
Tok! Tok! Tok!
suara ketukan sebuah pintu terdengar menggema memenuhi ruangan di salah satu rumah warga. Suara yang cukup nyaring itu sontak mengagetkan seorang penghuninya yang sedang merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang. Penghuni rumah yang merupakan seorang pria dari negara asing tersebut dengan rasa malas langsung bangkit dan turun dari ranjangnya.
Pria itu hanya memakai celana kolor tanpa ada kain yang melapisinya lagidi balik kolor yang dia pakai. bahkan saat pria itu berjalan keluar dari kamarnya, benda menggantung yang ada di balik kolor yang dia pakai, tercetak dengan jelas bentuknya.
Begitu langkah kaki pria bernama Josh itu mendekat ke arah pintu utama kediamannya, tangan pria bule itu bergerak memegang gagang pintu dan menekannya hingga pintu itu terbuka. Saat pintu terbuka, Josh nampak terkejut ketika matanya menangkap seorang wanita sedang berdiri sembari tersenyum manis kepadanya.
"Eh, ada Nona cantik!" seru Josh sambil cengengesan dan garuk garuk badannya yang tidak gatal.
"Kedatangan saya mengganggu ya, Tuan?" ucap si wanita masih dengan senyum manisnya.
"Tentu saja tidak. Silakan masuk, Nona."
Wanita itu lantas masuk mengikuti sang tuan rumah. melihat penampilan josh yang hanya memakai celana kolor pendek saja, membuat wanita itu mendadak diserang rasa resah dan gelisah. Bahkan wanita itu seperti kesusahan menelan salivanya sendiri dan berusaha untuk tidak memandang tubuh Mike yang hanya terbungkus celana kolor saja.
Mata wanita itu sedikit membelalak saat melihat tonjolan dibalik celana kolor Josh yang tercetak jelas bentuk dan ukurannya. Gerah dan resah tentu saja semakin menyiksa si wanita saat ini. Khayalan wanita itupun mau tidak mau menjadi melambung tinggi, membayangkan dirinya bergulat dalam keringat menikmati keindahan yang ada di depan matanya.
"Bukankah Nona yang tinggal di pondok janda ya?" tanya josh begitu keduanya duduk di kursi yang ada di sana.
__ADS_1
Wanita itu pun tersenyum canggung. Dengan sekuat tenaga dia menahan rasa resah dan gelisah yang perlahan membangkitkan hasratnya. "Tuan masih ingat saya?"
"Ya masihlah. Kan, baru semalam kita bertemu. Tentu saja aku masih ingat dengan ajah Nona meski nggak sempat kenalan."
Sejenak kening wanita itu berkerut. "Berarti tuan beneran tidak ingat dengan saya."
"loh!" seru Josh nampak terkejut. "Kenapa bisa begitu? Krmarin malam kan, kamu Nona bersama teman teman ngobrol dengan saya, bukan?"
Wanita itu malah tersenyum dan hal itu membuat josh nampak kebingungan. "Aku pernah datang ke sini loh, Tuan. Beberapa hari yang lali bersama Mina."
Kini gantian Josh yang dibuat terkejut. kening Josh berkerut sambil memikirkan apa yang dikatakan wanita itu dengan menatapnya lekat. Hingga beberapa saat kemudian mata Josh menjadi berbinar. "Ahh ... aku ingat! Bukankah kamu wanita yang bernama Sansan?" wanita itu sontak mengangguk sebagai tanda kalau tebakan josh itu benar. "Ya ampun! Ternyata benar. hahaha ..."
"Sayang sekali, tadi Tuan bule sempat lupa sama saya," wanita yang akrab dipanggil Sansan itu berpura pura merajuk.
"Nggak apa apa, Tuan. Lagian saya juga hanya bercanda kok." Dua orang itu lantas saling melempar senyum satu sama lain. "Tuan," wanita bernama Sansan kembali bersuara.
"Hum?" balas Josh singkat sembari tatapannya terus tertuju pada janda di hadapannya.
"Tuan Bule nggak merasa dingin, jam segini nggak pake kaos?"
__ADS_1
"Tidak sama sekali. malah aku merasa cuaca di sini tuh sangat panas. makanya aku nggak pake baju. Lagian aku memang begini kalau di rumah. bahkan tidurpun juga."
Sansan nampak terkejut mendengar jawaban pria bule yang sedang menatapnya. "Padahal aku merasa malam ini cukup dingin, makanya aku memakai jaket dan bawahan yang panjang."
josh kembali terkekeh. "Kalau aku nanti merasa kedinginan ya gampang. Kan ada Nona Sansan. kalau merasa dingin ya tinggal peluk tubuh nona aja?"
Padahal josh ngomongnya begitu santai, tapi dalam pikiran, Sansan merasa Josh sedang menggodanya. "Kalau saya tidak mau?"
"Hahaha ..." Josh malah tergelak cukup keras. "Mana mungkin nona nolak saya?"
"Ya kan mungkin saja, Tuan?"
"Yakin nih?"
"Sangat yakin."
Ucapan Sansan yang cukup tegas langsung menghadirkan pikiran nakal pada diri Josh. Pria itu segera saja bergeser hingga tubuhnya menempel rapat pada tubuh Sansan yang langsung menunjukkan rasa terkejutnya.
"Tuan!" pekik Sansan. Suaranya agak terbata karena Josh yang langsung menatapnya dengan tatapan yang sangat dekat.
__ADS_1
"Mau peluk di sini atau langsung ke kamar saja, Nona?"
...@@@@@...