BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Kedatangan Seseorang


__ADS_3

Jika malam ini Mike sedang mengalami emosi karena keinginan dua wanita yang sedang bersamanya, Josh justru saat ini sedang berpeluk mesra dengan wanita yang baru saja menikmati permainan panas dengannya. Keduanya seakan tak peduli dengan perasaan kecewa para penghuni pondok lainnya akibat penolakan cinta yang dilakukan Josh.


"Sebenarnya aku merasa tidak enak dengan semua orang yang ada di rumah ini," ucap Josh memecah keheningan yang sempat melanda sejak permainan penuh rasa nikmat telah selesai..


"Kenapa? Apa Tuan Josh menyesal telah menolak cinta mereka?" tanya Mina dengan tangan yang terus menggenggam benda yang letaknya berada di bawah perut pria bule itu.


"Menyesal sih tidak. Saya hanya tidak enak saj. Mereka sudah baik kepada saya, tapi balasan saya malah mengecewakan mereka semua," ucap Josh jujur dari dalam hati. Biar bagaimanapun rasa seperti itu memang langsung muncul dalam hati pria bule itu. Biar bagaimanapun para janda juga turut andil besar dalam menolong Josh selama berada di kampung ini.


"terus mau Tuan bagaimana? Mau membalas cinta mereka?"


"Ya bukan seperti itu. Saya mau hubungan saya dengan mereka kembali hangat sama seperi sebelumnya. Tidak seperti ini. Mereka bahkan tidak ingin menemani saya, saat saya datang tadi. Saya dapat merasakan sikap mereka yang berbeda."


Mina lantas tersenyum dan dia mengangkat kepalanya terus mendongak menatap wajah bule itu. "Butuh waktu, Tuan. Untuk bersikap baik baik saja. Setelah terjadinya penolakan, melupakanya itu sangat susah loh. Tuan pernah nggak sih merasakan cintanya di tolak?"

__ADS_1


"Tentu saja pernah. Beberapa kali cinta saya ditolak wanita saat masih remaja."


"Nah, Tuan tahu rasanya kan? Pasti Tuan merasa gimana gitu saat bertemu dengan seseorang yang nolak Tuan. Walapun perasaan wanita dan pria itu beda, tapi saya yakin sikap Tuan juga berbeda sejak penolakan itu terjadi."


Josh sontak terdiam. Apa yang dikatakan dikatakan wanita yang saat ini sedang membelai wajah Josh memang benar. Josh bahkan dulu sering menghindari wanita yang telah menolak cintanya.


"Apa setelah itu? Tuan tidak pernah merasakan jatuh cinta lagi sampai Tuan dewasa seperti saat ini?"


"Josh menghembuskan nafasnya secara pelan. Kini gantian dia yang membelai wajah wanita yang sedang menatapnya. "tentu saja saya pernah merasakan jatuh cinta lagi, tapi saya lebih memilih menyimpan perasaan itu. kamu pasti tahu kan alasannya apa."


Josh kembali menghirup nafasnya begitu dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Josh cukup tersentuh dengan ucapan Mina barusan. "Ada banyak alasan, kenapa saya memilih hidup seperti ini, Nona. Tapi maaf, saya tidak bisa menceritakan alasan saya memilih jalan seperti ini."


Mina kembali tersenyum, walaupaun ada rasa kecewa dengan kejujuran Josh, tapi dia tahu itu adalah privasi yang dijag oleh bule itu. "Tidak apa apa, saya tidak akan memaksa Tuan untuk bercerita semuanya. Saya hanya sedang membayangkan, bagaimana masa tua tuan nanti. Mungkin jika tuan banyak harta, akan ada orang orang yang mau mendekati Tuan, tapi saat harta itu habis, Tuan bule tahu kan apa yang akan terjadi. Saat ini mungkin Tuan bisa bebas karena tuan memiliki harta. Tapi kita tidak tahu Tuan, apa yang akan terjadi pada kita setelah hari ini."

__ADS_1


Josh kembali tertegun mendengar semua ucapan Mina. hatinya mendadak berubah menjadi resah. "Apa tidak ada pembicaraan yang lainnya?"


Senyum Mina terlihat melebar. Dia Kembali mendongak dan menatap bule itu. "Maaf, Tuan tidak nyaman ya?" Josh langsung tersenyum dengan senyum canggung. "Baiklah, daripada bingung ngobrol apaan, gimana kalau kita bermain lagi?"


Senyum Josh langsung terpancar dan dia tentu saja setuju dengan usulan wanita itu. Dan ronde kedua mereka pun akan segera dimulai.


Di tempat yang berbeda, tepatnya di depan sebuah bandara, seorang pria nampak sedang berdiri di salah satu sisi pintu keluar yang ada di bandara tersebut. dari arah yang lain, terlihat di sana sebuah mobil meluncur dan berhenti tepat dihadapan pria itu. Tak lama setelahnya, pria itu masuk ke dalam mobil, dan mobil kembali melaju menuju ke suatu tempat.


"Apa kamu sudah siapkan segalanya yang aku perintahkan?" tanya pria itu kepada sang supir.


"Sudah, bos. Saya sudah menyiapkan semuanya."


"baguslah," jawb pria itu lalu mengedarkan pandangannya ke arah luar. "Josh dan Mike, aku yakin kamu pasti berada di sana."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2