BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Ada Yang Ketakutan


__ADS_3

Wanita yang terus menguping pembicaraan dua orang yang ada di dalam kamar, tak kuasa menahan rasa takutnya dan dia segera saja bangkit lalu masuk ke kamarnya. Wanita itu mengunci pintu kamar dan langsung meringkuk diatas kasur dengan wajah terlihat cukup pucat. "Tidak. Semua yang dikatakan Tuan bule pasti bohong! Aku pasti akan baik baik saja, Pasti," gumam wanita itu dengan suara agak bergetar. wanita itu membuka laci yang ada di sebelah meja dan mengambil sebuah kotak kayu. matanya terpaku saat melihat isi dari kotak kayu tersebut.


Sementara itu di dalam kamar yang sedang dihuni pria bule, dua orang yang ada disana masih terlibat pembicaraan yang cukup serius tentang berlian. Namun keseriusan itu tak berlangsung lama, kini pembicaraan mereka sudah mengarah ke hal yang lainnya.


"Tuan, kira kira, apa yang akan dilakukan si penculik ya? Apa mungkin teman saya akan disiksa?" wanita itu bertanya denga tatapan menerawang agak ke atas.


Josh tersenyum tipis. "Ya tergantung. Kalau yang butuh uang, biasanya minta tebusan. Tapi untuk kali ini karena yang diculik wanita dewasa, bisa saja mereka akan dijadikan wanita penghibur dan pemuas untuk menghasilkan uang."


Mengyi langsung menatap pria yang masih mengusap pahanya. " kok mengerikan banget sih, Tuan?"


"Ya memang seperti itu. Kan di luaran sana, banyak sindikat sindikat yang suka memperdagangkan anak dan wanita. Target para penculik memang biasanya warga kampung seperti kampung ini. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mangsanya yang bisa menghasilkan uang."


"Hih! Kok ngeri ya?"


"Hehehe ... maka itu kamu hati hati. Apa lagi kamu cantik dan tubuh kamu bagus. jika dijual pasti kamu laku banyak."

__ADS_1


"Enak aja!" sungut Mengyi dan hal itu membuat Josh semakin tergelak cukup keras. "Tapi kalau aku jual diri kepada Tuan bule, Tuan bule mau bayar berapa?"


Kening Josh berkerut dan matanya memindai tubuh wanita itu. "Kamu maunya berapa?"


"Emang Tuan bule punya duit?"


"Hahaha ... ya punya, Sayang. Seandainya disini ada bank, udah aku ambil uangku untuk kamu."


Wanita itu malah tersenyum lebar lalu dia merebahkan tubuhnya di sisi tuan bule. Wajah mereka berhadapan. Mengyi mengusap lembut pipi Josh, sedangkan tangan Josh kini mengusap pinggang wanita itu yang dasternya sudah terangkat sampai ke perut.


Josh lantas tersenyum. Tangannya memijat pantat Mengyi dengan lembut. Tanpa banyak bicara, wajah yang saling pandang itu saling mendekat dan bibir mereka pun beradu.


Di malam yang sama, di tempat berbeda, ada dua orang yang sedang mengendap endap di dalam kegelapan. Dengan penuh kewaspadaan, dua orang itu berjalan dari rumah ke rumah meletakkan sesuatu dari dalam kantung plastik yang mereka bawa. Mereka meletakkan benda berupa lembaran kertas di depan rumah warga kampung janda. Keadaan yang sangat sepi membuat pekerjaan mereka benar benar lancar.


"Gimana?" tanya sang Bos beberapa saat kemudian begitu dua orang itu kembali setelah menunaikan tugasnya.

__ADS_1


"Beres, Bos, aman. Kita tinggal tunggu saja hasilnya besok. Pasti semua warga bakalan terkejut," balas salah satu anak buah dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.


"Tapi, Bos, apa Bos yakin? Dua wanita yang semalam kita culik nggak langsung pulang ke rumah?" tanya anak buah tang lain.


"Aku mengenal dua orang yang semalam menyelamatkan mereka. Aku yakin mereka juga punya rencana sendiri jadi nggak mungkin mereka akan langsung mengembalikan wanita yang kita culikitu kembali ke rumahnya."


Dua pria yang duduk di jok depan nampak manggut manggut. Karena tugas sudah selesai, mereka memutuskan kembali ke markas mereka untuk bersiap diri menyambut kiriman anak buah yang diminta oleh Red.


Apa yang dikatakan Red memang benar. Bahkan hingga malam menjelang, Daniel dan Alex msih bersama dua wanita yang mereka selamatkan kemarin. Dua pria bule itu memang memiliki tujuan khusus. Dua wanita yang tidak ingin segera kembali ke kampungnya, pada akhirnya memang menguntungkan langkah Daniel dan Alex. Bahkan dua wanita itu mau diajak kerja sama begitu dua bule itu tahu wanita yang bersamanya ingin membuat jera seseorang yang memiliki berlian.


"Besok kamu sudah siap kan, melaksanakan tugas kamu?" tanya Daniel pada wanita yang saat ini sedang berjongkok di hadapannya sambil memainkan isi celana bule itu.


"Siap, Tuan," jawab wanita itu nampak bersemangat.


Daniel sontak tersenyum dan membelai rambut wanita yang sangat lahap menikmati isi celananya. "Bagus!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2