelah menyeruput kopinya hingga tinggal setengah gelas. itu adalah kopi kedua yang Mike nikmati selama berada di warung tersebut.
"Santai saja, aku yakin pasti nanti akan ada pergerakan yang membuat kita bisa kembali ke kampung itu," jawab Josh dengan santainya. "yang perlu kita lakukan adalah kita harus mencari tempat menginap di sekitar sini."
"Mau nyari dimana? sepertinya disini juga perkampungan biasa."
"Tenang saja, nanti juga kita dapat," ucap Josh dengan sangat yakin. Mike hanya mencebikan bibirnya dan dilanjut dengan menikmati makanan ringan.
Sementara itu di hari yang sama dan masih di rumah Pak kades, ketegangan masih sangat terasa di sana. Ucapan dua bule yang baru datang membuat suasana semakin mencekam.
"Tapi, anda juga perlu tahu, Tuan. Bukan kami saja yang menginginkan berlian itu, tapi ada orang yang sangat anda kenal, juga menginginkan berlian tersebut."
Ucapan Alex kembali membuat Pak kades terkejut bukan main. Begitu juga dengan Ken. Bahkan wajah Ken kini terlihat sangat panik karena ucapan Alex. Ken berusaha keras mencari cara untuk mencegah agar Alex tidak mengatakan kebenaran lainnya.
Berbeda dengan Ken, Alex dan Daniel saat ini malah menikmati wajah panik pria bule itu. Seakan ini merupakan ajang balas dendam bagi dua bule karena beberapa saat tadi, Ken sempat tersenyum mengejek kepanikan Alex dan Daniel.
__ADS_1
"Orang yang sangat saya kenal?" tanya Pak kades dengan segala rasa penasaran yang kini bergelojak di dalam benaknya. Matanya lekat menatap tiga wajah pria asing dengan raut yang berbeda. dari sana Pak kades dapat menyimpulkan kalau dia tahu pria asing itu siapa. "Apa itu Tuan Ken?"
Ken tercengang. Rasa paniknya semakin menyeruak dengan jelas dari wajahnya. Tapi Ken sepertinya sudah tidak punya cara lain untuk mengelak. Apa lagi dua bule yang ada di sana tersenyum sinis dan menunjukkan kalau tebakan Pak kades itu benar.
"Benar? Tuan Ken menginginkan berlian itu?" kini sorot mata Pak kades beralih tajam ke arah pria yang di maksud.
Sebelum menjawab, Ken sejenak menghela nafasnya. "Benar, Tuan."
"Astaga!" Pekik Pak kades dengan ssegala keterkejutannya. "Jadi anda sengaja membohongi saya dan para warga?"
"Bukan begitu?" Ken berusaha membela diri. "Kedatangan saya ke sini memang bertujuan untuk meminta kembali berlian tersebut karena perintah dari Tuan saya. Karena saya mendengar katanya disini pernah terjadi penculikan gara gara masalah berlian, jadi terpaksa saya tidak jujur dari awal karena saya penasaran sama orang lain yang menginginkan berlian tersebut."
"Harusnya anda jujur dari awal?" kini baru Pak kades bisa membalas ucapan Ken. "Seandaianya kedatangan anda dari awal langsung mengatakan yang sebenarnya, mungkin saya bisa membantu membujuk warga untuk mengembalikan berlian yang ditemukan salah satu warga saya."
"Maaf, Tuan," ucap Ken penuh sesal. "Saya tidak kepikiran ke arah sana, seperti yang baru saja Tuan katakan. dan saya sebenarnya juga satu bos dengan dua orang ini."
Detik itu juga tiga sang kepala kampung kembali dibuat terkejut. "Jadi kalian saling kenal?" Pak Kades bertanya dengan suara yang cukup lantang.
__ADS_1
"Ya, seperti yang saya katakan. Saya sama dua bule ini bekerja pada satu bos dan tujuan kami sama, meski cara kerja kami berbeda," jawab Ken yang sekarang terlihat lebih tenang setelah mengatakan yang sebenarnya.
Daniel dan Alek mendengus sebal sambil menatap tajam ke arah Ken, tapi Ken malah sekarang bisa bersikap santai saja. Sedangkan Pak kades terlihat sedikit frustasi karena kenyataan yang dia dengar.
"Dan satu lagi yang harus anda tahu, Tuan," kini Daniel yang membuka suaranya dan suasana kembali menegang antara pak kades dan Ken.
"Apa itu?"
"Apa anda mengenal Josh dan Mike?"
Mata Pak kades kembali melebar. "Apa! kalian kenal mereka juga?"
"Ya, kita kenal."
"Astaga! Apa dia juga kerja sama dengan orang yang memerintahkan kalian?"
Daniel tersenyum sinis. "Tidak, mereka kerja sendiri dan anda tahu apa pekerjaan mereka? Josh dan Mike adalah penipu dan juga pencuri berlian profesional."
__ADS_1
deg!
...@@@@@...