
Setelah puas meluapkan amarah dan kecewanya kepada para wanita yang ada di pondok janda, seorang wanita yang tidak suka dengan sikap janda lainnya, memilih pergi meninggalkan pondok tersebut, menyusul bule yang tadi sempat datang ke tempat itu. Sedangkan bule berwajah oriental yang sedari tadi diam menyaksikan kemarahan wanita itu terduduk diam dengan perasaan bingung.
"Kenapa kalian tadi tidak menyambut Tuan bule dengan baik?" tanya Ken dalam ketikannya.
Para janda yang membaca ketikan Ken sontak saling pandang dan salah satunya langsung memberi jawaban. "Tidak baik gimana, Tuan? Perasaan kami menyambutnya dengan baik. Tuan bule saja yang salah paham dengan sikap kita."
Ken cukup terkejut membaca jawaban yang ditulis oleh salah satu janda. Matanya bahkan menatap lekat wajah wajah yang juga memandang Ken dengan serius. Ken kembali mengetik kata kata untuk membalasnya. "Mungkin memang sebaiknya saya tidak terlalu sering berada di tempat ini. Bisa jadi suatu saat nanti saya juga akan diperlakukan seperti itu oleh kalian jika cinta kalian ditolak oleh saya."
Gantian sekarang para janda yang terkejut setelah membaca balasan dari Ken. Mereka tidak menyangka Ken mengetahui isi hati mereka. Para janda semakin dibuat terkejut saat tiba tiba Ken bangkit dari duduknya dan melangkah pergi tanpa permisi. Ada beberapa janda yang mencoba menahannya tapi sia sia belaka, Ken tetap melangkah pergi.
"Nah loh, ucapan Mina terbukti. Sekarang tidak ada yang akan menjaga kita disini," celetuk salah satu wanita yang baru saja bergabung bersama yang lainnya karena mendengar pertengkaran Mina dan janda yang lainnya akibat sikap mereka kepada Josh.
"Yah, berarti Tuan Ken batal ngajak kalian jalan jalan dan nginap di hotel dong," sekarang Meisin yang bersuara. "Udah, terima nasib aja. cukup aku yang diajak ke hotel, kalian jangan bermimpi."
"Bisa nggak kalau ngomong itu dikondisikan? Jangan memperkeruh suasana deh," salah satu dari mereka nampak emosi mendengar perkataan dua wanita yang tidak memihak kepada sikap janda yang tadi acuh pada Josh.
__ADS_1
"Lah, memperkeruh bagaimana? Memang apa yang dikatakan Mina benar kan? Dulu aja waktu Tuan bule datang ke sini, kalian heboh menyambutnya. Tapi setelah cinta kalian ditolak dan ada Tuan Ken yang menurut kalian lebih baik, kalian malah bersikap cuek pada Tuan bule. Ternyata kebaikan kalian selama ini kepada Tuan bule itu palsu."
Semua terbungkam. Ucapan Meisin cukup menohok hati para janda itu. Ya, memang tidak semua janda menaruh kecewa berlama lama atas penolakan Josh dan Mike. Bahkan ada yang sadar diri kalau mereka tidak mungkin memiliki cinta bule itu. Makanya selain Mina, di pondok janda masih ada beberapa wanita yang membela dua bule di sana.
"Dah lah, terima nasib saja jika ada penyusup lagi. Kita lihat saja siapa yang akan jadi korban berikutnya. Apa lagi kita tahu, selama berlian itu masih ada di sekitar kita, kita nggak akan pernah aman."
Lagi lagi semuanya terbungkam. Dua wanita yang tadi membela Josh memilih masuk, membiarkan para janda yang ada di luar pondok memikirkan kesalahan mereka sendiri. Termasuk tiga wanita yang diduga mengetahui keberadaan berlian yang tadi dimaksud rekannya. wajah mereka cukup panik membayangkan hal buruk yang bisa saja menimpa mereka.
Josh sendiri, saat ini sudah berada di rumahnya. Tadi saat melihat Josh kembali dalam waktu cepat, cukup mengejutkan Mike yang sedang rebahan. Tapi setelah tahu alasannya, Mike mengerti dan kedua pria itu memilih merebahkan tubuh mereka di dalam kamar. Mungkin malam ini mereka akan libur untuk berhubungan badan.
"Loh, Nona Mina!" pekik Josh yang kebetulan lebih cepat meraih gagang pintu. "Masuk, Nona."
Dengan senang hati wanita itu masuk dan duduk di kursi yang ada di sana.
"Kalian nanti akan berhubungan badan, kan?" ucap Mike tiba tiba, padahal wanita itu baru saja datang. "Daripada aku bengong dan mendengar suara kalian, mending aku pergi."
__ADS_1
"Loh mau pergi kemana?"
"Cari wanita lah."
Josh malah terkekeh dan membiarkan Mike pergi. Sedangkan Mina cukup terkejut dan bingung melihat kepergian Mike saat dia baru datang.
"Tuan bule yang satunya kenapa? Kok pergi?"
"Dia ada undangan untuk makan malam di salah satu rumah warga," balas Josh dusta. "Karena melihat aku sudah ada temannya jadi dia baru mau berangkat."
"Oh gitu? Kirain Tuan bule tidak suka saya datang kesini."
"hehehe ... tidak. Daripada kita ngobrol disini, bagaimana kalau kita ngobrol di kamar saja, Nona?"
Tentu saja wanita itu tidak akan pernah menolak dan dia dengan sangat antusias mengangguk. "Ayuk."
__ADS_1
...@@@@@@...