BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Penolakan Tegas


__ADS_3

"Diantara kami ada yang jatuh cinta pada Tuan bule."


"Apa! Jatuh cinta pada kami!" Mike dan Josh hampir memekik bersamaan. Sesuatu yang tidak mereka inginkan malah terjadi pada para wanita yang menghuni pondok janda. Sungguh, ini sangat mengejutkan bagi kedua bule tersebut. Josh dan Mike bahkan sampai tercengang dan belum bisa memberi tanggapan apapun.


Sejak awal, Josh dan Mike memang sudah bersikap hati hati agar para wanita di kampung ini tidak ada yang jatuh cinta kepada mereka. Josh dan Mike tidak ingin hal itu terjadi karena mereka akan pergi jika tujuan mereka tercapai. Tapi sekarang yang terjadi malah diluar rencana mereka.


"Kenapa? Apa Tuan tidak senang?" tanya salah satu janda mewakili suara hati para wanita yang ada disana. Melihat sikap Mike dan Josh masih diam dan tidak menunjukan ekspresi bahagia, tentu saja membuat para janda penasaran dan timbul tanda tanya. Sikap dua bule itu juga cukup membuat mereka sedikit kecewa.


"Katakan yang sejujurnya, Tuan, apa Tuan tidak menyukai salah satu diantara kita?" desak janda yang lainnya.


"Bukankah saya sudah pernah bilang sama kalian saya tidak suka menjalin hubungan khusus dengan seseorang?" kini Josh yang bersuara. " Apa kalian bertindak seperti ini karena pengaruh dari orang lain?" Josh menjadi curiga dengan pria yang masih duduk di luar rumah. Sedangkan Ken sendiri masih merasa tenang karena dia memang tidak mengerti bahasa yang digunakan Josh dan yang lainnya saat ini.


"Tidak," bantah salah satu janda. "Ini murni dari hati kami. Kami benar benar jatuh cinta sama Tuan bule."

__ADS_1


"Sayangnya, saya tidak jatuh cinta sama salah satu diantara kalian," penolakan Josh yang secara terang terangan tentu saja membuat semua janda yang ada disana langsung menunjukkan rasa kecewanya bersamaan dengan rasa terkejut. Mereka tidak menyangka bule itu akan langsung berkata demikian.


"Maaf, jika saya terlalu jujur, tapi serius, saya sama seperti Josh, saya tidak bisa menerima cinta kalian." kini Mike yang angkat bicara.


"Kenapa? Apa kurangnya kami, Tuan? Kenapa tuan langsung menolak kami begitu saja?"


"Saya tahu," janda yang lain menimpali. "Pasti karena kami miskin, jelek, dan juga hanya wanita kampung. Jadi Tuan bule tidak mau menerima cinta kita, benar, kan?"


"Benar, tuan langsung menolak cinta kita karena keadaan kita memang tidak layak untuk tuan."


"Terus? Apa saja yang ada dipikiran kalian tentang kami? katakan saja? Katakan semuanya unek unek kalian sampai kalian merasa puas," ucap Mike menunjukkan rasa kesalnya. "Apa kalian mau bilang karena kalian sudah berbuat baik pada kami, begitu? Apa kalian juga mau bilang kalau kami hanya memanfaatkan tubuh kalian saja, begitu? katakan! katakan saja semuanya?"


Mata para janda hampir semuanya langsung membulat, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mike. Diantara mereka bahkan terkejut karena Mike bisa mengetahui isi kepala mereka. Para janda saling pandang satu sama lain, mereka tahu kalau salah satu bule sedang meluapkan amarahnya meski tidak sepenuhnya. Sedangkan bule yang satunya tetap diam tapi dari raut wajahnya para janda tahu kalau bule yang diam itu setuju dengan semua yang dikatakan temannya.

__ADS_1


"Kenapa kalian diam? Katakan saja semuanya, apa yang ada dipikiran kalian tentang kami? Tenang saja, kami tidak akan menyalahkan kalian," desak Mike.


Para janda masih saling diam satu sama lain. Mereka hanyut dalam pikiran masing masing dan mendadak mereka juga dilanda gelisah.


"Apa Tuan tidak mau mencobanya dulu untuk membuka hati, Tuan?" tanya salah satu janda beberapa saat kemudiam.


"Tidak! Tidak ada kata coba coba dalam urusan hati. Sekali kami bilang tidak ya tidak. Baiklah, mungkin memang sebaiknya kami pergi dari kampung ini."


Mata para janda langung membelalak serentak mendengarnmya. Tentu saja mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mike. "Kenapa seperti itu, Tuan?"


"Karena kami tidak mau membuat kalian terus terusan berharap pada kami. Bukankah jika kami tetap disini, kalian akan terus mengharapkan cinta kami? Jadi lebih baik kami memutuskan pergi saja."


Para janda terbungkam. Mereka sungguh tidak menyangka kalau keputusan mereka untuk menyatakan cinta akan berakhir seperti ini. Sungguh bukan ini yang mereka inginkan.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2