
Suasana di depan rumah Pak kades kini kembali menjadi tegang. Jika di pagi tadi suasana tegang karena para warga terpancing sebuah berita yang menyebabkan dua bule pergi, saat ini suasana tegang kembali terjadi diantara para janda hanya karena dua bule yang baru saja datang.
Di satu sisi, dua wanita penghuni pondok janda yang baru saja selamat dari penculikan menginginkan dua bule itu menginap di pondok janda sebagai penjaga tempat mereka. Di sisi yang lain beberapa janda menolak dengan tegas permintaan dua janda itu karena dua bule yang datang bersama mereka, baru kenal dan baru saja datang. Mana mungkin para penghuni janda mau menerima dua bule begitu saja.
Dua bule yang baru saja datang dan satu bule berwajah oriental hanya bisa diam menyaksikan perdebatan para wanita itu. Meski tidak tahu apa yang dikatakan para wanita itu karena terkendala bahasa, tapi ketiga pria itu cukup mengerti kalau para wanita yang sedang mereka perhatikan saat itu sedang terlibat pertengkaran.
Pak kades sendiri juga sebenarnya belum menyatakan setuju karena kepala kampung itu masih ragu dengan dua bule yang menjadi biang keributan para janda. Berita yang tersebar tadi pagi membuat orang nomer satu di kampung itu harus lebih hati tati dalam mengmabil sikap dan keputusan. Bisa jadi kecurigaan warga benar kalau orang asing yang dimaksud dalam berita tadi pagi adalah dua bule yang baru saja datang.
"Kalian kenapa sih, menolak dengan segitu lantangnya dua bule ini?" salah satu wanita korban penculikan kembali bersuara dengan sengit. "Mereka nggak kalah tampan dengan Tuan bule. Mereka juga sangat baik. Tapi kenapa kalian sangat menolak mereka untuk berjaga di pondok janda?"
Salah satu janda yang menolak keinginan permintaan janda korban penculikan meyodorkan lembaran kertas. "Baca nih, lihat! baca baik baik berita ini!"
Dua janda korban penculikan langsung membca brita itu dengan kening yang berkerut. "Ini maksudnya apa?" tanya salah satu dari dua wanita itu.
__ADS_1
"Gara gara berita yang nggak jelas dari sumbernya itu Tuan bule sudah tidak lagi bersama kita. Mereka memutuskan pergi dari sini karena kami sampat mencurigai mereka," salah satu janda menjelaskan dengan lantang.
"Lalu apa hubungannya dengan kami?" dua janda korban penculikan masih belum mengerti dengan keadaan yang terjadi.
"Masa kalian gitu saja tidak mengerti! Bisa saja orang asing yang disebut dalam berita itu adalah dua bule yang baru saja datang bersama kalian."
"Bagaimana mungkin?"
"Ya mungkin saja bisa. Kalau bukan dua bule ini, darimana si pengirim berita tahu kalau disini ada orang asing? Bisa saja juga orang yang menculik kalian juga hanya bersandiwara menolong kalian!"
"Pak kades, Pak kades tolong tanyakan kepada dua bule ini bagiamna dia menemukan dan menolong kami dari penculikan."
Kening Pak kades sempat berkerut, mencerna sejenak permintaan wanita itu. "Sudah, saya sudah bertanya tadi, kenapa?"
__ADS_1
"Jawabannya bagaimana?"
Pak Kades nampak terdiam, matanya memandang secara bergantian, dua bule yang baru saja menolong warganya dan juga janda yang menjadi korban penculikan dan saat ini sedang berdiri dihadapannya. sedangkan para janda lainnya nampak tegang menunggu jawaban yang diberikan kepala kampung tersebut.
"Begini, saya yang bertanya dulu sama kamu? Bagaimana kalian bisa ditemukan oleh dua bule ini?" pertanyaan yang diajukan Pak kades tentu saja membuat janda yang tadi bertanya terkejut. Sedangkan pak kades sendiri mendadak punya ide seperti itu karena dia juga ingin membuktikan kecurigaan warganya termasuk para janda yang menentang usulan dua korban penculikan.
"Ya pasti cerita kami sama lah Pak, kayak yang mereka ceritakan," jawab janda korban penculikan.
"Ya makanya, coba kamu ceritakan," desak Pak kades. "Kalau memang sama, kan saya mudah dalam mengambil keputusan, kalau mereka memang layak dipercaya untuk berjaga di pondok janda."
Wanita itu medengus lalu dia menceritakan segala kejadian yang dia alami dari awal sampai janda itu dan temannya ditolong dua bule tersebut. Kening Pak kades berkerut mendengarnya dan nampak manggut manggut. Entah kenapa Pak kades tiba tiba malah menyunggingkan senyumnya mendengar cerita dari janda korban penculikan.
"Gimana? Pasti sama kan dengan apa yang diceritakan dua bule itu?" melihat senyum pak kades yang terkembang membuat dua janda korban penculikan merasa yakin kalau Pak kades pasti setuju dengan usulan mereka.
__ADS_1
...@@@@@@...