
Di pagi harinya, kampung janda dibuat gempar dengan kabar yang terjadi semalam. Apa lagi saat ini, penyusup yang semalam tertangkap sudah diarak oleh warga yang mendapat kabar dari para penghuni pondok janda. Warga laki laki langsung menjemput dua tersangka dan membawanya ke rumah Pak kades.
Awalnya Pak Kades bingung waktu mendengar suara riuh yang semakin mendekat, tapi begitu dia keluar rumah, betapa terkejutnya Pak kades saat mengetahui apa yang terjadi di depan rumahnya saat ini. Matanya menangkap dua orang yang terikat sedang digelandang para warga dan terduduk di tanah.
"Ini ada apa? Mereka siapa?" tanya Pak Kades.
"Ini, Pak. Dua orang ini semalam menyusup ke rumah kami," jawab salah satu janda yang ikut dalam kerumunan warga.
"Menyusup bagaimana? Coba ceritakan yang lebih jelas lagi, bagaimana kejadiannya?"
"Begini, Pak Kades ..." Para Janda yang ada disana lantas menceritakan semua kronologi kejadian yang mereka tahu. "Untung ada Tuan bule, Pak kades, jadi kami masih bisa tertolong."
__ADS_1
"Lah terus, Tuan Bulenya mana? Kok nggak kelihatan?"
"Dia masih tidur, Pak, nggak enak jika kita mau ngebangunin."
"Iya, Pak Kades, lagian kasihan juga jika Tuan bule dibangunin. Semalaman dia menjaga penjahat ini. Jadi ya kami tidk tega buat bangunin dia."
Apa yang dikatakan para janda itu tidak sepenuhnya salah. Mike memang terjaga hampir semalaman, bahkan hingga menjelang pagi. Selain menjaga para penyusup, Mike juga menggunakan waktu semalaman untuk memuaskan hasrat wanita yang sudah sangat rindu akan sentuhan seorang pria. Meski hanya bermain sampai dua eronde, tapi lawan main MIke semalam benar benar dibuat tak berdaya. Permainan berakhir pukul tiga pagi dan tak lama setelahnya, Mike langsung terlelap.
Di saat Mike masih terlelap dan keadaan pondok janda sepi karena penghuninya sedang berada di rumah Pak Kades, terlihat seseorang masuk ke dalam kamar dimana Mike saat ini masih terlelap. Orang itu menyunggingkan senyumnya saat melihat tubuh polos Mike. Dengan sangat pelan, orang itu mendekat dan besimpuh di sisi kasur yang digunakan mike untuk tidur.
"Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk melihat tubuh kamu yang tanpa busana, Tuan bule," gumam orang itu sembari tersenyum manis.
__ADS_1
Tangan orang itu terulur mengusap wajah mike dan bergerliya ke seluruh tubuh Mike lalu berhenti pada benda di bawah perut yang sedang terkulai lemas. Orang itu tersenyum meski hatinya berdebar sangat kencang saat ini. Tangan orang itu mengusap benda milik Mike dengan sangat lembut. Tanpa perlu menunggu lama, orang itu mendekatkan wajahnya ke arah benda itu lalu lidah dan mulutnya memainkan benda milik Mike.
Di dekat rumah pak Kades sendiri, seorang wanita nampak baru bangun dari tidurnya. Wanita itu terbangun karena mendengar suara gaduh dari luar. Begitu mata wanita itu terbuka, hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah tenang pria bule yang masih terlelap. Wanita itu lantas tersenyum dan mengecup pipi bule itu lalu dia bangkit. Karena penasaran dengan apa yang terjadi di luar rumah, wanita itu langsung memunguti pakaian miliknya dan bergegas mengenakannya kembali lalu dia keluar kamar.
"Astaga! Ada apa itu? Kok di depan rumah Pak Kades ada banyak orang?" pekik wanita itu saat mengintip apa yang terjadi. "Duh, bagaimana caranya aku bisa keluar rumah?"
Wanita yang akrab di anggil Sansan itu lantas duduk di kursi yang ada di sana dan berpikir mencari cara agar bisa keluar dari rumah itu. Karena tak kunjung menemukan jalan keluarnya, Sansan memutuskan kembali ke kamar dimana pria bule yang semalam memberi kepuasan yang dia rindukan masih terlelap.
Senyum Sansan terkembang saat matanya menangkap tubuh polos Josh. Tentu saja fokus matanya tertuju pada benda yang sudah memberi kenikmatan duniawi hingga dia kewalahan dalam permainan yang Josh berikan. Wanita itu kembali naik ke atas ranjang dan tanpa ragu tangannya membellai benda milik josh yang sedang terkulai lemas.
"Saat lemas aja kamu kelihatan gede, apa lagi saat menegang. Kamu sungguh menggemaskan'" gumam Sansan sambil senyum senyum. Dan saat itu juga dia lantas mendapat sebuah ide yang cukup cemerlang. "Sambil nunggu yang diluar rumah bubar, mending aku main sama kamu dulu ya?" Sansan pun tersenyum penuh arti.
__ADS_1
...@@@@@...