
Sejak penangkapan bandit penculik wanita malam itu, kedudukan Josh dan Mike semakin meroket di mata masyarakat. Mereka tidak menyangka dua bule itu malah bertindak lebih cepat daripada warga yang memilih pulang terlebih dahulu. Seandainya Josh dan Mike tidak berinisiatif mencari di malam itu, entah nasib apa yang akan terjadi pada Mina selanjutnya. Mungkin dia juga akan berakhir sebagai wanita bayaran sama seperti korban sebelumnya.
Berkat jasa dua bule itu juga, para wanita yang ada disana, kini semakin tertarik dengan mereka. Para wanita semakin terjerat dalam pesona bule yang selalu nampak tampan dalam hal apapun. Josh dan Mike sendiri tentu saja senang dengan keadaan ini. Mereka mendapat jalan mudah agar bisa lebih dekat dengan para wanita.
Begitu sidang penghakiman selesai, para warga langsung membubarkan diri. Yang tersisa dibalai warga, hanya Pak Kades dan pejabat lainnya yang sedang melakukan musyarawah. Josh dan Mike juga memilih pulang karena mereka cukup lelah, mereka ingin segera beristirahat.
"Kalau yang diculik para janda, apa mungkin berlian itu ada pada salah satu dari wanita yang tinggal di pondok itu?" tanya Mike begitu memasuki memasuki tempat tinggal mereka. Wajar Mike menyimpulkan seperti itu, karena dari dua wanita yang mengalami penculikan adalah janda semua.
"Belum tentu," sangggah Josh. "Kemungkinan mereka menculik janda karena mereka tidak ada yang melindungi. Apa lagi mereka biasa bertani dan berkebun di tanah yang letaknya dekat hutan. Makin mudah penjahat mengincarnya mereka."
Mike nampak menganggukan kepalanya. "Tapi kalau para janda dijadikan umpan untuk memancing si penemu berlian, sepertinya itu akan sangar susah. Dan aku yakin, yang menemukan juga pasti orang yang egois."
"Nah, aku mikir juga gitu, Mike. Mungkin yang menemukan juga seorang wanita yang suka dengan perhiasan. Bisa saja kalau orang yang menemukannya adalah orang yang tahu tentang benda itu."
"Hmm semakin pusing saja. Dahlah mending aku tidur," ucap Mike sembari beranjak menuju kamarnya, sedangkan Josh sendiri memilijih pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk sekedar membersihkan muka dan buang air.
Sementara itu, di pondok para janda, Mina sedang menceritakan musibah yang baru saja dia alami kepada rekan rekan jandanya. Dengan sangat antusias, janda tanpa anak itu menceritakan semuanya secara detail dari Dari awal penculikan sampai Mina bisa berduaan bersama Josh.
"Terus kamu ngapain aja sama Tuan Bule sewaktu kita belum datang?" pertanyaan salah seorang janda mawakili janda lainnya yang juga sama penasarannya.
"Ya nggak ngapa ngapain sih. Kita cuma ngobrol biasa saja. Cuma kita berdampingan dan aku bersandar dibahunya. uh, mereka keren sekali pokoknya. Lengannya uh, keras banget."
__ADS_1
"Duh jadi pengin megang juga. Apa aku main ke rumahnya aja ya?"
"Iya, aku juga pengin. Bule itu mau menerima kita nginep di rumahnya nggak yah?"
"Hahaha ... yang ada kita bakalan di usir oleh pak kades."
"Hahaha ... benar!" beberapa janda itu sampai terbahak.
"Eh Tapi, ngomong ngomong soal menginap, aku pinya ide bagus."
"Ide apaapun tuh?"
Salah satu janda itu mengutarakan idenya dan semau janda yang sedari tadi serius mendengarkan, satu persatu bibir janda itu mengembangkan senyum mereka.
"Semoga saja."
Semua janda itu saling melempar senyum dengan pikiran yang entah menerawang ke arah mana. Yang pasti di dalam pikiran mereka, ada wajah due bule dengan segala kenakalannya.
Sementara itu di tempat yang berbeda, terihat dua orang pria yang sedang duduk di dalam mobil yang menepi di salah satu ruas jalan. Dilihat dari wajahnya, dua pria itu terlihat sangat gusar.
"Bagaimana ini? Udah sangat larut? kenapa mereka belum muncul juga?" salah satu dari mereka mengeluarkan pertanyaan yang entah sudah berapa kali terlontar.
__ADS_1
"Aku juga nggak tahu. Apa mungkin mereka gagal?" sahut pria yang satunya.
"Bagaimana bisa gagal? Bukankah tadi mereka memberi tahu kalau mereka berhasil mengamankan satu wanita?"
"Iya sih, tapi sampai tengah malam begini mereka belum datang, gimana dong? Harusnya kalau memang aman, mereka udah datang dari tadi. Dulu aja korban yang pertama, lebih cepat dari ini."
"Ya sudah, kita tunggu tiga puluh menit lagi. Kalau mereka tidak datang juga, kita cabut. Bilang saja sama Bos, kalau mereka gagal."
"Oke!"
Malam kini memang semakin larut dan kampung itu terasa semakin sepi. Tanpa terasa, malam yang larut itu terus bergulir sampai hari kini berganti lagi.
Di pagi hari seperti biasa, Josh dan Mike sedang melakukan tugasnya sebagai guru sukarela di satu satunya sekolah yang ada disana. Di saat Josh sedang keluar kelas karena pelajaran telah usai, Pak kades tiba tiba menghampiri dan mengajak Josh ngobrol sejenak.
"Ada apa Pak Kades? Sepertinya ada hal penting?"
"Benar, ada hal penting yang harus saya sampaikan?"
"Apa itu?"
"Begini, apa kalian mau tinggal di pondok janda?"
__ADS_1
...@@@@@@...