BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Fakta Baru


__ADS_3

Kalau dua hari sekali berarti adanya kapan lagi?"


"Kayaknya lusa ada, Tuan. Tuan bule mau ke kota emang mau nyari informasi tentang apa? Atau Tuan mau pergi dari kampung ini?"


Mike lantas tersenyum sembari mengusap rambut wanita yang sekarang menatapnya. "Tentu saja tidak, Nona Marina. Saya hanya ingin membeli kebutuhan untuk saya."


"Oh, kirain Tuan bule mau pergi selamanya dari kampung ini," ucap Marina sembari kembali merebahkan kepalanya di dada bidang Tuan bule. Mike hanya terdiam menikmati tangan lembut Marina yang bermain di area sekitar bawah perutnya.


"Tuan?"


"Hum?"


"Apa mungkin, Tuan ke kota, untuk.mencari informasi tentang keluarga anda?"


"Aku tidak memiki keluarga, Nona."


Kening Marina sontak berkerut. Kepalanya kembali mendongak dan menatap lekat mata teduh milik bule itu. " Tuan tidak memilki keluarga? Saya yakin dengan ketampanan yang Tuan miliki pasti ada wanita yang spesial menunggu dengan cemas kepulangan anda?"


Mike kembali tersenyum lalu dia merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Marina. "Seperti yang saya bilang, saya tidak memiliki keluarga dan sepertinya saya tidak minat untuk berkeluarga."


kening Marina semakin berkerut. Dia sungguh sangat terkejut mendengarnya. "Bagaimana mungkin anda tidak ingin berkeluarga, Tuan?"

__ADS_1


"Saya tidak mau menyakiti hati wanita. Saya tidak mau menjanjikan yang indah indah pada wanita kalau pada akhirnya saya tidak bisa mewujudkan janji itu. Seperti contoh suami kamu. Bukankah dia menjanjikan kebahagiaan sebelum menikahi kamu? Tapi lihat, dia lebih memilih membiarkan kamu disini sendirian tanpa ada kepastian. Bukanlah itu sangat menyakitkan, Nona?"


Marina tertegun, nyatanya apa yang Mike katakan ada benarnya. Marina bahkan memilih diam dari pada membalas perkataan Mike yang hanya akan menambah luka hatinya jika mengingat tentang suaminya.


Mike membelai lembut pipi Marina. "Aku tidak ingin menjadi laki laki seperti itu."


"Tapi kalau nanti ada wanita yang mencintai Tuan bagaimana? Bukankah menolak wanita juga itu perbuatan menyakiti?"


Mike lantas tersenyum. "Lebih baik menyakiti di awal, Nona, sakit hatinya cuma sekali. Daripada menerima cinta wanita lalu tiap ada masalah ujung ujungnnya merasa tersakiti. Saya tidak suka yang seperti itu. Sudah, jangan bicara soal hati dan perasaan. Malam ini Nona mau nambah lagi tidak?"


"Mau!" seru Marina lantang.


"Baiklah. Mainkan punya saya pakai mulut ya?"


Sementara di tempat lain, Josh sendiri sedang melakukan ronde kedua bersama Lalita. Wanita itu benar benar dibuat lemas karena sodokan demi sodokan batang Josh yang sangat menghentak. Josh seperti tidak ingin memberi ampun pada wanita yang sedari tadi meracau dan mengeluarkan rintihan nikmat tanpa jeda. Yang Josh tahu, malam ini dia bisa memuaskan dan terpuaskan.


Entah berapa ronde permainan yang Mike dan Josh lakukan di malam itu. Yang pasti saat pagi menjelang, Baik Lalita maupun Marina sampai kesusahan dalam berjalan. Meski kesakitan, tapi nyatanya dua wanita itu puas dan sangat bahagia bisa melalui malam panjang bersama bule tampan.


"Hari ini kita libur ngajar kan, Josh?" tanya Mike ketika dia sampai rumah di pagi hari dari rumah Marina.


"Iyalah, pengin istirahat, capek aku."

__ADS_1


"Capek, tapi seneng kan?"


"Hahaha ... ya begitulah. Cewek lokal ternyata enak juga. Mana masih sempit banget punya si Lalita."


"Sama. Punya Marina juga masih seret banget. Mereka benar benar menjaga milik mereka ya? Tidak sembarangan kayak wanita di negara kita. Siapa aja boleh masuk."


"Benar. Berarti semua wanita yang tinggal di pondok janda masih seret seret dong. Mike?"


"Pasti itu, makanya kita harus secepatnya ambil keputusan untuk menjaga mereka, Josh. Lubang mereka pasti masih seret dan enak banget."


"Harus itu, nanti kita bicarakan sama Pak kades. Tapi Josh, kita harus hati hati. Wanita disini sepertinya mudah jatuh cinta. Jangan sampai kita terjebak sama perasaan mereka."


"Aku juga ngerasa gitu saat bersama Lalita semalam. Kita memang harus hati hati sama perasaan mereka. Satu lagi, Mike. Aku juga dapat info bagus."


"Info bagus? Info apa itu?"


"Kemungkinan besar, berlian bulan biru ada di dalam pondok janda. Karena dari dua puluh wanita yang Marina ceritakan, enam belas diantaranya tinggal di pondok itu."


"Wahh! Berita bagus itu. Baiklah Josh, mulai saat ini kita fokus pada pondok janda saja, gimana?"


"Setuju!"

__ADS_1


Dua bulai itu lantas saling menyeringai.


...@@@@@...


__ADS_2