
"Tuan, geli," rengek seorang wanita yang sedang duduk dipangkuan pria asing idamannya. Wanita itu merengek kegelian karena sang pria yang biasa dipanggil tuan bule itu sedang memainkan bukit kembar wanita dengan jambangnya. pakaian wanita itu sudah terlepas. Begitu juga dengan kain yang menjerat bukit kembarnya. "Tuan, ihh, geli," rengeknya manja.
"Hahaha ... bukit kembar kamu menggemaskan banget, Sayang," ucap Bule bernama Josh sembari menyesap pucuk bukit kembar satu persatu.
"Tapi kan punya aku kecil, Tuan, berbeda dengan bukit kembar milik wanita bule, katanya gede gede?"
"Gede ataupun kecil sama saja, Nona. Yang penting kan rasanya sama sama enak. Lagian punya kamu malah lebih terlihat alami."
Lalita tak bisa berkata kata. Dia hanya mampu tersenyum semakin senang karena pujian tuan bule itu. Tangan Lalita mengusap lembut kepala Josh yang sedang lahap menikmati bukit kembarnya secara bergantian.
"Sekarang kamu berdiri ya?" titah Josh beberapa saat kemudian. Lalita langsung saja bangkit dan berdiri dengan kaki membentang diantara tubuh pria yang bersamanya. Tangan Josh bergerak menyentuh sesuatu yang menonjol diantara dua kaki Lalita. diusap dan dipijitnya tonjolan terbelah itu dengan sangat lembut.
Tak berhenti sampai di sana, tangan Josh juga mulai menarik dua celana yang dipakai Lalita. "Indah banget!" puji Josh begitu barang berharga milik Lalita terpampang tepat di depan wajahnya. Wajah Lalita merona, kedua tangannya spontan bergerak menutupi celah nikmat dibawah perutnya.
"kenapa ditutupin, sayang?" ucap Josh sembari meraih tangan Lalita dan menuntunnya agar tidak menutupi celah nikmatnya.
"Malu, Tuan," balas Lalita lirih.
__ADS_1
"Ngapain malu. Punya kamu indah banget loh. Putih mulus kayak gini," ucap Josh dengan telapak tangan mulai mengapu setiap sisi dari celah nikmat di hadapannya.
Lalita pasrah saja. Dia juga sangat menikmati setiap sentuhan dan pijatan lembut pria bule itu. Yang lebih mengagetkan Lalita adalah, Josh tanpa rasa jijik menikmati lubang nikmat dengan lidah dan mulutnya juga. Akhh ..."
Sedangkan di tampat lain, Mike masih setia duduk di kursi yang sama sejak dia datang. Yang beda adalah posisi duduk Marina. Wanita itu justru sekarang sedang berlutut di atas lantai di hadapan Mike. Atas arahan bule idamannya, Marina mulai menurunkan celana yang membungkus benda yang sudah sangat menegang.
"Ya ampun, Tuan!" pekik Marina begitu melihat isi celana Mike yang langsung berdiri menantang. "Ternyata beneran gede banget! Pasti nanti pas masuk bakalan sakit banget."
"Nggak akan, Sayang. Justru nanti aku akan membuat kamu tidak bisa melupakan malam ini, Sayang. Sekarang, nikmati dulu pake mulutmu ya?
Marina mengangguk dan mulai menjalankan aksinya. Bagi Marina, batang milik bule memang sangat berbeda dengan milik suaminya dulu. Bahkan disaat batang suaminya bisa dilahap semua memenuhi mulut, batang Mike justru hanya sampai setangah yang bisa masuk sampai tenggorokan Marina.
"Enak banget, Tuan."
Jawaban Marina kembali menerbitkan senyum di bibir bule itu. Mike memandang kelat wanita yang terlhat sangat menikmai batangnya. Kadang tangannya bergerak meriah rambuat Marina dan mengarahkan kepala si wanita agar lebih menikmati batangnya.
"Sayang, sekarang pindah kamar, Yuk. Aku sudah pengin masukin," ucap Mike beberapa saat kemudian setelah dirinya merasa cukup membiarkan Marina menikmati batangsnya. Dengan senang hati, Marina berdiri.
__ADS_1
Di saat wanita itu hendak melangkah, Mike langsung menghentikan gerakan Marina. Jelss saja wanita itu sedikit terkejut. Belum hilang rasa terkejut pada diri Marina, wanita itu kembali dibuat terkejut saat kedua tangan kekar Mike meraih tubuh Marina dan membopongnya ala pangeran.
"Tuan!" pekik Marina tanpa mengilangkan rasa terkejutnya. "Apa saya tidak berat?"
"Sama sekali tidak," ucap Mike dengan sangat yakin. Keduanya lantas saling tersenyum. Tubuh yang sama sama tidak berbusana itu segera melangkah menuju kamar yang ditunjukkan Marina.
Sedangkan di tempat lain, Josh kini sudah bersimpuh diantara kaki Lalita yang membentang. Josh sedang mempersiapkan batangnya untuk memasuki lubang yanh sudah siap untuk di sodok.
"Beneran, Tuan, nggak bakan sakit, jika punya Tuan masuk?"
"Benaran, Sayang. sekarang kamu rileks dan santai saja yah? Aku mau masukin ini."
"Jangan kencang kencang ya, Tuan."
"Iya, Sayang."
Jari tengah tangan kiri Josh, mengusap celah nikmat Lalita dengan lembut sedangkan tangan kanan Josh mulia mengarahkan batangnya ke pintu celah. Digeseknya kepala batang Josh pada pintu lubang. Setelah merasa cukup, Josh mulai menggerakan pinggangnya perlahan mendorong batangnya memasuki lubang nikmat Lalita.
__ADS_1
"Akhh ..."
...@@@@@@...