BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tamu Tak Terduga


__ADS_3

Saat pagi menjelang siang, Josh dengan gontai dan rasa Malas beranjak dari kamarnya, dengan mengenakan celana kolor yang semalam dia pakai. Permainan yang belum menuju puncaknya terpaksa berhenti karena ketukan pintu yang cukup keras dan terjadi berang kali. Apa lagi Josh juga mendengar suara Pak kades seiring dengan bunyi ketukan pintu itu. Mau tidak mau, Josh memamg harus membuka pintu rumahnya.


Betapa terkejutnya Josh begitu pintu terbuka dan melihat seseorang yang berdiri di sebelah Pak Kades. begitu juga dengan tamunya Pak Kades. Dia tidak bisa menyembunykan rasa terkejutnya saat melihat orang yang membukakan pintu.


"Nah, kenalin, Tuan Ken. Ini Tuan Josh. Dia yang menempati rumah saya ini," ucap Pak kades yang tidak menyadari kalau tamunya dan Josh sedang saling menatap penuh permusuhan. "Oh iya, Tuan Bule, kenalin ini Tuan Ken, mulai hari ini dia akan tinggal bersama kita."


"Apa!" terdengar dua suara memekik bersamaan. Selain suara Josh, tak jauh dari sana, Mike yang baru saja datang juga sangat terkejut mendengar ucapan Pak Kades.


Pak kades dan Ken sontak saja langsung menoleh ke arah datangnya MIke. Ken langsung bersiul saat melihat Mike datang dengan seorang wanita.


"Anda baru pulang?" tanya Pak Kades.


Mike langsung mengangguk cepat lalu Mike langsung melempar pertanyaan. "Dia akan tinggal bersama kita. Pak?"


Pak Kades mengiyakan. "Tapi kalian tenang saja. dia tinggal di rumah saya. Tadi saya sempat cerita kalau di sini juga ada dua orang dari Amerika dan Tuan Kan malah pengin kenalan katanya," terang Pak Kades. "Baiklah, kalian silakan ngobrol ngobrol dulu, saya mau bersiap siap berangkat kerja," Pak Kades langsung saja pergi meninggalkan tiga bule yang nampak saling menatap penuh permusuhan.


"Tuan, kalau begitu saya pulang dulu, ini sarapannya," pamit Melan karena merasa tidak enak melihat bule lain yang baru datang.

__ADS_1


"Melan! Tunggu!" teriak Sansan dari dalam rumah. Wanita itu langsung saja keluar rumah lengkap dengan pakaian yang sudah rapi, menyusul temannya untuk pulang persama.


"Waw! Pantas kalian betah bersembunyi di sini. Ternyata banyak wanita cantiknya," ucap Ken dengan tatapan mengejek. Bahkan pria itu langsung masuk ke dalam rumah dan menabrak bahu Josh.


"Mau ngapain kamu datang ke kampung ini? Mau mengacau?" sungut Josh. sedangkan Mike meski kesal, dia memilih diam dan ikut masuk ke dalam.


Ken tersenyum sinis. "Tentu saja tujuan aku datang ke sini sama seperti kalian. Biar aku tebak, kalian pasti belum menemukan berlian milik Tuan Arnold, bukan?"


"Berlian milik Tuan Arnold? Cih, nggak minat," kilah Josh.


Josh mendengus kesal lalu mendaratkan pantatnya di atas kursi yang sama dengan Ken dan Mike duduki. "Lalu, kamu akan membongkar siapa kami sebenarnya? Silakan saja, bukankah itu memang sifat kamu, yang suka mengadu ke orang lain?"


Ken yang sedari tadi menyeraingai langsung berubah raut wajahnya. "Tidak perlu kamu mengingatkan aku hal seperti itu, Josh!"


Kini Josh yang menyeringai. "Lalu? Aku harus bagaimana? Aku hanya ngomong yang sebenernya, tidak salah, bukan?"


"Sudah Josh, nggak perlu kamu ungkit ungkit masalah itu lagi," Mike ikut mengeluarkan suaranya. Jika sudah membahas hal itu pasti yang ada,ujung ujungnya bakalan ribut yang tidak pernah ada ujungnya. "Semua sudah berlalu, yang mati nggak bakalan hidup lagi."

__ADS_1


Josh lantas bangkit da beeranjak menuju kamarnya. Namun sebelum melangkah dia berkata, "Kamu tahu Mike, Ken tidak pernah akan peduli atas kematian charly, makanya dia selalu ngancam kita." Josh langsung melangkahkan kakinya menuju kamar tanpa peduli wajah Ken yang sudah terbungkus dengan amarah.


"Siapa yang tidak peduli, brengsek!" maki Ken lantang. Dia bahkan hendak menyusul Josh untuk meluapkan amarahnya, tapi MIke segera menahan tubuh Ken.


"Diam! jangan berbuat seenaknya kamu, ken! Ini bukan negara kamu!" bentak Mike tak kalah lantang.


"Tapi aku harus menghajar teman kamu itu, Mike! lepaskan!" Ken terus berusaha memberontak.


"Kalau Kamu berani membuat keributan, maka aku yang akan bertindak. biar kamu di usir oleh warga sini, Paham!"


Ancaman Mike berhasil membuat Ken terdiam. Dia sedikit mendorong tubuh Mike dan kembali duduk di tempat yang tadi Ken duduki. Mike pun sama, dia kembali duduk dengan mata yang terus menatap tajam kearah ken. Seketika suasana yang tadi sempat tegang berubah menjadi hening dengan diamnya ketiga orang yang ada di sana.


...@@@@@@...


Ken


__ADS_1


__ADS_2