BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Suruhan Mafia


__ADS_3

"Stop!"


Dua orang pria yang sedang menyandra seoranng wanita sontak saja terkejut mendengar suara dari arah belakang mereka. Dua pria berpakaian serba hitam itu lantas setengah badan dan menoleh ke arah suara itu sampai mata mereka membelalak..


"Mau kemana kau, Bandit!"


"Diam!" Atau aku bunuh dia!" salah satu penjahat ternyata menyimpan pisau lipat. Saat ini pisau itu dia todongkan ke arah wanita yang sedang penjahat sandra. Wanita itu terlihat sangat ketakutan, wajahnya pucat dan tatapannya menyiratkan kalau dia sangat butuh pertolongan.


Bagi Josh dan Mike, tentu bukan masalah besar menghadapi bandit seperti dua pria itu. Dari segi badan saja bandit itu kalah jauh. Mereka sudah terbiasa menghadapi musuh yang lebih berbahaya. Yang menjadi perhatian dua bule itu adalah si wanita. Mereka harus berpikir cerdas mencari cara untuk menyelamatkannya terlebih dahulu.


"Aku bilang berhenti!" Bandit yang memegang pisau lipat kembali memberi ancaman, Tapi dua bule itu tetap saja maju.


"Sepertinya mereka tidak mengerti bahasa kita," ucap penjahat yang tidak memegang belati.


"Ya udah, kamu yang memberi peringatan. Aku nggak bisa bahasa inggris."


"Astaga! Aku juga nggak bisa."


Di saat dua penjahat sedang berdebat dengan kewaspadaan penuh, Mike melirik kumpulan kerikil di pinggiran semak. Dia lantas memberi melirik ke arah Josh dan memberi kode lewat mata. Josh mencerna kode yang dia terima dengan cepat. Begitu dia mengerti arti dari kode yang diberikan Mike, Josh langsung melangkah mundur di belakang rekannya.


"Stop!" penjahat itu mencoba memberi peringatan memakai bahasa inggris yang dia tahu. Baru setelah mereka memberi peringatan, kedua bule langsung berhenti melangkah. Dua penjahat langsung saja tersenyum senang.


Namun sayang, kedua penjahat itu salah mengartikan diamnya para bule. Diam diam salah satu kaki Josh membentang dan meraih beberapa beberapa kerikil dan memungutnya dengan jari kakinya. Beruntung saat itu Josh menggunakan sandal capit pemberian dari warga, jadi dia bisa memungut kerikil dengan mudah.

__ADS_1


"Siap, Mike?" bisik Josh. Mike hanya menjawab dengan menggunakan acungan jempol. "Sekarang!" Mike langsung menunduk dan Josh dengan gerakan cepat langsung melempar kerikil itu ke arah penjahat.


Tak!


"Akh!" Kerikil itu tepat mengenai tangan penjahat yang memegang pisau lipat hingga pisau itu terjatuh ke tanah. "Sialan!" Dua penjahat itu langsung emosi. Tapi mereka kembali dikejutkan dengan lemparan kerikil yang langsung mengenai kepala mereka.


Tak!


Tak!


Tak!


"Aduh!"


Disaat mereka kesakitan, Mike yang lebih dekat jaraknya dari dua penjahat, langsung melangkah cepat, menarik tangan korban dan dua tersangka masing masing satu kali hantaman dan tendangan.


Dak!


Keduanya langsung tersungkur. Josh juga langsung ambil bagian dengan memberi tendangan yang super mantap disaat mereka hendak bangkit hingga keduanya ambruk. Si wanita itu langsung memeluk erat tubuh Mike dengan rasa takut yang luar biasa.


"Tenanglah, sudah aman," Mike mencoba menenangkan si wanita dengan bahasa seadanya. Dia lalu mendekat ke arah Josh. "Kamu amankan dia, aku bawa yang ini."


Kedua penjahat itu ditarik paksa untuk mengikuti si bule menuju ke rumah Pak kades. Betapa kagetnya warga sekitar, saat dua bule itu menarik paksa penjahat. Mereka bertanya apa yang terjadi, dan pertanyaan itu dijawab oleh korban yang langsung ditenangkan para penduduk wanita. Suasana langsung saja menjadi riuh. Para warga sontak emosi dan melampiaskan amarahnya pada dua penjahat hingga mereka sampai di rumah Pak Kades.

__ADS_1


"Bagaimana ini Pak Kades, kampung kita semakin nggak aman!" keluh salah seorang warga. "Kalau kayak gini terus, bisa bisa penduduk di desa ini pada pindah."


"Benar, Pak kades. Ini pasti ada hubungannya dengan berlian itu. Harusnya yang menemukan berlian itu ngaku saja, dan serahkan ke Pak Kades biar aman," warga yang lain menimpali denga geram.


Josh dan Mike hanya mampu diam karena para warga meluapkan emosinya dengan bahasa daerah setempat dan due bule itu sama sekali tidak mengerti.


"Tenang para warga, tenang! Kita interogasi mereka terlebih dahulu," ucap Pak Kades dan langsung menatap tajam dua penjahat yang meringkuk dan telah babak belur. "Katakan! Apa motif kalian sebenarnya? Kenapa kalian mengusik ketenangan warga saya?"


Kali ini Josh dan Mike bisa mengerti apa yang Pak Kades ucapkan karena Pak kades menggunakan bahasa negara ini.


"Kami sebenarnya sindikat perdagangan wanita. Karena disini ada isu tentang berlian, jadi kami mengunakan isu itu untuk menculik wanita di kampung ini," ucap salah satu penjahat dengan bibir bergetar.


"Kataka yang sebenarnya! Jangan menyangkal! Siapa bos kalian!"


"Saya mengatakan yang sebenarnya, Pak."


Tapi Pak kades tidak percaya begitu saja. Apalagi jawaban dua orang itu berbeda dengan dua penjahat yang semalam.


"Katakan! Siapa Bos Kalian atau kalian akan dihabisi oleh warga!"


Dua penjahat itu semakin ketakutan. Dengan suara bergetar salah satu dari mereka menjawab, "Orang Singapura, namanya Tuan Red."


Deg!

__ADS_1


Josh dan Mike terkesiap saat itu juga.


...@@@@@...


__ADS_2