BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tugas Pertama


__ADS_3

Malam itu, di waktu yang sama tapi di tempat yang berbeda, di saat Mike sedang merayu seorang wanita di rumahnya, di saat itu juga para janda yang tinggal satu atap sedang bersuka cita. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pondok janda mendapat penjagaan dari seorang pria mulai malam ini. Yang semakin terlihat istimewa, penjaga yang berada di sana adalah seorang bule tampan idaman berjuta wanita termasuk para janda disana.


Sejak kedatanganya beberapa waktu lalu, Josh sungguh disambut bagai tamu yang sangat istimewa. Para janda yang ada disana benar benar melayani tamu mereka dengan sepenuh hati. Suara tawa nampak riuh membahana di salah satu ruang yang ada di bangunan tersebut.


Kedatangan Josh di pondok tersebut bahkan membuat janda yang ada di sana melupakan satu janda yang sedari tadi pergi untuk mengantar makanan ke rumah Josh. Padahal wanita itu pergi dari sore hari, tapi begitu malam datang, mereka tidsak sadar kalau janda yang mengantar makanan belum kembali. Pesona Josh benar benar melupakan segalanya.


"Kalau saya berjaga disini, apa saya tidak mendapat jatah kamar tidur?" tanya Josh disela sela obrolan yang terjadi antara dirinya dan enam janda.


"Tentu saja dapat, Tuan. Kamar anda berada di sebelah ruangan ini," ucap salah satu janda dengan senyum ramahnya yang belum pudar sejak Josh datang. "Apa anda mau tidur sekarang?"


"Saya hanya ingin merebahkan badan saya. Mungkin malam ini saya tidak bisa tidur karena harus menjaga kalian, bukan?"


"Oh begitu, baiklah, mari saya antar ke kamar anda Tuan bule."


Josh tentu saja menerima penawaran itu dengan senang hati. Dia bangkit dari duduknya dan beranjak mengikuti salah satu janda yang akan menunjukkan letak kamarnya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Kamarnya tidak terlalu mewah," ucap wanita yang mengantar Josh, begitu mereka sampai di tempat yang dituju.


"Tidak apa apa. ini juga sudah cukup kok. Oh iya, apa nanti saya benar benar sendirian untuk berjaga?"


"Maksud, Tuan?"


"Ya maksudku. Apa tidak ada warga lain atau penghuni pondok ini yang menenami saya untuk berjaga. Agar nanti saya tidak bengong sendirian."


Setelah mendengar penjelasan dari Josh, wanita itu lantas tersenyum. "Tentu saja ada, Tuan. Nanti ada Mina yang akan menemani anda."


"Mina?"


"Oh dia? Yayaya ... saya ingat." Tentu saja Josh masih ingat. Apa lagi wanta itu pernah membisikan sebuah penawaran. Josh tahu betul penawaran apa itu, dan Josh akan menagihnya malam ini. Setelah mendapat informasi yang dibutuhkan, akhirnya wanita itu pergi dan membiarkan Josh untuk beristirahat terlebih dahulu.


Sedangkan yang terjadi di tempat tinggal tinggal Josh, janda muda bernama Rafiya sedang merasa bingung dengan penawaran yang baru saja dilontarkan oleh Mike. Tangan wanita itu masih menggerayangi tubuh kekar milik pria itu.

__ADS_1


"Gimana Nona? Mau tidak?" desak Mike dengan tatapan nakalnya.


"Meraba apa sih, tuan?" bukannya menjawab, Rafiya malah melempar pertanyaan dengan suara yang sudah berat. Wanita itu benar benar sudah dirasuki hasrat yang lumayan tinggi.


Mike pun sama, bukannya menjawab, pria itu malah tersenyum lalu meraih tangan si wanita dan menuntunnya. Nafas Rafiya seakan terhenti saat itu juga. Darah di tubuhnya juga seakan berhenti mengalir saat tangan Mike meletakkan tangan Rafiya pada tonjolan di bawah perut Mike.


"Tuan!" pekik Rafiya dengan suara yang semakin berat karena hasrat yang semakin menggelora. Meski Mike masih memakai celana kolor, tapi Rafiya bisa merasakan kalau isi celana tuan bule tidak main main besarnya.


"Raba lah, dan bila perlu lepaskan celanaku!" titah Mike,lalu dia menyandarkan tubuhnya di bahu kursi. Rafiya tentu saja tidak mampu menolak, karena memang inilah yang ingin dia tahu.


Sejak dua bule itu datang, banyak wanita yang penasaran dengan isi celana mereka. Apa lagi para wanita sering mendengar cerita kalau isi celana milik pria Amerika itu gede gede. Di tambah lagi ada dari para wanita yang pernah melihat foto dan video kalau milik pria Amerika itu memang beda dengan milik pria lokal.


"Punya Tuan belum tegang, tapi kok udah gede begini?" ucap Rafiya penuh kekaguman sembari tangannya memijat lembut isi celana pria bule tersebut.


Mike kembali tersenyum. "Lepaskan celana saya saja, Nona, biar kamu bisa memegangnya dengan leluasa."

__ADS_1


Awalnya Rafiya terkejut, tapi tak lama setelahnya, senyumnya langsung merekah. "Baiklah, Tuan."


...@@@@@...


__ADS_2