BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Mencari Tahu


__ADS_3

"Tuan bule!" seru seseorang saat dua bule sedang bercengkrama di depan rumahnya. Kedua bule lantas menoleh ke arah sumber suara dan melihat pak Kades sedang malambaikan tangannya memberi kode agar dua bule itu mendekat. Tanpa berpikir panjang Josh dan Mike segera saja bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Pak Kades berada.


"Ada apa, Pak Kades?" tanya Mike begitu mereka berdiri tepat dihadapan pemimpin kampung tersebut.


"Duduklah, ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian, tuan."


Keduanya mematuhi permintaan pria itu. "Apa ada hal yang sangat penting?" sekarang Josh yang mengeluarkan pertanyaannya.


"Begini, kalian kan sudah cukup lama berada di kampung ini dan kalian juga tahu keadaan kampung ini bagaimana, bukan?" Mike dan Josh sontak mengangguk mendengar perkataan pak kades. "Menurut kalian, apa saja yang dibutuhkan penduduk kampung ini selain kebutuhan pokok dan sarana belajar?"


Kening kedua bule yang ada di sana sontak berkerut dan mereka sejenak saling pandang. "Memangnya ada apa, Pak Kades? Apa ada masalah?"


Pak kades tersenyum lebar dengan telapak tangan berdiri lalu bergerak ke samping kiri dan kanan. "Tidak. Tidak ada masalah. Cuma semalam saya sudah membahas dengan Tuan Ken tentang bantuan apa saja yang dibutuhkan warga ini. Karena kalian sudah lama di kampung ini, siapa tahu kalian punya pemasukan yang bisa di terima di kampung ini."


Kedua bule nampak manggut manggut. Mereka cukup terkejut ketika Pak kades menyebut nama Ken. sepertinya Ken juga sudah melangkah cukup jauh untuk merebut hati para penduduk disini. Mereka sudah yakin kalau hal ini pasti akan terjadi cepat atau lambat.


Sementara itu, Ken sendiri sedang berbaring santai di atas sofa bersama wanita yang menempel pada tubuhnya dan tangan si wanita bermain main dengan benda milik Ken yang sekarang terkulai lemas setelah bertempur cukup lama tadi.

__ADS_1


"Puas" tanya Ken melalui voice note penerjemah. Wanita bernama Meisin sontak menggeleng sambil tersenyum lebar hingga membuat Ken juga ikutan tersenyum. "Nanti kita main lagi. oke." dengan sangat antusias, Meisin mengangguk. "Apa saya boleh bertanya?"


Kening meisin sejenak berkerut lalu dia mengambil ponsel yang tergelatak di atas meja dekat sofa, untuk melakukan voice note juga. "Tanya apa, Tuan?"


"Apa kamu tahu? bagaimana bisa ada bule di kampung itu?"


"Bule? maksud anda Tuan bule?" Ken mengangguk cepat. "Tahu, Tuan. Kenapa?"


"Bisa kamu ceritakan kenapa mereka bisa berada di sana?"


Awalnya Ken mengira kalau dua bule itu sengaja datang ke kampung tersebut untuk mendapatkan berlian bulan biru. Tapi setelah mendengar cerita dari Meisin, Ken tahu kalau Josh dan Mike memang sempat mengalami kecelakaan perahu saat bertransaksi berlian merah muda dengan Red.


Sebenarnya berlian merah muda itu bukan milik red ataupun Smitt. Berlian merah muda itu milik seorang pengusaha dari negeri asia timur yang Josh curi saat pemiliknya sedang mengaddakan pesta besar. Smitt meminta bantuan Josh dan mike untuk mencuri berlian tersebut.


Due bule itu berhasil mendapatkan berlian tersebut meski penjagaanya sangat super ketat. Tapi sayang Smitt terlalu serakah. Dia tidak mau membayar jasa kepada Mike dan Josh malah berniat menghabisinya. Itulah cerita yang Ken tahu.


"Kira kira kapan mereka akan pulang ke negaranya?" tanya Ken begitu Meisin selesai bercerita.

__ADS_1


"Saya kurang tahu, Tuan. Tapi sepertinya mereka sangat suka tinggal di kampung saya."


Ken tersenyum tipis. Untuk pertanyaan terakhir yang dia lontarkan, sebenarnya Ken sudah tahu jawabannya tanpa dirinya melempar pertanyaan seperti itu. "Sekarang pakai pakaianmu, Nona. kita akan keluar."


"Loh, Kok keluar? katanya mau main sampai puas?" Meisin langsung memasang wajah cemberut sampai Ken dibuat gemas melihatnya.


"Kita hanya keluar sebentar, sayang. Kita beli beberapa baju. Masa kita besok pulang pakai baju itu terus, kan kotor."


"tapi saya tidak punya uang, Tuan."


Ken kembali tersenyum lebar dan mencubit hidung Meisin karena terlalu gemas. "Saya yang belikan. Kamu tinggal ngikut saja."


Awalnya Meisin menolak karena merasa tidak enak. tapi Ken memaksanya hingga mau tak mau wanita itu menuruti ajakan Ken. Setelah merapikan diri, keduanya segera keluar kamar hotel dengan senyum yang terkembang. Tanpa Ken sadari, saat dia keluar dari hotel, ada mata yang memandangnya dengan dengan pandangan yang terkejut.


"Itu kan Ken! Dia ada di kota ini? Wahh! bakalan seru ini."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2