
"Dah lah, aku mau mandi. Kamu pikirin aja apa yang aku ucapan tadi," ucap Josh pada temannya yang sedari tadi bengong mendengar rencana dadakan dari pria itu. Josh segera beranjak menuju kamar mandi, sedangkan rekan seprofesinya masih memikirkan ucapan Johsh sambil menikmati hidangan yang ada
"Astaga! Ini cara mandinya gimana?" pekik Josh dengan tatapan sangat terkejut begitu sampai di kamar mendi dan melihat keadaannya. Di sana ada bak mandi berukuran satu meter kali satu meter dan tinggi sekitar seratus tiga puluh meter, dengan sebuah gayung berwarna merah jambu. Di sebelah bak mandi, ada ember berukuran sedang di sisi tiolet jongkoknya.
"Katanya mau mandi?" tanya Mike saat melihat Josh tiba tiba lewat akan keluar rumah.
"Aku nggak tahu cara mandinya gimana. Mana nggak ada sabun dan handuk lagi," keluhnya sembari keluar rumah menuju ke rumah Pak Kades. Beruntung, Pak Kades masih ada di rumah, jadi Josh bisa dengan mudah minta tolong.
Pak Kades terkekeh begitu mendengar keluhan Josh. Dia langsung saja ke rumah sebelah untuk memberi contoh pada bule itu cara mandi di sana dan cara menggunakan toilet jongkokknya. Mike yang merasa penasaran juga ikut ke kamar mandi melihat arahan dari Pak Kades.
"Astaga! Ribetnya kalau mau buang air," keluh Mike.
"Hehehe ... adanya ya kayak gini. Maklum bukan hotel mewah," balas Pak Kades dengan senyum ramahnya. "Untuk airnya, kalian ambil di belakang ya? Ada sumur."
"Ya sudah, terima kasih, Tuan," ucap Josh yang merasa tak enak hati.
"Tidak apa apa," Pak Kades lantas melenggang pergi. Mike juga ikut keluar. Sekarang tinggal Josh yang sedang bengong di kamar mandi. Meski agak ragu, josh melucuti pakainnyya dan bersiap diri untuk mandi.
Byur!
__ADS_1
"Brrr ... unik juga," ucap Josh terlihat senang saat mengguyur kepalanya pakai gayung. Meski masih agak bingung, dia tetap meneruskan mandinya hingga beberapa menit kemudian. Setelah mandi, Josh langsung mengenakan pakaian pemberian para warga tadi. "Lumayan juga," pujinya saat memakai kaos dan celana kolor.
"Kamu nggak pakau underwear?" tanya Mike begitu melihat penampilan temannya.
"Nggak ada yang ngasih, kayaknya mereka sengaja biar bisa melihat yang tersembunyi," balas Josh sambil memperhatikan dirinya sendiri.
"Gila! Masa sampai segitunya? Seistimewa itukah kita?" tanya Mike sembari berdiri berniat mandi juga.
"Pasti lah, kayak nggak tahu wanita saja. Kalau lihat kita, gimana reaksi mereka."
"Hahaha ... benar, mereka dengan suka rela mau menampung benih kita. Tapi apa wanita disini juga sama?"
"Kita lihat saja nanti," ucap Josh sembari pergi keluar rumah dan duduk di bangku yang ada persis di depan rumah itu. Sedangkan Mike langsung ke kamar mandi.
Di saat mata Josh sedang mengedar, dia melihat dua orang yang bersama pak Kades menolong dirinya. Josh pun berinisiatif mendekati mereka untuk menyapanya. Namun saat langkah kaki Josh sudah hampir dekat dengan tujuan, dua orang itu malah lari tanpa menyadari kedatangan Josh. Bule itu pun merasa bingung melihat sikap orang yang menolongnya.
"Mereka kenapa? Kok kayak orang takut?" gumam Josh. Karena dua orang itu mendadak pergi, Josh pun memutuskan kembali ke tempat tinggalnya. Di saat bersamaan, Josh melihat ada tiga orang datang dengan mata menyelidik ke sekitar tempat itu. Wajah tiga orang itu terlihat garang.
"Kita kehilangan jejak mereka, Sial!" umpat salah satu dari tiga orang itu. Berhubung dia bicaranya memakai bahasa negara ini, Josh pun sedikit paham, apa yang diucapkan orang itu. "Kita harus temukan mereka, secepatnya!"
__ADS_1
Tiga orang itu langsung pergi. Josh yang masih ada disana terpaku mendengar ucapan tiga orang itu. Mungkin mereka tidak tahu kalau Josh mengerti apa yang mereka katakan jadi saat mereka melihat Josh, ketiga orang itu terlihat biasa saja.
Di saat Josh meneruskan langkahnya hendak kembali, dia dikejutkan dengan sikap Pak Kades yang juga terlihat panik saat keluar rumah.
"Tuan? Ada apa? Tuan kenapa?" tanya Josh.
"Apa tadi anda melihat dua orang yang ada disana?" tanya Pak kades sambil menunjuk ke satu arah.
"Iya, tadi saya lihat, bukankah mereka tadi yang menolong saya?"
"Bener. Lalu kemana mereka?"
"Mereka lari kesana!" tunjuk Josh. "Tapi sepertinya mereka sedang dikejar orang."
Pak Kades terdiam sejenak. Wajahnya terlihat sangat frustasi. "Mereka memang sedang dalam bahaya. Padahal mereka tidak tahu apa apa."
"Kening Josh berkerut. "Dalam bahaya?"
Pak Kades mengangguk. "Mereka diburu karena dianggap mengetahui tempat adanya berlian di daerah ini."
__ADS_1
"Berlian?"
...@@@@@...