
Malam itu perkelahian dua lawan satu pun tak bisa di hindari. Mike dengan kewaspadaan penuh langsung menyambut serangan dua orang penyusup di pondok janda. Bagi Mike tentu saja lawan orang seperti itu tidak ada apa apanya. Biar bagaimanapun Mike sudah sering berhadapan dengan bahaya karena profesinya.
Hanya dengan bebrapa kali tendangan dan hantaman, dua orang itu langsung ambruk dan tak perdaya. Padahal tubuh dua penyusup itu termasuk tubuh yang kekar dan sangat tegap. Mereka bahkan sempat mengeluarkan belati sebagai senjata untuk menakuti lawan.
Namun sayang, perbedaan postur tubuh yang sangat mencolok, menyebabkan dua penyusup itu harus mengakui kehebatan lawan tarungnya. postur tubuh Mike yang lebih tinggi, besar dan gagah, sangat tidak sebanding dengan tubuh dua penyusup itu. Keduanya sungguh dibuat tak berdaya oleh pukulan Mike yang terasa berat saat menghantam tubuh mereka.
Dengan gerakan cepat, MIke langsung melakukan sesuatru untuk mengamankan dua penjahat tersebut. Mike memanggil para janda yang terbangun untuk membantunya mengamankan dua penjahat tersebut. Sontak saja para janda yang sedari tadi ketakutan teemasuk Melan, langsung berhambur keluar dari kamar masing masing dan melaksanakan perintah dari bule yang telah menyelamatkan mereka.
Sementara itu, satu orang komplotan dari penyusup yang sedang berjaga di luar, dibuat syok saat dia melihat bangunan yang dimasuki rekannya mendadak terang. Orang itupun menjadi penasaran, dengan apa yang terjadi di dalam pondok saat ini. Pria itu bergerak perlahan dengan kewapadaan penuh, berjalan mengendap menuju pintu yang tadi dibuka paksa opeh rekannya.
Saat langkah kakinya tepat berada di dekat pintu, gerakan pria itu terhenti karena telinganya mendengar suara keributan dari dalam pondok. Bahkan dia semakin terkejut saat ada suara wanita yang ribut menyebut nama pintu. Segera saja, pria itu bergegas mencari tempat untuk bersembunyi.
"Sial! Apa mereka ketangkap semua?" umpat pria itu sambil mengawasi beberapa wanita yang sedang melongok dari pintu yang tadi orang itu dekati. Sambil menunggu kabar dari temannya, pria itu terdiam beberapa saat di tempat persembunyiannya. Dia juga memikirkan tindakan apa yang akan dia lakukan setelah ini.
Di saat pria itu sedang fokus berpikir, matanya dikejutkan oleh sosok laki laki yang sedang melongok dan memperbaiki pintu. "Loh, katanya di rumah itu tidak ada penghuni prianya? siapa laki laki itu?" Karena pencahayaannya yang remang remang, pria itu tidak bisa memastikan wajah bule yang ada di pondok janda.
Sementara itu di dalam pondok janda, semua penghuninya terbangun karena kegaduhan yang terjadi di sana. Mereka bersama sama langsung menindak penjahat yang kini telah terikat dan duduk di atas lantai dengan kondisi yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
"Katakan pada kami? Apa yang kalian inginkan dari tempat ini, Hah!" bentak salah satu janda yang terlihat begitu geram.
"Paling juga suruhan sseorang, mereka nggak bakalan mau ngaku," celetuk janda yang lainnya.
"Apa kita serrahkan saja kepada Pak kades?"
"Jangan! Sudah terlalu malam! Mending kita siksa aja mereka. Baru kita laporin ke Pak Kads besok."
"Siksa? disiksa bagaimana?"
"Jangan!" dua penyusup itu sponan berteriak secara bersamaan. Wajahnya terlihat ketakutan begitu mendengar hukuman yang mungkin saja akan segeta dia terima.
"Kenapa? Apa kalian takut? Kalau kalian takut., kenapa kalian menyerang kami? kalau nggak mau ngaku, kita bakalan beneran potong isi celana kalian."
"Betul itu! Potong saja isi celananya jika nggak mau ngaku. Aku yang akan ngambil pisaunya."
"Jangan! Tolong, jangan rusak aset kami. baik; kami akan mengatakan yang ssebnarnya."
__ADS_1
"Ya udah cepat katakan!"
Dengan wajah ketakutan dan suara yang agak bergetar, mereka akhirnya bercerita tentang tujuan mereka datang kesini. Semua janda yang mendengarnya tentu saja sangat menunjukkan wajah terkejutnya. Begitu juga dengan Mike yang sedari tadi lebih banyak diam sambil mengawasi keadaan.
"Kenapa kalian yakin banget kalau berlian itu ada di sini?"
"Ya kami hanya menuruti perintah bos kami saja. Apa yang merka katakan tentu saja itu yang harus kami dengar."
"Jadi kalian akan menculik salah satu dari kami agar siapapun yang menamukan berlian itu mau mengaku gitu?"
"Yah, kira kira seperti itu perintah yang kami terima dari orang yang nyuruh bos kami."
"Jadi diatas bos kalian ada bos lagi?" dua pria itu mengangguk. sedangkan Mike yang sedar tadi mengawasi keadaan tanpa sengaja memandang tiga penghuni pondok yang memilih mundur dan berdiri terpisah dari yang lainnya. dilihat dari gerak geriknya, mereka seakan memberi kode tentang sesuatu.
"Apa benar berlian itu ada pada mereka? Aku harus mengawasinya."
...@@@@@...
__ADS_1