BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Ken Mulai Bertugas


__ADS_3

Di malam yang cukup dingin, di sana,di bangunan yang cukup luas, yang lebih dikenal dengan nama pondok janda, bule tampan berwajah oriental terlihat sedang bercengkrama dengan para penghuni pondok yang semuanya wanita. Meski obrolan diantara merekatak selancar seperti dengan dua bule sebelumnya, tapi dengan adanya alat bantu penerjemah yang ada di ponsel pria itu, cukup membantu dalam percakapan mereka.


Usaha Ken memang tak sia sia, walapun dia harus naik genteng hanya untuk mengunduh aplikasi penerjemah, tapi hasilnya cukup memuaskan. Para wanita yang ada di sana jadi bisa belajar bahasa asal negara Ken dengan lebih mudah. Setiap tanya jawa jawab yang terjadi diantara Ken dan para janda, mereka bergantian memegang ponsel yang diberikan Ken untuk menerjemahkan bahasa.


Dari kejadian itu Ken menyimpulkan, apa yang dilakukan Josh dan Mike memang benar. Warga disini semangat belajarnya tinggi, Mereka bukan hanya butuh sesuatu yang bisa di makan saja, tapi mereka juga butuh sarana untuk menambah pengetahuan mereka. Entah apa yang akan dilakukan Ken melihat kenyataan seperti itu. Mungkin dia punya rencana yang lebih baik untuk membantu para warga sekaligus mencari berlian yang hilang.


Setelah ngobrol cukup lama dan malam semakin larut, para penghuni pondok pun akhirnya mempersilakan Ken menempati kamar yang biasa digunakan untuk berjaga. Awalnya Ken terkejut saat tugas berjaganya malah di kamar, tapi setelah dijelaskan, Ken pun paham. Apa lagi ada satu penghuni yang akan menemani Ken, jadi Ken cukup senang dengan adanya ide seperti itu.


"Apa saya boleh mengenal nama anda, Nona?" tanya Ken sambil menunjukkan layar ponselnya yang berisi pertanyaan yang Ken ajukan serta artinya.


Wanita itu lantas tersenyum lalu mulai mengetik pada ponsel yang dia pegang, huruf demi huruf yang dirangkai menjadi sebuah kata lalu dengan sendirinya kata itu diartikan kedalam bahasa negara asal Ken. "Nama saya Mengyi, Tuan."

__ADS_1


Ken nampak mengangguk lalu dia kembali mengetik sebuah pertanyaan. "Biasanya kalau saling ngobrol, apa saja yang dilakukan Tuan bule saat bertugas disini?"


Mengyi menatap kembali layar yang ditunjukkan oleh Ken, lalu dia kembali mengetik kata kata untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Ya paling ngobrol, Tuan. Ngobrolin berbagai hal. Dan itu ..."


Kening Ken berkerut saat membaca balasan Mengyi lalu kembali memberi pertanyaan dalam ketikan. "Dan itu? Maksudnya?"


Mengyi tidak langsung menjawab. Dia nampak berpikir sembari menatap layar ponsel dan mengetik beberapa huruf tapi dia hapus lagi. Ken yang melihat sikap aneh lawan bicaranya langsung berpikir mencari jawaban sendiri. dan tak butuh waktu lama Ken bisa menyimpulkan apa yang terjadi saat dua bule itu berjaga selain ngobrol. Ken lantas mengetik kata hasil pemikirannya dan menunjukkan pada Mengyi.


"Berhubungan badan?" tebak Ken dan wanita itu mengangguk denagn wajah bersemu. Ken sontak langsung tersenyum lebar. Dia akui Josh dan Mike memang memiliki pesona yang luar biasa dimata para wanita. Jadi wajar kalau wanita di kampung ini bertekuk lutut dan membuka kakinya lebar lebar karena terpesona dengan ketampannya.


"Tuan juga tidak kalah tampannya, dan wajah tampan mirip aktor korea," jawab Mengyi dalam ketikannya.

__ADS_1


Ken malah tersenyum lebar, tapi dia mendadak teringat sesuatu dan dia langsung mengalihkan pertanyaannya. Jari jempol Ken kembali menari nari dilayar pipih yang dia pegang. "Apa kamu tahu tentang berlian yang ada di kampung sini?"


Kening Mengyi sontak berkerut mendapat pertanyaan seperti itu. "Dengar, Tuan. tapi saya tidak tahu berlian itu ada dimana. Makanya akhir akhir ini kampung kami menjadi tidak aman sejak adanya berlian tersebut."


Ken manggut manggut. Apa yang dikatakan wanita itu sama persis dengan cerita yang dia dengar tadi siang. Karena tidak mau dicurigai, Ken lantas memutar otak untuk mengubah jalan pembicaraan. Ken kembali melempar pertanyaan lewat layar ponselnya.


Mata wanita itu langsung membelalak dan tak lama setelahnya wajah Mengyi bersemu merah setelah membaca pertanyaan yang ditunjukkan Ken. Dia menjadi bingung, bagaimana menjawab pertanyan yang ditujukan Ken untuknya. Melihat wanita itu hanya diam, ken kembali mengetik sebiah pertanyaan.


"Bukannya tidak mau, Tuan. Tapi Tuan terlalu berterus terang," jawab Mengyi dalam ketikannya.


"Ya daripada terlalu basa basi, kan, ujung ujungnya sama juga? Kalau kamu mau. mendekatlah."

__ADS_1


Mengyi sedikit terkejut begitu membaca jawaban dari Ken, tapi pria itu memberi kode agar Mengyi mau mendekat. Tanpa berpikir terlalu lama wanita itu menuruti permintaan Ken, dan malam panas pun terjadi.


...@@@@@...


__ADS_2