BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Melihat Dari Lubang Kecil


__ADS_3

"Wow! Gede banget!"


"Gila! Mantap itu!"


"Ah, enak banget pasti pasti itu saat masuk lubang."


Suara suara lirih itu bukan keluar dari mulut wanita yang sedang menemani sang bule, tapi suara itu keluar dari mulut beberapa wanita yang sedang menyaksikan apa yang dilakukan seorang wanita dan juga pria bule di dalam kamar. Beberapa wanita itu melihat, atau lebih tepatnya mengintip dari lubang kecil yang ada di dinding kamar itu. Dinding kamar yang terbuat dari papan kayu tentu saja sangat mudah dilubangi di beberapa bagian yang dianggap strategis.


Sebenarnya lubang lubang itu tidak sengaja dibuat. Beberapa lubang dan celah yang bertebaran di dinding kayu itu, adalah bekas paku yang digunakan untuk menggandung barang untuk hiasan dinding. Lubang itu cukup besar jika digunakan untuk mengintip. Karena kamar yang kini dihuni pria bule dan seorang wanita adalah kamar yang telah lama tidak terpakai, maka barang barang yang menggantung di sana, diambil untuk disimpan.


"Astaga, Mina rakus banget!"


"Tapi bikin ngiler nggak sih?"


"Banget. Aku juga pengin."


Para wanita itu masih berbicara dengan suara yang sangat pelan agar penghuni kamar yang sedang melakukan pemanasan untuk berhubungan badan, tidak menyadari kalau mereka sedang diintip.


Sedangkan yang terjadi di dalam kamar, Mina yang sedari tadi hanya memegang, mengusap dan memijat benda di bawah perut milik sang bule, kini wanita itu mulai berani memainkan benda itu dengan lidah dan mulutnya. Awalnya Mina malu malu dan menolak, tapi rayuan pria bule yang begitu lembut dan menggemaskan, membuat Mina tidak sanggup bertahan dalam penolakannya. Seiring waktu berjalan, Mina malah kelihatan sangat menikmati batang bule tampan itu.

__ADS_1


Josh yang sedari tadi berbaring pasrah menikmati perlakuan Mina, sekarang dia bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk berandar pada dinding kayu. Tangan mulai berkerja. Dua tangan yang lengannya dihiasi menggunakan Tato, bergerak aktif melepaskan pakaian Mina satu persatu. Jari jari tangan kekarnya juga mulai aktif memainkan bukit kembar dan lubang Mina yang sudah sangat basah.


"Sayang, lubang kamu mau dimasukin sekarang apa nanti?" tanya Josh beberapa menit kemudian sembari mengusap lembut wanita yang sedang menikmati batang kekarnya.


"Sekarang saja, Tuan. Udah nggak tahan," balas Mina dengan suara yang sudah sangat berat karena terpengaruh hasrat.


"Berbaringlah!" titah Josh. Wanita itu langsung menurutinya.


Begitu Mina telentang, tubuhnya sedikit menegang karena setelah tiga tahun menjanda, baru kali ini lubangnya akan kembali mendapatkan rasa nikmat yang sudah sangat lama dia rindukan. Selain Mina, rasa tegang juga dirasakan oleh beberapa wanita yang sedang mengintip kegiatan Mina dan Josh.


"Akhh ..." suara rintihan mulai terdengar keluar dari mulut Mina. Suara rintihan itu adalah tanda kalau batang kekar milik Josh sudah mulai memasuki lubang nikmat Mina yang masih terasa sempit.


Apa yang sedang dilakukan Josh dan Mina tentu saja menyebabkan beberapa wanita yang sedang mengintip sekuat tenaga menahan hasrat yang sudah naik. Beruntung, kamar yang dijadikan tempat mengintip cukup gelap, jadi mereka menggunakan kesempatan itu untuk menggesek lubang mereka sendiri dengan jari tangan.


"Sakit?" bisik Josh lembut begitu batangnya masuk sempurna ke dalam lubang milik wanita yang tubuhnya sedang dia kungkung.


"Sedikit," jawab Mina lirih tapi masih terdengar di telinga Josh.


"Aku sodok pelan pelan ya, agar rasa nikmatnya cepet datang," Mina mengangguk. Josh lantas tersenyum lalu mengecup bibir Mina sembari menggerakan pinggangnya maju mundur secara perlahan.

__ADS_1


Para wanita yang sedang mengintip semakin tak kuasa menahan hasratnya. Apalagi saat menyaksikan si Bule mulai menyodok nyodok lubang milik Mina, khayalan mereka langsung tertuju kalau mereka lah yang sedang disodok oleh pria berbadan kekar itu. Mereka bahkan menahan rintihan nikmatnya demi bisa menyaksikan terus adegan berikutnya.


Sedangkan di tempat lain, terlihat tiga orang laki laki sedang duduk santai di depan rumah salah seorang warga. Wajah mereka terlihat tegang karena saat ini mereka sedang terlibat pembicaraan yang sangat serius.


"Bagaimana? Kapan kita akan begerak?"


"Besok malam, tapi siang harinya kita harus memantau terlebih dahulu ke tempat yang akan kita serang."


"Tapi, apa kamu yakin kalau berlian itu ada di pondok janda?"


"Aku sendiri tidak yakin, cuma kata orang kepercayaan Tuan Red, kita harus menyerang tempat yang paling lemah. Bukankah di pondok janda tidak ada laki laki? Sudah pasti disana tempat paling mudah untuk menyerang bukan?"


"Benar, ide bagus itu. Baiklah, saya setuju."


"Saya juga."


Baguslah. Kita juga sekalian bisa menikmati tubuh para janda nantinya."


"Betul! Hahaha ..."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2