BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Kembali Diam Diam


__ADS_3

"Kita bisa menggunakan rumah para wanita yang pernah kita tiduri untuk menginap, bagaimana?" usul Mike


Josh nampak berpikir sejenak. "Apa mereka masih percaaya sama kita?"


"Aku sih sangat yakin kalau wanita wanita itu masih percaya sama kita. Apa lagi tadi saat kita pergi, para warga sepertinya sangat menyesal dengan kepergian kita. Aku cuma ngerasa akan terjadi hal buruk pada warga kampung itu. Apa lagi dua wanita yang hilang belum terdengar kabarnya."


Josh langsung manggut manggut, mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut temannya itu. Dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Mike. Menghilangnya dua wanita sekaligus berarti akan banyak masalah yang timbul pada kampung itu dan akan banyak yang dikorbankan hanya karena sebuah berlian.


"Kalau kita kembali ke sana, apa kita akan tinggal dalam satu rumah?" tanya Josh.


"Ya jangan. Kita datangi dulu salah satu wanita yang mau menerima kamu dan setelah itu baru kita minta tolong wanita itu untuk memanggil seorang wanita yang mengijinkan aku untun menginap di tempatnya gitu," balas Mike sangat antusias.


"Baiklah. Ayok. Kita jalan kaki kesana?"


"Hahaha ... tak masalah."


Josh sontak mendengus tapi memang tidak ada pilihan lagi selain jalan kaki. Padahal jarak tempat mereka berada ke kampung janda tidak terlalu jauh. Mungkin karena sudah terbiasa kemana mana menggunakan kendaraan, jadi bagi mereka, jalan kaki terasa begitu memberatkan.


Kedua bule itu menapaki jalan tanah setapak demi setapak sambil menikmati suasana hutan yang ada di kanan kiri mereka. Jalan yang selalau becek jika hujan turun itu, akan lebih terasa mencekam jika malam tiba. Siang hari saja begitu sepi, apa lagi kalau malam. Dua bule itu saja jarang sekali berpas pasan dengan seorang selama menyusuri jalan tersebut.


"Rumah siapa yang akan kamu tuju, Josh?" tanya Mike saat mereka sudah dekat dengan kampung tujuan setelah menempuh waktu hampir tiga puluh menit.

__ADS_1


Josh langsung berpikir dan mengedarkan pandangannya. Mata josh melihat rumah yang pernah dia singgahi saat sedang berolahraga. Bahkan Josh pernah dua kali berhubungan dengan penghuninya di tempat yang berbeda yaitu di rumah dan di kebunnya. "Kita ke rumah itu saja."


MIke mengarahkan pandangan sesuai jari telunjuk Josh. "kamu kenal dengan penghuni rumah itu?"


"Kenal lah. Dua kali aku bermain dengan penghuninya."


"Oke!"


Keduanya melangkahkan kaki ke tempat yang Josh tunjuk dengan segala kewaspadaan karena takut ada yang melihat dan timbul masalah lagi. Begitu dekat, Josh langsung mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali sampai keduanya mendengar sahutan seorang wanita dari dalam rumah.


"Tuan bule!' pekik si pemilik rumah tak percaya kalau tamu yang datang adalah pria idamannya. "Mari masuk." Josh dan Mike langsung masuk dan duduk di kursi yang ada disana, setelah diprsilakan oleh si pemilik rumah. "Saya pikir Tuan bule sudah pergi jauh?"


"Lagi di rumah neneknya. Kan besok sekolah libur. Kenapa, Tuan?"


"Apa boleh saya menginap disini sampai esok hari?"


"Hahaha ... tentu saja boleh. Tuan berdua?"


"Tidak," bantah Mike. "Kalau saya mau nginep di rumah lain, apa saya bisa minta tolong?"


"Minta tolong apa, Tuan?"

__ADS_1


"Tolong panggilkan Nona Marina ke sini. Saya mau nginep di rumah dia."


"Baiklah, Tuan tunggu dulu disini ya?"


Mike langsung mengangguk dan tidak lupa dia juga mengucapkan kata terimakasih. Wanita itu hanya tersenyum dan langsung pergi memenuhi permintaan bule yang ada di rumahnya. Wajah wanita itu terlihat sumringah dan bahagia karena dia tahu malam ini akan mendapat jatah dari salah satu bule yang menginap di rumahnya.


"Tuan Bule!" pekik Marina yang baru saja datang lalu melihat bule idamannya. "Saya pikir Tuan bule sudah pergi jauh?" wanita itu langsung duduk di dekat Mike.


"Belum. Rencananya bessok kami baru akan pergi ke kota. Maka itu saya memnta kamu datang kemari. Apa nanti malam saya boleh menginap di rumah Nona?"


"Tentu saja sangat boleh, Tuan. pintu rumah saya selalu terbuka untuk Tuan," jawa Marina dengan sangat antusias.


"Baiklah. Nanti kalau agak gelap kita ke rumah Nona," jawab Mike merasa lega. "Tapi apa kalian masih percaya sama saya?"


"Loh, kenapa Tuan bule berkata seperti itu? Ya saya pribadi sih percaya kalau Tuan bule tidak jahat," jawab Marina.


"Benar, Tuan. Saya percaya kok," wanita si pemilik rumah menimpali. "Malah setelah Tuan pergi, ada dua bule yang datang ke kampung ini bersama dua janda korban penculikan."


"Apa!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2