
"Lihatlah, bukankah kamu rela mati demi melindung bos kamu," ucap Mike sinis sambil mengacungkan senjata tajam dan memainkannya. "Bagaimana kalau sesuatu yang paling berharga dalam hidup kamu menghilang?"
Josh yang duduk di sebelah Mike ikutan tersenyum lebar karena ancaman yang dibuat oleh rekannya tersebut. Josh bahkan telah bersiap hendak melepas pengait celana yang dipakai anak buah Red
"Tidak! Jangan! Tolong!" rintih si anak buah memelas. Wajahnya langsung pucat saat mendengar ancaman yang terlontar untuknya.
"Jangan minta tolong sama saya, minta tolonglah sama bos kamu," ledek Mike tapi dengan wajah yang terlihat sangat serius dan menakutkan.
"Baik, baik, saya akan mengatakan apa rencana kami, tapi tolong jangan hilangkan barang berhargaku," si anak buah akhirnya menyerah saat celananya sudah turun hingga ke lutut. Wanita yang ada di sana bahkan sudah menutup mata melihat kejadian yang tak terduga di rumahnya.
"Oke, cepat, katakan!" bentak Mike.
Dengan agak terbata, anak buah Red menceritakan semua rencananya dan hal itu tentu sangat mengejutkan bagi Josh dan Mike. Dua bule itu langsung berpikir cepat untk menggagalkan rencana Red yang sedang berjalan setengahnya.
Sementara itu, di malam yang sama, suasana mencekam begitu terasa di pondok janda. Semua wanita yang ada di dalam sana, saat ini dimasukan ke dalam satu kamar oleh dua pria bule anak buah Red. Karena terkendala bahasa dan menunggu anak buah Red yang asli warga negara ini, dua anak buah itu terpaksa mengurung semua wanita menjadi satu, di dalam sebuah kamar.
__ADS_1
"Lihat kan? karena keegoisan kalian, sekarang nyawa kita menjadi taruhannya!" sungut salah satu janda yang tidak tahan lagi menyembunyikan amarahnya. "Gara gara nggak ada yang mau ngaku, semua jadi kena imbasnya."
Semuanya saling pandang. Mereka tahu apa yang membuat salah satu diantara mereka, terlihat sangat marah. Semua itu lantaran orang yang menemukan berlian memilih untuk tetap bungkam. Bahkan tiga wanita yang dicurigai mengetahui keberadaan berlian itu juga ikut terdiam meski merasa ketakutan juga.
"Ya udah nggak perlu marah. Kita tunggu aja mereka menggeledah kamar kita masing masing. Paling kalau berlian itu ditemukan, yang menyimpan berlian akan mati duluan karena nggak mau ngaku," wanita lainnya ikut menimpali dengan memberi sindiran halus dan hal itu sukses membuat semua yang ada di sana semakin ketakutan.
"Tolonglah teman teman, sekali ini saja ngaku, siapa yang telah menemukan berlian itu?" kembali salah satu wanita bersuara. "Mumpung kita masih ada kesempatan. Kali aja jika ada yang mau ngaku dan langsung menyerahkannya, kita semua akan selamat."
Lagi lagi semuanya hanya terdiam. Hal itu tentu saja membuat beberapa wanita yang ada di sana semakin geram. Semua silih berganti mengeluarkan suaranya hingga menimbulkan suara gaduh. Tentu saja kegaduhan tersebut mengundang reaksi bule yang menyandra mereka.
"Bagaiamana kalau kita cari hiburan dengan mereka, Bro," anak buah yang lain nampak memberi ide kepada anak buah yang mengacungkan senjatanya.
"Hiburan bagaimana?" tanya si pemegang senjata bingung.
"Dihadapan kita kan wanita, dan semuanya lumayan untuk teman tidur bukan?"
__ADS_1
Pria pemegang senjata nampak mengerutkan keningnya sembari memandang wajah wanita satu persatu. Tak lama setelahnya, senyum pria itu terkembang. "Boleh juga. baiklah. Sambil menunggu rekan kita, apa salahnya kita mecicipi mereka terlebih dahulu."
Keduanya langsung tersenyum jahat. Mereka menatap wajah para wanita itu satu persatu dan ketika mereka sudah menjatuhkan pilihannya, dengan memberi kode lewat tangan, wanita yang sudah mereka pilih disuruh berdiri dan mendekat.
Disana terlihat dua wanita berdiri dengan wajah yang semakin bertambah pucat dengan segala rasa takut yang semakin mendera diri mereka. Dua wanita itu dipaksa mendekat dan mereka sempat berteriak saat dua pria itu memaksa mereka untuk melakukaan perang bibir. Dua wanita itu hanya bisa menangis, sedangkan para wanita yang melihat nasib temannya sedang dilecehkan, hanya bisa diam dengan perasaan takut.
"Apa mereka akan diperkosa?" bisik salah satu wanita lirih tapi mampu didengar oleh yang lainnya. Dua wanita yang tadi berdiri, kini sudah dibawa dengan paksa oleh anak buah Red.
"Sepertinya begitu, dan tidak kemungkinan selanjutnya kita juga akan menjadi korban."
"Ya ampun. begini banget nasib kita. Hanya gara gara berlian, semua kena imbasnya."
Tidak ada yang kembali bersuara. Semua wanita yang ada di sana pikirannya begitu sangat kalut. Namun tak lama kemudian mereka mendengar suara keributan dari luar kamar dan hal itu terdengar sangat menakutkan.
Dor!
__ADS_1
...@@@@@...