BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Terpuaskan


__ADS_3

"Tadi punya tuan bule keluarnya banyak banget apa yah? Sampai meleleh keluar dari lubang saya."


Mike tersenyum senang sembari membelai rambut wanita yang baru saja memuaskan hasratnya. "Sebab punya kamu enak sekali, Nona. Masih sangat sempit. Apa selain mantan suami kamu, tidak pernah ada lagi pria yang memasukinya?"


Wanita yang matanya masih menatap sayu wajah dihadapannya sontak menggeleng pelan. "Selain suamiku, Tuan bule pria kedua yang memasukinya."


Jari tangan Mike membelai lembut pipi Rafiya. "Pantes masih sangat sempit. Lubangnya masih sakit tidak?"


"Sedikit," jawab Rafiya pelan. Tangan Mike langsung berpindah tempat dari wajah ke benda di bawah perut Rafiya dan memijatnya dengan lembut.


"Enak?" Rafiya mengangguk. "Apa saya boleh bertanya?"


"Silakan, Tuan."


"Begini, ini tentang berlian yang ada di kampung ini. Apa memang beneran ada?"


"Ada tidaknya saya kurang tahu, Tuan. Tapi saya pernah mendengar kalau berlian itu ada pada salah satu dari penghuni pondok janda, kenapa, Tuan?"


"Nggak kenapa," Mike mencoba bersikap setenang mungkin. Sebenarnya dia cukup terkejut dengan fakta yang baru saja dia dengar, tapi sebisa mungkin Mike mengendalikan ekpresinya agar wanita di hadapannya tidak menaruh rasa curiga. "Dari mana Nona tahu kalau berlian itu ada di pondok janda?"


Wanita itu mengerjapkan matanya sejenak. Entah karena rasa kantuk atau mungkin keenakan karena di bawah perutnya sedang dipijat. "Saya pernah mendengar pembicaraan mereka, Tuan."

__ADS_1


"Mereka? Siapa saja?" tanya Mike dengan kening yang berkerut.


Rafiya lantas menyebut nama tiga orang janda yang kata dia sedang berbicara tentang berlian di area dapur. Saat itu Rafiya baru saja pulang dari kebun. Saat dia duduk di dekat pintu dapur untuk melepas lelah, dari sana Rafiya tahu kalau tiga wanita sedang membicarakan tentang berlian. Bahkan mereka ingin memperkaya diri mereka sendiri.


"Terus kamu tidak melapor ke yang lainnya?"


"Tidak berani, Tuan. Saya tidak memiliki bukti yang akurat. Sebenarnya saya agak kesal juga dengan drama yang sering mereka tunjukan, tapi karena menurut saya selama ini aman aman saja jadi ya saya juga tidak protes sama sekali. Namun sejak adanya penculikan yang katanya berhubungan dengan berlian, baru saya merasa kesal. Tapi sungguh, Tuan, saya tidak memiliki upaya untuk mempertanyakannya."


"Baiklah, saya mengerti situasinya. Apakah tiga wanita itu memiliki pengaruh yang kuat? Sampai kamu tidak berani mengatakan ke yang lainnya?"


Wanita yang masih dipijat lubang nikmat itu nampak mengangguk lemah. "Nanti Tuan akan tahu saat Tuan berjaga di pondok. Atau mungkin saja Tuan bule yang satunya sudah mengenal mereka."


Wanita itu menggeleng. "Sudah tidak terasa sakit, Tuan, tapi ingin dimasukin lagi."


Mike sontak tersenyum lebar. "Baiklah, saya akan buat kamu puas malam ini, Nona. Tapi sebelum di mulai, Nona nikmati punya aku pakai mulut ya? Nanti kalau sudah siap, saya sodok lubang Nona lagi, oke?"


Rafiya langsung tersenyum lebar sebagai jawaban kalau dia sangat setuju. Dengan semangat membara dan hasrat yang sudah mendera, Rafiya langsung bangkit dan beranjak menuju ke bawah perut Mike untuk menikmati batang gede dengan mulutnya.


Sedangkan di tempat lain, Josh berhasil membuat wanita yang menemaninya terbaring di dada bidangnya. Tangan wanita bernama Mina itu, bahkan sudah bergerilya mengusap perut dan dada Josh.


"Bagaimana tubuh saya menurut anda, Nona?"

__ADS_1


"Tentu saja sangat bagus dan sangat indah, Tuan. Semua wanita pasti sangat menginginkan menyentuh tubuh Tuan bule seperti saya sekarang."


"Apa Nona hanya ingin menyentuh tubuh saya saja? Nona tidak ingin menyentuh yang lainnya?"


Sejenak Mina tertegun, wanita itu bahkan langsung mendongak menatap wajah Josh. "Maksud, Tuan?"


Josh lantas tersenyum nakal. "Apa Nona tidak ingin menyentuh isi celana saya?"


Mata Mina membulat, wajahnya lansung berpaling karena bersemu malu. Mulutnya terbungkam meski hatinya sangat ingin menjawab iya.


"Tidak perlu malu, peganglah. Anggap saja malam ini tubuh saya adalah milik anda, Nona."


Mina kembali tertegun. Ditatapnya wajah tampan bule dan sang bule langsung menunjukan senyum manisnya. Mina kembali keposi semula, dengan tangan agak gemetar, dia meraih tonjolan yang nampak besar di bawah perut Josh. Tangan Mina mengusap tonjolan tersebut dengan pelan dan lembut.


"Buka saja celana saya, Nona! Biar tangan anda leluasa bermain dengannya."


Mendengar perintah Josh, senyium Mina merekah dengan lebar, hasratnya yang sudah merangkak naik membuat rasa malunya memudar. Dia bangkit dari rebahannya dan kedua tanngannya langsung menurunkan celana Josh.


"Wow! Gede banget!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2