
"Akh ... akh ... akh ..."
"Apa masih sakit?"
Si wanita menggeleng. "Ini enak banget, Tuan."
Sang pria tersenyum lalu mengecup bibi si wanita. Pinggang pria bule itu bergerak maju mundur secara pelan dan teratur, menyodok lubang yang masih terasa sempit meski sudah tak bermahkota.
"Tuan."
"Apa, Sayang?"
"Kenapa Tuan lebih terlihat tampan saat seperti ini?"
"Kamu sedang merayuku, hum?"
Si wanita itu tersenyum. Matanya sayu penuh hasrat. Rintihan nikmatnya terus menggema. Ada rasa bahagia dalam setiap rintihan yang keluar dari mulutnya. Rasa rindu akan sentuhan laki laki, terbayar sudah meski jalannya sangat salah. Wanita itu sangat sadar, kalau ini salah. Tapi dia sangat bahagia dari kesalahannya ini.
Di tempat lain, Josh masih tertegun dengan lawan bicaranya. Sebuah pertanyaan yang sangat pribadi meluncur dari bibir lawan bicaranya yang seorang wanita bernama Mina, membuat Josh sedikit dilema untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Tapi saya yakin, untuk urusan ranjang, anda pasti tidak pernah merasa kurang," ucap Mina lagi, menyimpulkan jawaban dari pertanyaan yang dia buat sendiri.
Josh sontak mengembangkan senyumnya. "Kenapa Nona bisa berpikiran seperti itu?"
"Paling tidak saya tahu, Tuan, kehidupan negera Tuan itu seperti apa. Tuan juga sangat tampan, mana ada coba yang mau menolak jika Tuan sedang ingin melakukan hubungan ranjang?"
Josh pun menyeringai. "Terus kalau saya malam ini ingin melakukan hubungan ranjang bersama Nona Mina, apa Nona Mina akan mengabulkannya?"
Mata Mina langsung membulat, tapi itu tak berlangsung lama, karena setelahnya wanita itu malah salah tingkah, merasa terjebak dengan pertanyaan yang dia ajukan sendiri. Meski jauh dari sisi hati yang paling dalam, dia ingin menerima ajakan bule itu, tapi Mina tidak mungkin akan langsung berterus terang.
"Nah kan terbukti, tidak semua wanita mau melakukan hubungan ranjang dengan saya, Nona," ucap Josh menyimpulkan jawaban dari pertanyaan yang Mina tadi lontarkan.
"Apa Tuan sedang ingin menjebak saya?"
"Loh, menjebak bagaimana? Kan tadi Nona yang bertanya, tidak ada wanita yang menolak ajakan saya? Nah, saya hanya berusaha membuktikannya saja, Nona, bukan menjebak."
"Sama aja, ternyata, Tuan sangat licik."
"Hahaaha ... licik darimana, Nona? Saya kan hanya membuktikan. Sekarang Nona jawab saja, Nona mau nggak berhubungan badan dengan saya, jika saya lagi pengin melakukannya malam ini?"
__ADS_1
Mina semakin salah tingkah. Wanita itu bahkan tak berani membalas tatapan Josh yang penuh dengan pesona dan sangat menghanyutkan. Josh sendiri hanya bisa tersenyum nakal. Dia tahu benar, wanita itu sedang dilema untuk mengatakan iya. Di saat seperti itu Josh mendapat sebuah ide untuk menarik Mina.
"Tuan mau ngapain? kok bajunya dilepas?" seru Mina saat matanya menangkap gerakan Josh melepas kaos yang dia pakai. Spontan saja, Mina langsung menutup matanya.
"Gerah saja. Lagian saya kalau tidur juga tidak suka pakai baju, nona," jawab Josh acuh. Nyatanya selain iseng, Josh kalau tidur memang lebih sering bertelanjang dada.
"Tapi kan disini ada wanita, Tuan."
Josh sontak tersenyum lebar. "Emang kenapa kalau ada wanita? Lagi pula Nona ini aneh, kemarin saat saya sedang berolahraga, Nona sangat antusias melihat saya tidak memakai baju, tapi sekarang saya tidak memakai baju di depan anda, Nona malah tutup mata."
Mina kembali tertegun. Secara sadar dia cukup tersindir dengan ucapan bule itu. Mina merasa menjadi wanita munafik saat ini. Saat tidak ada tuan bule, Mina selalu membayangkan dan menginginkan melakukan hal yang lebih. Tapi sekarang, dia bersikap menolak apa kata hatinya.
"Mendekatlah, bukankah Nona ingin meraba tubuh saya?" ucap Josh sembari merebahkan badannya menggadap langit langit. Salah satu telapak tangannya dia jadikan bantal hinnga bulu ketiak yang tidak terlalu lebat terpampang di depan mata.
Mina yang mengintip dari celah jarinya, tentu saja merasa resah dengan pemandangan indah yang ada di depan matanya. Ingin rasanya dia mendekat dan merebahkan kepalanya di atas dada bidang Josh, mencium bulu ketiaknya dan meraba isi celananya. Sungguh, Mina sangat resah dibuatnya.
"Kemarilah, nggak perlu malu, Nona. Selagi ada kesempatan, lakukanlah sesukamu," Josh masih terus berusaha memancingnya. Setidaknya bule itu menjadi tahu kalau wanita disini harus dirayu.
...@@@@@@...
__ADS_1