BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Janda Tanpa Tuan Bule


__ADS_3

Suasana pondok janda malam ini tidak seperti biasanya. keceriaan yang biasa terdengar sejak beberapa malam yang lalu, kini kembali sunyi sama seperti keadaan sebelum mereka mengenal pria bule. Malam ini pria bule yang sempat mereka sanjung dan puja puja, sudah tidak menemani mereka sejak kejadian malam kemarin.


Sedangkan untuk malam ini, Josh dan Mike sengaja tidur di kediamannya. Setelah siang tadi mereka melakukan penyodokan di tempat yang berbeda, malam ini mereka memutuskan bermalam di rumah saja. Sungguh, due bule itu tidak menyangka, sejak mereka hadir di kampung ini, hampir setiap hari mereka melakukan penyodokan dengan wanita yang berbeda beda.


Sebagai seorang pria, alasan lain dua bule itu bermalam di rumah karena demi mempertahankan harga diri. Mereka tidak akan datang lagi ke pondok janda setelah kehadirannya seperti sudah tidak diinginkan. Apalagi keduanya mendengar kalau mereka dibanding bandingkan kebaikannya dengan bule berwajah oriental yang baru saja datang dan memberi bantuan lebih banyak serta memperlakukan seorang penghuni pondok janda dengan istimewa.


Malam ini Ken juga tidak bisa menggantikan Josh dan Mike untuk bertugas menjaga para janda, karena siang tadi saat Ken bertandang ke sana, dia sudah membuat janji dengan salah satu wanita untuk pergi ke kota esok hari. Maka itu karena Ken tahu apa yang akan terjadi jika dia bermalam di pondok janda. Pasti akan ada wanita yang minta jatah untuk disodok. maka itu Ken memutuskan malam ini tidur di rumah Pak kades saja.


"Sekarang kalian senang kan? Tuan bule tidak mau berjaga lagi di tempat ini?" tanya Mina, salah satu wanita yang kecewa dengan sikap sesama janda kepada Tuan bule kemarin. "Sedangkan Tuan Ken yang kalian andalkan, malam ini memilih tidur di rumah Pak kades daripada di sini."

__ADS_1


"Sebaiknya kalian itu minta maaf. Masa hanya gara gara tuan bule menolak cinta kalian, sikap kalian kayak wanita yang baru saja mengenal cinta? HArusnya perceraian yang terjadi sama kalian itu dijadikan pelajaran," seseorang yang berada dipihak Mina juga ikut menimpali.


"Benar itu, coba kalian pikirkan, jika Tuan bule menerima cinta kalian, terus kalian tahu Tuan bule tidur dengan cewek lain, pasti kalian akan sakit hati lagi. Apa lagi jika Tuan bule kembali ke Amerika, dan nggak pernah datang kembali kesini, apa kalian sanggup menjalaninya?" sahut yang lainnya juga.


Beberapa penghuni pondok yang sikapnya keterlaluan hanya diam mendengar ucapan para wanita yang berada dipihak tuan bule. Dalam hati mereka berpikir, apa yang dikatakan janda janda itu memang benar, mereka belum tentu bahagia jika menjalin asmara dengan tuan bule yang sudah jelas dari negara yang berbeda dengan mereka.


"Sebelum terlambat, renungkanlah perkataan kami, minta maaflah, sebelum ada kejadian buruk lagi disini. Kalian tahu sendiri, sebelum berlian itu ditemukan oleh pemiliknya, kampung kita ini tidak akan aman. Maka itu selagi tuan bule masih berada disini, kita masih butuh mereka untuk menjaga kita."


"Apa yang dikatakan mereka benar, kita masih butuh tuan bule berada di tempat kita," salah satu dari mereka mulai membuka suara dengan wajah terlihat menyesal.

__ADS_1


"Terus kita harus bagaimana?" tanya janda yang lainnya, wajahnya terlihat kalut juga bingung. "Apa kita sama sama datang ke rumah Tuan bule untuk minta maaf?"


Lagi lagi mereka terdiam sembari berpikir, mencerna usulan salah satu dari mereka yang baru saja mereka dengar. "Atau gini aja, malam ini perwakilan dulu dua orang dari kita datang ke rumah tuan bule, gimana?" yang lain juga memberi ide.


"Nah seperti itu juga boleh, dua orang lain dulu yang datang, besok gantian. Siapa tahu nanti tuan bule tergerak hatinya untuk memaafkan kita dan mau berjaga disini lagi kalau kita saling bergantian minta maaf."


Dan usulan itu disambut yang lainnya dengan antusias, hingga terpilihlah dua orang yang akan datang ke rumah pria bule malam ini. Dengan membawa makanan, dua wanita itu berangkat meski keadaan sudah gelap. Kedua wanita itu berangkat dengan sangat antusias. Namun saat mereka berada di jalan setapak yang cukup sepi, kedua wanita itu dikejutkan dengan dua orang yang tiba tiba menyekap mereka dan menodongkan senjata tajam.


"Jangan bergerak atau nyawa kalian akan melayang!"

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2