
"Ahh, sial! Jadi berdenyut, kan," gumam Rafiya.
Mike yang baru saja mendaratkan pantatnya di atas kursi, sempat tertegun mendengar gumaman Rafiya. Tapi sayang, Mike tidak mengerti arti satu kata yang diucapkan wanita itu.
"Berdenyut, apa itu?" tanya Mike dengan menatap lekat wanita berambut sebahu yang duduk di kursi sebelah.
Mata Rafiya langsung membulat mendengar pertanyaan dari Mike. Karena terlalu terkejut, Rafiya sampai salah mengartikan ucapan dari sang bule. "Ininya berdenyut, Tuan."
Mike semakin bingung dengan jawaban yang dia terima. "Ininya, ini apa?"
Ditanya balik seperti itu, Rafiya malah semakin gelisah. Matanya tidak berani menatap bule itu. Rafiya bingung harus menjawab apa dari pertanyaan tadi. Namun, melihat tatapan Mike yang seakan sangat menuntut jawaban saat itu juga, mau tidak mau, Rafiya memberi jawaban sembari menunjuk arah bawah perutnya yang tertutup rok longgar selutut.
"Ini saya berdenyut, Tuan," jawab Rafiya menahan malu. Bahkan kepalanya menunduk untuk menutupi rasa malunya.
Sejenak kening Mike mengernyit. Namun bebeerapa saat kemudian setelah Mike mencerna dan memahami ucapan Rafiya, bule itu lantas tersenyum. Sekarang Mike jadi mengetahui apa artinya kata berdenyut.
"Apa di bawah perutmu sedang gatal, Nona cantik?"
__ADS_1
Rafiya tercengang mendengar pertanyaan Mike yang sangat blak blakan. Dia makin salah tingkah jadinya. Untuk sesaat dia tidak langsung menjawab pertanyaan dari Tuan bule. Rafiya benar benar tidak memiliki jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Sedangkan Mike, senyumnya langsung terkembang melihat tingkah Rafiya yang sedang gelisah. Bule itu tentu saja tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Mike langsung berpindah tempat duduk menjadi berada di dekat Rafiya.
"Tuan, kenapa pindah tempat duduk?" tanya Rafiya mencoba mengendalikan rasa resahnya yang semakin meronta akibat Mike semakin dekat dengan dirinya.
"Pengin aja, Nona," jawab Mike apa adanya. "Katakan padaku apa yang menyebabkan dibawah perut anda gatal, Nona?" Mata Rafiya kembali membulat, tapi itu hanya sementara dan dia kembali. "Katakan saja, Nona cantik. Kan kita hanya berdua? Tidak perlu malu kalau sama saya, Nona."
Desakan Mike semakin menggelisahkan wanita itu. Namun jika dicerna dengan baik, apa yang Mike katakan benar, sekarang mereka hanya bedua, kapan lagi Rafiya memilki kesempatan seperti itu? Bukankah di pondok janda saja saat ini sedang berebut bule yang satunya? Lalu, kenapa Rafiya yang mendapat kesempatan bagus, malah seakan jual mahal?
"Badan tuan bule. Badan tuan bule menyebabkan denyutan dibawah perutku," jawab Rariya dengan kepala yang masih menunduk dan suara yang terdengar lirih.
Mendengar ucapan Mike yang merendah, membuat kepala Rafiya langsung mendongak dan menatap tuan bule lekat lekat. "Tubuh Tuan Mike itu bagus banget. Bagi wanita, melihat tubuh kekar dan gagah seperti milik Tuan, itu sesuatu banget. Ditambah lagi tuan sangat tampan dan Tattonya semakin menegaskan kejantanan Tuan. Siapa yang tidak tergoda coba?"
Ucapan Rafiya yang lantang dan penuh kejujuran, membuat Mike tak tahan untuk kembali mengembangkan senyumnya. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan jika melihat tubuh seperti ini, dan sedekat ini?"
Rafiya kembali memalingkan pandangannya. "Saya ingin merabanya, tuan," ucapnya, dan dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Senyum Mike semakin melebar. Dia benar benar menikmati sikap wanita di kampung ini. Meski mereka sangat ingin melakukan hubungan badan dengan pria yang bukan suaminya, mereka tidak langsung mengajaknya malakukan hubungan badan secara langsung. Namun mereka lebih memilih menarik ulur waktu terlebih dahulu.
Rafiya yang sedang menutup wajahnya, dibuat terkejut. Saat itu juga dia merasa ada yang menggengam pegelangan tangannya. Wanita itu langsung mendongak dan menatap Tuan bule yang tangannya menggenggam tangan wanita itu ke arah dadanya.
"Tuan!" pekin Rafiya.
"Kenapa, Sayang? Bukankah kamu sangat ingin menyentuh tubuhku?"
Rafiya yang sempat memberontak, akhirnya pasrah. Ada yang berdesir dalam tubuh Rafiya saat jari lentiknya mendarat sempurna pada sisi kanana dada Tuan bule. Mike mengarahkan tangan Rafiya ke semua sisi bagian tubuhnya.
Awalnya tubuh Rafiya menegang, tapi makin kesini Rafiya semakin menikmati usapan jarinya yang bergerilya di tubuh Mike. Bahkan saat tangan mike melepaskan tangan Rafiya, wanita itu dengan sendirinya membelai tubuh Rafiya dengan tatapan yang sudah dipenuhi hasrat. Mike tentu saja semakin senang, malam ini dia ada teman untuk begadang.
"Nona cantik."
"Iya, Tuan?"
Mau meraba yang lainnya tidak?"
__ADS_1
...@@@@@@...